Latest Update: Persis Solo umumkan jajaran kepelatihan untuk musim 2026/2027
Persis Solo Umumkan Jajaran Kepelatihan untuk Musim 2026/2027
Latest Update - Dari Jakarta — Persis Solo, klub yang berlaga di Liga Pegadaian Championship, resmi mengumumkan formasi kepelatihan untuk menghadapi musim 2026/2027. Pemilihan jajaran pelatih ini dilakukan setelah klub sebelumnya menunjuk Ricky Nelson sebagai pelatih kepala. Dengan pengumuman ini, Persis Solo memperkuat tim pelatihnya untuk mencapai ambisi kembali ke kasta tertinggi BRI Super League.
Asisten Pelatih: Nucholis Majid dan Febi Aji
Dilansir dari situs resmi klub, pada hari Rabu, Persis Solo mengonfirmasi perekrutan Nucholis Majid dan Febi Aji sebagai asisten pelatih. Keduanya akan berperan penting dalam mendukung strategi dan visi Ricky Nelson. Nucholis, yang kembali ke Persis Solo setelah sebelumnya terlibat dalam beberapa proyek sepak bola nasional, mengungkapkan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh manajemen.
"Saya sangat senang bisa kembali menjadi bagian dari Persis Solo. Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk mengembalikan kejayaan klub ini. Harapan saya, hanya satu musim di Liga 2 dan tahun depan kita bisa promosi ke Liga 1," ujarnya.
Febi Aji, yang tergabung dalam jajaran pelatih sebagai asisten, juga menyatakan antusiasme untuk membantu rencana promosi. Menurutnya, kompak dan kerja keras akan menjadi faktor kunci untuk mewujudkan target tersebut.
"Saya berharap bisa bekerja keras demi tim ini, agar bisa kembali ke liga utama. Jajaran pelatih akan berusaha sekuat tenaga untuk mencapai tujuan ini," tambah Febi.
Pelatih Kiper: Hendro Kartiko
Posisi pelatih kiper dipercayakan kepada Hendro Kartiko, yang juga menyampaikan kegembiraannya setelah diberikan tugas baru. Hendro menekankan pentingnya pengalaman dan pengetahuan teknis yang dimiliki dalam posisi tersebut.
"Saya merasa bangga bisa bergabung dengan Laskar Sambernyawa. Persis Solo adalah klub legendaris Indonesia, dan bergabung dengan tim ini merupakan kehormatan besar bagi saya," katanya.
Hendro menyoroti sejarah panjang klub yang berdiri sejak tahun 1947 dan perannya dalam membentuk identitas tim. Ia berharap kemampuan teknis yang dikuasainya dapat meningkatkan performa pemain di posisi kiper, yang menjadi bagian kritis dari pertahanan tim.
Visi Tim Kepelatihan
Konsep kepelatihan Persis Solo mencakup kolaborasi erat antara seluruh anggota jajaran. Ricky Nelson, sebagai pelatih kepala, mengatakan bahwa kehadiran Nucholis, Febi, dan Hendro akan memperkuat kapasitas tim untuk membangun basis pemain yang kompetitif.
"Kami memiliki visi jelas untuk membawa Persis Solo kembali ke level tertinggi. Setiap anggota pelatih akan berkontribusi sesuai peran masing-masing, agar target ini bisa tercapai," tutur Ricky.
Dalam musim lalu, Persis Solo mencatatkan beberapa peningkatan, tetapi masih perlu kerja lebih keras untuk memenuhi ambisi promosi. Jajaran pelatih baru ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan latihan yang mendukung pertumbuhan pemain, baik secara teknik maupun mental.
Komitmen dan Harapan
Manajemen Persis Solo menyatakan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk keahlian dan pengalaman para pelatih. Nucholis Majid, yang sebelumnya pernah melatih beberapa tim di level regional, dianggap memiliki kemampuan unik dalam mengembangkan taktik serta memotivasi pemain.
Sementara itu, Febi Aji, dengan latar belakang sebagai pemain dan pelatih, diharapkan bisa menggabungkan pengalaman langsung di lapangan dengan pendekatan modern dalam pembinaan tim. Hendro Kartiko, yang juga pernah memimpin tim nasional junior, menekankan pentingnya fokus pada aspek kiper yang sering dianggap terlupakan dalam kompetisi tingkat atas.
Pengembangan Tim untuk Masa Depan
Manajemen klub menegaskan bahwa perubahan ini bukan hanya untuk mencapai target promosi, tetapi juga untuk menanamkan fondasi yang kuat untuk keberhasilan jangka panjang. Dengan dewan pelatih yang terdiri dari berbagai latar belakang, Persis Solo bertujuan menciptakan ekosistem sepak bola yang holistik.
Ricky Nelson, yang sebelumnya dikenal karena pengalamannya di Liga Indonesia, menyoroti pentingnya kesatuan tujuan antara pelatih dan pemain. "Kami ingin membangun tim yang tidak hanya unggul dalam performa, tetapi juga memiliki mentalitas juara yang tangguh," ujarnya.
Dalam proses persiapan, Persis Solo juga memperhatikan aspek kebugaran fisik dan kesehatan pemain. Pemilihan asisten pelatih yang memiliki pengalaman di bidang teknik dan taktik diperkirakan akan membantu dalam menciptakan program pelatihan yang terukur. Tim pelatih akan bekerja sama dengan staf medis untuk memastikan pemain dalam kondisi optimal.
Target Promosi dan Harapan Kompetitor
Dalam kompetisi Liga 2, Persis Solo memiliki peluang besar untuk menembus zona promosi. Namun, tantangan utama adalah mempertahankan konsistensi performa sepanjang musim. Pelatih baru diharapkan mampu mengatasi kelemahan tim sebelumnya, terutama di sektor pertahanan dan kekompakan tim.
Manajemen juga memperkuat tim pelatih dengan pengalaman lokal dan internasional, agar bisa mengadaptasi berbagai strategi yang relevan. Nucholis Majid, yang terkenal dengan pendekatan olahraga yang berbasis masyarakat, dianggap bisa membangun kultur tim yang solid. Febi Aji, sementara itu, akan berperan dalam pengembangan pemain muda, sementara Hendro Kartiko fokus pada pengembangan taktik pertahanan.
Komitmen seluruh anggota jajaran kepelatihan ini diharapkan bisa menginspirasi para pemain untuk meningkatkan dedikasi. Dengan sinergi yang baik, Persis Solo berpotensi menunjukkan kekuatan dalam musim depan. Tahun 2026/2027 dianggap sebagai momen kritis bagi klub dalam perjalanan kembali ke level tertinggi.
Manajemen juga berharap para pelatih baru mampu menciptakan suasana latihan yang menyenangkan dan profesional. Dengan keterlibatan penuh dari semua elemen, Persis Solo akan membangun fondasi yang kuat untuk keberhasilan jangka panjang. Harapan ini sangat besar, terutama mengingat sejarah gemilang klub yang pernah meraih gelar juara di era 1980-an.
Peran Pemain dan Penggemar dalam Proses Transformasi
Transformasi kepelatihan Persis Solo tidak bisa terlepas dari