Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dokter di Inggris akan mogok kerja akibat gaji rendah pada November

Published October 26, 2026 · Updated October 26, 2026 · By Sandra Jones - fukushimask.com

Foto : Sandra Jones - fukushimask.com

Dokter di Inggris akan mogok kerja pada akhir November

Fukushimask.com – Dokter di Inggris akan mogok kerja selama 48 jam pada akhir November sebagai bentuk protes terhadap persoalan gaji yang dinilai belum memadai. British Medical Association (BMA) menyatakan aksi tersebut dilakukan setelah tidak adanya kemajuan yang berarti dalam sengketa antara dokter konsultan dan pemerintah Inggris mengenai upah serta kondisi kerja.

Menurut pernyataan BMA, aksi mogok melibatkan dokter konsultan di Inggris. Dokter konsultan merupakan dokter spesialis senior di rumah sakit yang memiliki tanggung jawab besar dalam mendiagnosis pasien, menentukan rencana perawatan, dan mengawasi pelayanan medis. Keputusan untuk menghentikan sebagian layanan ini mencerminkan tingkat kekecewaan yang dirasakan para dokter terhadap kebijakan pemerintah.

BMA menyebut aksi akan dimulai pada pukul 06.59 GMT atau 13.59 WIB pada 25 November dan berakhir pada pukul 06.59 GMT atau 13.59 WIB pada 27 November. Selama periode tersebut, rumah sakit tetap akan menyediakan layanan darurat bagi pasien. Namun, pelayanan selain kondisi mendesak berpotensi terdampak oleh aksi yang direncanakan berlangsung selama dua hari itu.

Perselisihan gaji dan tekanan kerja dokter

Dokter di Inggris akan mogok karena menilai penawaran kenaikan gaji pemerintah sebesar 2,4 persen tidak sebanding dengan tekanan ekonomi maupun beban pekerjaan yang mereka hadapi. BMA menilai kenaikan itu menghina karena menjadi kali ketiga secara berturut-turut ketika peningkatan upah dinilai tidak mampu mengejar laju inflasi.

Selain masalah pendapatan, para dokter juga menyoroti peningkatan beban kerja dan intensitas tugas di rumah sakit. Kondisi tersebut disebut berdampak pada kesehatan mental serta keberlanjutan karier tenaga medis. Dalam pernyataannya, BMA mengatakan hampir seperempat dokter mengambil cuti akibat stres selama 12 bulan terakhir.

Organisasi tersebut juga menyatakan bahwa 30 persen dokter merasa tidak mampu menangani beban kerja mereka. Kelelahan ekstrem atau burnout disebut menjadi salah satu alasan utama banyak dokter meninggalkan profesinya. Situasi ini memperlihatkan bahwa perselisihan bukan hanya terkait nominal gaji, melainkan juga menyangkut tekanan kerja yang dihadapi tenaga kesehatan dalam pelayanan sehari-hari.

“Karena frustrasi dengan kurangnya kemajuan dalam sengketa kami dengan pemerintah, komite konsultan telah mengumumkan aksi mogok pada 25 dan 26 November bagi para dokter konsultan di Inggris,” demikian pernyataan BMA.

Dampak aksi terhadap layanan rumah sakit

Ketika dokter di Inggris akan mogok, layanan perawatan darurat tetap menjadi prioritas. Pasien yang membutuhkan penanganan segera masih dapat memperoleh bantuan medis, sementara pelayanan lain dapat mengalami penyesuaian sesuai kebijakan rumah sakit. Aksi tersebut menambah tekanan pada sistem layanan kesehatan yang harus tetap memastikan kebutuhan pasien darurat terpenuhi.

Persoalan antara pemerintah dan dokter rumah sakit bukan hal baru. Pada paruh pertama 2026, serangkaian aksi mogok oleh dokter rumah sakit telah berlangsung di Inggris. Pemerintah kemudian menaikkan upah mereka sebesar 3,5 persen pada Juni, tetapi ketegangan mengenai tingkat gaji dan kondisi kerja masih berlanjut.

FAQ tentang aksi mogok dokter di Inggris

Kapan aksi mogok dokter konsultan berlangsung?

Aksi dimulai pada 25 November pukul 06.59 GMT dan berakhir pada 27 November pukul 06.59 GMT. Durasi aksi tersebut adalah 48 jam.

Apakah layanan rumah sakit berhenti sepenuhnya?

Tidak. Selama aksi berlangsung, layanan perawatan darurat tetap diberikan kepada pasien. Namun, layanan yang tidak bersifat darurat dapat terdampak.

Mengapa dokter melakukan aksi mogok?

Para dokter memprotes kenaikan gaji 2,4 persen yang dinilai tidak mengimbangi inflasi. Mereka juga menyoroti tingginya beban kerja, stres, dan kelelahan ekstrem di kalangan tenaga medis.

Siapa yang terlibat dalam aksi ini?

Aksi tersebut melibatkan dokter konsultan, yakni dokter spesialis senior di rumah sakit yang bertugas mendiagnosis pasien dan menentukan perawatan mereka.

Related Reading