Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pengambilan ID liputan Piala Dunia 2026 – mudah tapi ketat

Published July 4, 2026 · Updated July 4, 2026 · By Jessica Martin

Proses Akreditasi Liputan Piala Dunia 2026 di Stadion Philadelphia Berjalan Lancar tapi Menerapkan Aturan Kaku

Pengalaman di Arena Pertandingan

Pengambilan ID liputan Piala Dunia 2026 - Jakarta, 16 Mei 2025 – Saat Piala Dunia 2026 memasuki fase 16 besar, pengambilan ID liputan di Stadion Philadelphia, Amerika Serikat, terasa lebih efisien dibandingkan sebelumnya. Meski pengunjung yang mengikuti prosedur tidak lagi terjebak dalam antrean panjang, keketatan aturan tetap terjaga. ANTARA mengalami hal itu secara langsung pada Jumat siang waktu setempat, menjelang pertandingan 16 besar Prancis melawan Paraguay keesokan harinya. Suhu di Philadelphia mencapai 38 derajat Celcius, membuat proses pendaftaran menjadi lebih menantang.

Di tengah panas yang cukup menggigit, ANTARA bergerak menuju pusat akreditasi yang berada di pelataran parkir Xfinity Mobile Arena. Arena tersebut tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga bisa digunakan untuk acara olahraga dan hiburan. Posisi pusat akreditasi di sisi barat lokasi pertandingan memudahkan akses, namun petugas tetap memantau setiap langkah dengan ketat.

Prosedur Pemindai dan Pengujian

Saat tiba di pusat akreditasi, petugas langsung memberi peringatan kepada jurnalis yang menggunakan kamera dalam posisi tegak. "Tidak boleh ada dokumentasi. Ini demi keamanan,"

ujar petugas secara profesional

. Akibatnya, ANTARA harus mengambil rekaman secara manual saat berjalan menuju area tersebut. Dalam ruangan, proses pendaftaran dimulai dengan langkah-langkah yang terstruktur.

Jurnalis diwajibkan berdiri tepat di hadapan mesin pemindai yang tingginya sekitar 1,5 hingga 1,6 meter. Setelah itu, petugas meminta paspor untuk diproses. Paspor dibuka, kemudian dipindai secara elektronik. Setiap langkah dijalani dengan hati-hati, karena kesalahan dalam pemindaian bisa mengganggu alur.

Saat giliran ANTARA tiba, terjadi sedikit hambatan. Mesin pemindai menghasilkan tanda silang merah berulang kali. Petugas menyadari bahwa pemindaian dilakukan pada halaman visa, bukan bagian depan paspor yang memiliki nomor. "Ah, iya. Kalau sudah begini, gampang,"

berucap petugas setelah korreksi dilakukan

. Proses berlanjut setelah bagian depan paspor dipindai, dan tanda cek hijau muncul sebagai indikasi keberhasilan.

Keamanan dan Akses Fasilitas

Setelah memindai paspor, jurnalis diarahkan untuk melakukan scan wajah melalui mesin yang sama. Proses ini bertujuan memastikan identitas yang terdaftar sesuai dengan data yang diinput. Dalam hitungan detik, nama sang jurnalis dipanggil untuk menerima ID, lalu diberi instruksi keluar dari ruangan.

ID Piala Dunia 2026 memberikan akses ke fasilitas media di stadion, seperti media center. Namun, ID ini tidak cukup untuk mengakses area-area tertentu seperti tribun media, tepi lapangan, ruang konferensi pers, atau zonasi wawancara. Untuk itu, jurnalis harus memiliki tiket media dari FIFA.

Tiket media FIFA bisa didapatkan melalui FIFA Media Hub, aplikasi khusus yang dirancang untuk menangani akreditasi jurnalis. Jika tiket diberikan, pewarta bisa bergerak bebas di lokasi yang ditentukan. Sebaliknya, tanpa tiket, hanya diperbolehkan beroperasi terbatas di media center. Kebutuhan tiket ini menunjukkan komitmen FIFA terhadap pengaturan akses yang ketat, meski proses pengambilan ID dianggap lebih cepat.

