TFF pecat Vincenzo Montella sebagai pelatih timnas Turki
Rentetan Hasil Buruk Akhiri Masa Kerja Vincenzo Montella di Timnas Turki
Fukushimask.com – Federasi Sepak Bola Turki (TFF) mengakhiri kerja sama dengan Vincenzo Montella setelah tim nasional Turki melalui periode yang sangat sulit di jeda internasional. Keputusan itu diambil ketika Turki menanggung empat kekalahan secara beruntun dan berada dalam tekanan besar di UEFA Nations League 2026/27.
TFF mengumumkan berakhirnya masa tugas pelatih asal Italia tersebut melalui akun resmi X pada Jumat (9/10). Kontrak Montella sejatinya masih berlaku hingga setelah Euro 2028, tetapi penurunan hasil membuat federasi memilih mengambil langkah lebih cepat.
“Sudah diputuskan bahwa kami tidak akan melanjutkan kerja sama dengan pelatih (Montella),” demikian pernyataan TFF.
Turki Terbenam di Grup A1 Nations League
Hasil yang paling baru menjadi kekalahan 1-3 dari Italia pada Selasa (6/10). Laga itu melengkapi rangkaian empat hasil negatif yang dialami Turki dalam periode internasional terakhir. Selain dua kali dikalahkan Italia, termasuk satu kekalahan ketika tampil di kandang sendiri, Turki juga menyerah kepada Prancis dan Belgia.
Situasi tersebut menempatkan tim berjuluk Ay-Yildizlilar di posisi paling bawah Grup A1 UEFA Nations League 2026/27. Turki masih mempunyai dua pertandingan fase grup pada bulan depan, dengan Belgia akan datang sebagai lawan kandang sebelum mereka melawat ke markas Prancis.
Meski dua pertandingan itu belum dimainkan, posisi di dasar klasemen membuat peluang Turki untuk tetap berada di Liga A menjadi semakin berat. Ancaman turun ke Liga B kini menjadi salah satu persoalan utama yang harus dihadapi tim, di tengah kebutuhan federasi untuk segera menentukan arah baru di kursi kepelatihan.
Penggantian pelatih di tengah kompetisi juga menambah tantangan tersendiri. Tim perlu memulihkan kepercayaan diri pemain sambil menyiapkan pendekatan yang efektif untuk dua laga tersisa. Belgia dan Prancis telah menjadi lawan yang menyulitkan Turki, sehingga hasil pertandingan berikutnya akan sangat menentukan posisi mereka dalam persaingan Nations League.
Kekecewaan Piala Dunia 2026
Pemecatan Montella tidak hanya berkaitan dengan performa di Nations League. Perjalanan Turki pada Piala Dunia 2026 sebelumnya juga jauh dari harapan. Mereka menjadi tim pertama yang dipastikan gagal melanjutkan perjalanan di turnamen tersebut.
Turki membuka kiprah di Grup D dengan kekalahan 0-2 dari Australia. Setelah itu, mereka kembali kehilangan poin ketika kalah 0-1 dari Paraguay, padahal lawan bermain dengan 10 pemain. Dua hasil tersebut memastikan Turki finis sebagai penghuni posisi terbawah grup.
Kemenangan 3-2 atas Amerika Serikat pada pertandingan terakhir memang memberi penutup yang lebih baik. Amerika Serikat bahkan keluar sebagai juara grup, tetapi kemenangan itu tidak mengubah nasib Turki yang sudah lebih dulu tersingkir.
Kegagalan itu terasa semakin mengecewakan karena Piala Dunia 2026 menandai kembalinya Turki ke panggung sepak bola terbesar setelah penantian 24 tahun. Penampilan terakhir mereka sebelum edisi itu terjadi pada 2002, saat Turki mengejutkan banyak pihak dengan merebut peringkat ketiga.
Harapan terhadap skuad kali ini juga cukup besar. Turki memiliki sejumlah pemain yang berkarier di klub elite Eropa, termasuk Arda Guler dari Real Madrid, Hakan Calhanoglu dari Inter Milan, serta Kenan Yildiz yang memperkuat Juventus. Kehadiran pemain-pemain tersebut membuat ekspektasi terhadap tim meningkat, tetapi kualitas individu belum berhasil diterjemahkan menjadi hasil konsisten di lapangan.
Perjalanan Montella Bersama Ay-Yildizlilar
Montella mulai menangani tim nasional Turki pada September 2023. Pada fase awal masa kerjanya, ia sempat membawa optimisme melalui penampilan Turki di Euro 2024. Di ajang itu, Turki mampu mencapai perempat final sebelum langkah mereka dihentikan oleh Belanda.
Dalam perjalanan menuju Piala Dunia 2026, Turki juga mengakhiri grup kualifikasi di posisi kedua, berada di bawah Spanyol. Tiket ke putaran final kemudian diraih melalui jalur playoff setelah kemenangan atas Rumania dan Kosovo.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa masa kerja Montella tidak sepenuhnya diwarnai hasil buruk. Namun, sepak bola tim nasional sering menilai pelatih dari momentum terbaru, terutama di turnamen besar dan laga kompetitif. Eliminasi cepat di Piala Dunia, disusul empat kekalahan beruntun, akhirnya menghapus ruang toleransi bagi pelatih berusia 52 tahun itu.
Bagi TFF, keputusan ini membuka kebutuhan untuk mencari sosok yang dapat membangun kembali stabilitas tim. Turki masih mempunyai basis pemain berpengalaman dan talenta muda yang bermain di level tinggi, tetapi federasi harus menemukan formula yang mampu menyatukan kualitas tersebut dalam pertandingan penting.
Karier Montella Sebelum Menangani Turki
Sebelum dikenal sebagai pelatih, Vincenzo Montella memiliki nama besar sebagai penyerang. Ia mencetak lebih dari 200 gol sepanjang karier bermainnya dan sangat identik dengan AS Roma, klub yang dibelanya selama satu dekade.
Bersama Roma, Montella turut menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Serie A musim 2000/01. Setelah gantung sepatu, ia melanjutkan perjalanan di dunia kepelatihan dan pernah menangani sejumlah klub ternama, seperti Roma, Fiorentina, Sampdoria, AC Milan, serta Sevilla.
Pengalamannya di klub-klub besar dan pencapaian perempat final Euro 2024 memberi Montella modal kuat ketika bekerja di Turki. Namun, keputusan TFF menegaskan bahwa federasi menginginkan respons cepat setelah dua kompetisi penting berjalan di bawah ekspektasi.
Dengan dua pertandingan Nations League yang masih tersisa, perhatian kini akan tertuju pada siapa yang dipercaya memimpin Turki menghadapi Belgia dan Prancis. Tugas penerus Montella bukan hanya mengejar hasil, melainkan juga mengembalikan keyakinan sebuah tim yang datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar, tetapi pulang lebih awal.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is TFF pecat Vincenzo Montella sebagai pelatih?TFF pecat Vincenzo Montella sebagai pelatih is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does TFF pecat Vincenzo Montella sebagai pelatih matter?TFF pecat Vincenzo Montella sebagai pelatih matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.