Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Dua gol larut antar Argentina sisihkan Inggris menuju final

Published July 16, 2026 · Updated July 16, 2026 · By Richard Wilson

Argentina Raih Kemenangan Dramatis Atas Inggris di Semifinal Piala Dunia 2026

Dua gol larut antar Argentina sisihkan - Kemenangan yang penuh emosi diraih oleh timnas Argentina setelah mencetak dua gol pada babak akhir pertandingan. Skor akhir 2-1 menjadi bukti ketangguhan La Albiceleste dalam mengalahkan Inggris di laga semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan berlangsung di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, pada hari Kamis waktu Indonesia Barat. Kemenangan ini membuktikan bahwa Argentina masih memiliki kekuatan mental yang luar biasa untuk bertahan hingga menit-menit terakhir.

Inggris sempat unggul lebih dulu melalui gol Anthony Gordon di awal babak kedua. Namun, kehebatan Lionel Messi dalam memberikan dua assist menjadi kunci balik Argentina. Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez berhasil mengubah peluang tersebut menjadi gol-gol penentu pada menit-menit krusial pertandingan. Dua gol larut antar Argentina ini membuat seluruh penonton di stadion bersorak gembira.

Perjalanan Pertandingan yang Penuh Ketegangan

Babak pertama berlangsung dengan intensitas tinggi dari kedua belah pihak. Meskipun permainan cukup terbuka, peluang-peluang yang tercipta belum berhasil dikonversi menjadi gol. Inggris memiliki kesempatan terbaik pada menit ke-33 ketika Declan Rice melakukan tendangan bebas. Bola tersebut disambut John Stones di area tiang jauh, namun sayang sekali bola masih menyamping dari gawang Argentina. Kedua tim saling berhadapan dengan strategi yang solid.

Setelah babak pertama berakhir tanpa gol, Inggris berhasil memecah kebuntuan melalui serangan balik yang cepat. Morgan Rogers memulai aksi dari sisi kanan lapangan, kemudian mengirimkan bola ke area tiang jauh. Anthony Gordon menyambut sempurna dan menjebol gawang Emiliano Martinez, membawa Inggris memimpin 1-0 pada menit ke-55. Skor ini membuat Argentina harus meningkatkan intensitas permainan.

Argentina langsung berusaha merespons. Giuliano Simeone mencoba menusuk ke dalam kotak penalti, namun Djed Spence melakukan jegalan bersih pada momen penting untuk mengamankan situasi bagi Inggris. Permainan menjadi semakin ketat seiring berjalannya waktu.

Perubahan Taktik yang Berujung Fatal

Jelang jeda babak kedua, kiper Inggris Jordan Pickford melakukan penyelamatan gemilang untuk mementahkan sundulan Nicolas Gonzalez. Keunggulan yang dimiliki membuat Inggris sedikit lengah. Pelatih Thomas Tuchel kemudian mengambil keputusan strategis yang berujung fatal dengan memasukkan tiga bek tambahan, yaitu Ezri Konsa, Dan Burn, dan Nico O'Reilly. Sementara itu, Anthony Gordon, Declan Rice, dan Reece James ditarik keluar.

Keputusan Tuchel untuk menumpuk pemain di lini pertahanan justru membuka peluang bagi Argentina untuk menyerang lebih deras. Pada menit ke-85, tembok pertahanan Inggris akhirnya runtuh. Enzo Fernandez mencetak gol dari tendangan jarak jauh setelah menerima umpan sodoran Messi. Berawal dari situasi sepak pojok, hampir seluruh pemain Inggris berada di dalam kotak penalti mereka, sementara Fernandez berdiri relatif bebas.

Messi kembali menunjukkan kehebatannya dengan memberikan assist kedua yang dikonversi menjadi gol kemenangan oleh Lautaro Martinez pada masa injury time.

Pertandingan tampak akan berlanjut ke babak perpanjangan waktu ketika Argentina mencetak gol kemenangan. Berawal dari tembakan Alexis Mac Allister yang membentur tiang, bola kembali dikuasai Messi di sisi kanan. Kapten Argentina itu melewati kawalan pemain Inggris sebelum mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh. Lautaro Martinez menyambut dengan sundulan yang tak mampu dihentikan Pickford. Dua gol larut antar Argentina ini mengubah segalanya.

Gol pada menit ke-90+2 memastikan Argentina berbalik unggul 2-1. Tuchel berusaha membayar kesalahannya dengan memasukkan Marcus Rashford dan Ivan Toney menggantikan Spence dan Stones, namun sisa waktu terlalu singkat bagi Inggris untuk mengubah keadaan. Argentina menunjukkan karakter juara yang sesungguhnya.

Menuju Final di Stadion MetLife

Argentina melanjutkan tren mereka yang selalu mampu lolos dalam enam penampilan di semifinal Piala Dunia. Sebaliknya, Inggris harus melanjutkan penantian panjang mereka meraih gelar juara dunia. Di partai final, Argentina akan menghadapi Spanyol yang sudah lebih dulu memenangi laga semifinal lain kontra Prancis dengan skor 2-0.

Final akan dilangsungkan di Stadion MetLife, New Jersey, pada hari Minggu (19/7) waktu setempat atau Senin (20/7) WIB. Argentina akan berusaha meraih gelar juara dunia dua edisi beruntun setelah kemenangan dramatis ini. Dua gol larut antar Argentina menjadi momen bersejarah bagi timnas Argentina.

Susunan pemain Inggris menggunakan formasi 4-2-3-1 dengan Jordan Pickford di gawang. Sementara Argentina bermain dengan formasi 4-4-2 yang dipimpin oleh Lionel Messi dan Julian Alvarez sebagai duo penyerang. Kemenangan ini membuktikan bahwa Argentina layak menjadi juara dunia.