Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Discussion: Lalu lintas Selat Hormuz lancar meski ada serangan pada kapal

Published June 26, 2026 · Updated June 26, 2026 · By Jessica Martin

Lalu Lintas Selat Hormuz Tetap Lancar Meski Ada Serangan Terhadap Kapal

Key Discussion - Di tengah ketegangan geopolitik yang masih terasa, lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz tetap berjalan lancar, Jumat, meskipun terjadi serangan terhadap kapal kontainer yang mendorong sejumlah pemilik kapal untuk meninjau ulang rencana transit. Insiden serangan terhadap kapal Ever Lovely pada Kamis lalu menjadi perhatian internasional, karena ini adalah kejadian pertama sejak kesepakatan sementara antara AS dan Iran ditandatangani. Meski demikian, data pelacakan kapal menunjukkan bahwa pengaruh insiden tersebut belum menghentikan pemulihan lalu lintas di jalur ini.

Kapal tanker bermuatan penuh terlihat melintasi Selat Hormuz, sementara beberapa kapal lainnya—seperti empat kapal minyak mentah super besar (VLCC)—masih berada di tempat sementara untuk mengevaluasi situasi. Rute utara dan selatan tetap aktif, meski ada kehati-hatian dari para pemilik kapal terkait potensi risiko. Sebuah VLCC bermuatan minyak dari Uni Emirat Arab (UAE) dan kapal pengangkut produk minyak dari eksportir yang sama memasuki selat tersebut, menunjukkan bahwa kegiatan perdagangan tetap berlangsung.

Geopolitical Dynamics dan Tindakan Mencegah Pungutan Tol

Dalam konteks ini, pengelolaan Selat Hormuz menjadi titik persaingan antara AS dan Iran. AS menekankan bahwa Iran harus menjaga agar selat tersebut tetap bebas biaya tol, dengan harapan mengurangi beban pada pengiriman barang. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, selama kunjungan ke Arab Teluk, menyatakan bahwa sistem pengenaan tol dapat menjadi penyebab "kekacauan" jika tidak dikelola secara konsisten.

"Sistem pengenaan tol apa pun dapat mendorong pemerintah lain untuk mengenakan biaya di titik-titik rawan maritim, menciptakan kekacauan," kata Rubio.

Di sisi lain, Oman—yang mengelola rute selatan—berupaya menghindari kekacauan dengan memastikan koordinasi yang baik. Dari data yang diperoleh, AS menyatakan bahwa Oman telah menenangkan kekhawatiran AS dengan menegaskan bahwa mereka tidak mendukung pungutan tol bersama dengan Iran. Meski begitu, beberapa kapal tetap mengambil jalur utara dekat Iran, yang diakui oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO).

Pengamatan terhadap pergerakan kapal menunjukkan bahwa lalu lintas di selat ini tidak terganggu secara signifikan. Sebanyak 62 kapal melintasi Selat Hormuz pada 24 Juni, termasuk 21 kapal yang masuk dan 41 kapal yang keluar. Lima transit "gelap" tercatat, dengan dua arah masuk dan tiga arah keluar, merujuk pada kapal yang menggunakan visibilitas AIS terbatas atau tidak tersedia. Dari 41 kapal yang keluar, 26 di antaranya menggunakan rute selatan, sementara koridor utara tetap menjadi jalur utama bagi lalu lintas masuk.

Perkembangan Khusus di Rute Selatan dan Pemulihan Lalu Lintas

Kapal tanker Aframax yang menuju India dan kapal kecil yang dikenai sanksi AS menjadi contoh nyata kegiatan lalu lintas yang terus berlangsung. Di rute selatan, tiga kapal VLCC dari UAE dan dua kapal lainnya yang terkait dengan negara tersebut memasuki selat, sementara satu VLCC kosong menuju Basrah, Irak, juga berlayar. Peristiwa ini menunjukkan bahwa keterlibatan Iran dalam pengelolaan selat tidak menghentikan aliran kapal yang melintas.

Kapal pengangkut gas alam cair (LNG) mulai berbaris di lepas pantai Khor Fakkan, mengisyaratkan bahwa Qatar sedang bersiap meningkatkan produksi dan ekspor LNG dari fasilitas Ras Laffan. Dari data pelacakan, delapan kapal LNG kosong terlihat meninggalkan lokasi produksi tersebut, sebagian besar melintasi Selat Hormuz dalam seminggu terakhir. Peningkatan ini menunjukkan bahwa gangguan lalu lintas yang terjadi sebelumnya mulai berkurang, seiring dengan pemulihan perlahan.

Sebuah kapal tanker produk yang berbendera Korea Selatan dan kapal lain yang menuju Indonesia serta pengangkut curah juga tercatat dalam lalu lintas di rute utara. Tindakan ini memperlihatkan bahwa beberapa pemilik kapal tetap memilih jalur yang dekat dengan Iran, meski ada kecemasan akibat serangan di hari sebelumnya. Data juga menunjukkan bahwa dua kapal VLCC berukuran 333 meter meninggalkan koridor selatan dalam waktu satu menit, menandakan aktivitas yang semakin konsisten.

Kesiapan Qatar dan Dampak Global atas Selat Hormuz

Sebagai salah satu pusat produksi LNG terbesar di dunia, Qatar kini mempercepat ekspor dari Ras Laffan, dengan kapal-kapal LNG yang berangkat dari area tersebut. Dua kapal lainnya mendekati pintu masuk timur Selat Hormuz, menunjukkan bahwa negara ini bersiap menghadapi kebutuhan global akan energi. Kesiapan ini didukung oleh kembalinya lalu lintas maritim ke tingkat normal, setelah berbulan-bulan mengalami hambatan.

Kapal yang meninggalkan fasilitas produksi Qatar dan melintasi Selat Hormuz menjadi bukti bahwa jalur strategis ini tetap vital bagi perdagangan internasional. Meski serangan terhadap kapal Ever Lovely memicu ketegangan, data menunjukkan bahwa ketergantungan pada selat ini tidak menghilang. Justru, insiden tersebut memperkuat kebutuhan untuk menjaga stabilitas di jalur vital ini, baik dari segi keamanan maupun manajemen biaya.

Pemulihan lalu lintas juga diiringi oleh kegiatan transaksi dan evaluasi oleh para pelaku industri. Dari laporan, satu perusahaan Asia memberi instruksi kepada staf bahwa kapal-kapal di Teluk harus tetap berada di lokasi mereka, sementara para eksekutif meninjau kembali opsi transit. Namun, pergerakan kapal terus terjadi, membuktikan bahwa intervensi sementara tidak menghentikan arus perdagangan.

Dengan situasi yang kembali stabil, Selat Hormuz tetap menjadi jalur utama bagi distribusi energi global. Meski Iran dan AS masih berseterang dalam isu pungutan tol, kenyataannya menunjukkan bahwa kolaborasi dan kebijakan yang diambil oleh Oman menjadi faktor penentu dalam memastikan lalu lintas tetap lancar. Perkembangan ini menegaskan bahwa jalur ini akan terus menjadi pintu masuk penting bagi perekonomian dunia, meski dalam kondisi yang lebih waspada.