Kebutuhan Persiapan dan Konsistensi

Dalam situasi yang penuh dinamika, kesalahan kecil bisa menghambat proses. ANTARA menjadi contoh bagaimana kesalahan dalam pemindaian visa berpotensi menyebabkan kebingungan, meski akhirnya berhasil diperbaiki. Konsistensi dalam persiapan dan kehati-hatian saat mengikuti instruksi petugas menjadi kunci sukses.

Selain itu, mesin pemindai dan prosedur yang dijalankan di Stadion Philadelphia menunjukkan standarisasi tinggi. Petugas memastikan bahwa setiap jurnalis yang memasuki area media mengikuti protokol yang sama. Hal ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga mengurangi risiko kesalahan yang bisa terjadi.

Temperatur tinggi di hari tersebut menambah tantangan, tetapi para jurnalis tetap mempertahankan fokus. Setelah ID berhasil diperoleh, mereka siap meliput pertandingan 16 besar, sambil tetap mematuhi aturan yang berlaku. Proses ini mencerminkan keseimbangan antara kelancaran dan ketatnya pengawasan, yang menjadi ciri khas acara internasional seperti Piala Dunia.

Aspek Kemanusiaan dan Kemudahan

Sementara proses akreditasi terasa lebih mudah dibandingkan tahun sebelumnya, keketatan aturan tetap menjadi prioritas. Petugas yang terlatih dan profesional memberikan panduan yang jelas, meski terkadang memerlukan koreksi di tengah prosedur. Hal ini menunjukkan bahwa meski teknologi mendukung efisiensi, komunikasi langsung tetap diperlukan untuk memastikan keakuratan.

Kelancaran pengambilan ID tidak berarti semua hal berjalan tanpa hambatan. Masih ada aspek-aspek yang memerlukan penyesuaian, seperti penggunaan kamera yang diatur agar tidak mengganggu keamanan. Di sisi lain, kemudahan akses ke media center dan fasilitas pendukung menjadi nilai tambah bagi jurnalis yang terdaftar.

Pengalaman di Stadion Philadelphia menegaskan bahwa Piala Dunia 2026 menggabungkan inovasi teknologi dengan protokol yang ketat. Proses ini tidak hanya menguji ketelitian jurnalis, tetapi juga mengukur kesiapan organisasi dalam menghadapi skala besar. Dengan mengikuti langkah-langkah yang telah disiapkan, ANTARA dan jurnalis lain bisa menikmati akses ke area liputan secara optimal.

Prosedur akreditasi yang dijalani di hari tersebut memperlihatkan upaya FIFA untuk memperbaiki pengalaman sebelumnya. Meski ada kesalahan, tim petugas cepat merespons dan memastikan segala sesuatu kembali normal. Hal ini menunjukkan bahwa sistem yang dijalankan di Stadion Philadelphia berjalan cukup baik, meski masih memerlukan perbaikan kecil di sisi komunikasi.

Sebagai bagian dari persiapan global, Piala Dunia 2026 menghadirkan tantangan baru bagi jurnalis, terutama dalam mengelola lingkungan yang serba cepat dan terbuka. Meski demikian, kelancaran pengambilan ID menjadi tanda bahwa sistem ini mulai membaik. Dengan kehati-hatian dan kesabaran, jurnalis tetap bisa memenuhi tugas mereka sambil menjaga keamanan dan keteraturan acara.

Proses ini juga memperlihatkan bagaimana teknologi dapat mempermudah tugas, tetapi tetap membutuhkan pengawasan manusia untuk memastikan akurasi. Kesalahan saat pemindaian visa, misalnya, bisa dicegah jika petugas lebih teliti dalam memberikan instruksi. Dengan begitu, pengambilan ID bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang efektivitas dalam pelayanan.

Kebutuhan media ticket FIFA menunjukkan bahwa akses ke area tertentu tetap diberikan secara terbatas. Jurnalis yang telah memperoleh tiket bisa bebas mengakses semua zona liputan,