Topics Covered: Belgia kembali gagal raih tiga poin setelah main imbang 0-0 lawan Iran
Belgia Tidak Bisa Raih Poin Penuh Usai Imbang 0-0 Kontra Iran
Topics Covered - Jakarta – Pertandingan antara Timnas Belgia dan Iran pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, berlangsung sengit namun berakhir tanpa keputusan. Kedua tim saling bermain imbang 0-0, membuat Iran meraih satu poin yang menggeser posisi mereka di puncak klasemen sementara. Sebaliknya, Belgia yang juga mengoleksi dua angka tetap terpaut selisih gol dari Iran. Hasil ini menunjukkan bahwa persaingan di Grup G semakin ketat, dengan kedua tim masih mencoba mencari titik keunggulan.
Pertandingan yang Berlangsung Sengit
Meski tampil dominan sejak awal pertandingan, Belgia harus berhadapan dengan pertahanan yang sangat ketat dari Iran. Tim asuhan Rudi Garcia segera mengambil inisiatif serangan, memperlihatkan dominasi mereka dengan penguasaan bola hampir 77 persen dalam 10 menit pertama. Namun, keunggulan jumlah pemain tidak langsung berbuah gol. Iran, yang lebih bermain defensif, justru mengambil inisiatif pada menit ke-25 melalui Mehdi Taremi.
“Kami berusaha membangun permainan dari belakang, tetapi Belgia terus memberi tekanan. Mereka memainkan bola dengan sangat akurat, sehingga membuat kami kesulitan menghadapinya,” kata pelatih Iran, yang belum memberikan komentar spesifik tentang gol yang dianulir.
Gol tersebut lahir setelah Taremi melewati Thibaut Courtois setelah menerima umpan dari Ehsan Hajsafi. Namun, VAR langsung mengambil tindakan, mengingat Taremi berada dalam posisi offside sebelum menerima bola. Keputusan ini mengubah suasana pertandingan, dengan Iran merasa frustrasi karena kesempatan berharga mereka dibatalkan. Meski begitu, Belgia tidak mengendurkan tekanan, terus membangun serangan melalui kecepatan Kevin De Bruyne dan kreativitas Youri Tielemans.
Barisan belakang Iran yang rapat dan penampilan gemilang Alireza Beiranvand menjadi penghalang utama bagi Belgia. Kiper berusia 33 tahun itu mengalami beberapa tekanan, tetapi mampu menepis bola dengan sigap. Beiranvand mencatatkan tujuh penyelamatan penting sepanjang pertandingan, memastikan gawangnya tetap bersih. Di sisi lain, Courtois juga menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kiper terbaik dunia, dengan performa konsisten dalam menghalau serangan Iran.
Memasuki babak kedua, Belgia berusaha meningkatkan intensitas permainan. Mereka memasukkan Dodi Lukebakio dan Hans Vanaken untuk menambah kekuatan di depan. Meski demikian, Iran mulai menunjukkan keberanian, bermain lebih menyerang setelah keuntungan jumlah pemain. Taremi, yang sebelumnya terkena offside, kembali menjadi ancaman dengan usaha-usaha menciptakan peluang, tetapi Belgia masih mampu menahan serangan mereka.
Kondisi yang Tidak Terduga
Pertandingan mengalami perubahan drastis pada menit ke-66 ketika Nathan Ngoy menerima kartu merah setelah melakukan pelanggaran terhadap Taremi. Kesalahan pemain belakang Belgia memungkinkan Taremi mendapatkan bola langsung dan berhadapan dengan Courtois. Meski menekan, Iran tidak mampu memperoleh keuntungan besar, karena Courtois tetap mengamankan gawangnya dengan sempurna.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan tentang keberlanjutan performa Belgia, yang masih mampu mempertahankan keunggulan di sektor pertahanan. Timnas Belgia mengalami tekanan psikologis akibat kehilangan satu pemain, tetapi tetap mempertahankan dominasi mereka di lapangan. Iran, sementara itu, memperlihatkan kepercayaan diri yang tinggi, meski skor 0-0 tidak bisa mereka ubah meskipun menambah jumlah serangan.
Kedua tim tampak tidak mampu menemukan solusi untuk memecahkan situasi yang kaku. Belgia terus menguasai bola, tetapi Iran menjaga konsistensi di lini pertahanan. Pertandingan berakhir dengan skor 0-0, memperlihatkan keseimbangan strategis yang baik dari kedua tim. Hasil ini menunjukkan bahwa Iran tidak mudah dihancurkan, sementara Belgia tetap menunjukkan kemampuan mereka dalam menghadapi tim-tim kuat.
Susunan Pemain
Timnas Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois di posisi kiper; Thomas Meunier, Brandon Mechele, Nathan Ngoy, dan Maxim De Cuyper di lini pertahanan; Youri Tielemans dan Nicolas Raskin di tengah; Alexis Saelemaekers, Kevin De Bruyne, dan Leandro Trossard di lini tengah; Romelu Lukaku sebagai penyerang utama. Susunan ini memperlihatkan penyeimbangan antara kecepatan dan ketangkasan, dengan De Bruyne dan Tielemans menjadi pilar kreativitas.
Iran (5-4-1): Alireza Beiranvand sebagai kiper; Saleh Hardani, Hossein Kanaani, Shoja Khalilzadeh, Ali Nemati, dan Ehsan Hajsafi di lini pertahanan; Mohammad Mohebbi, Saeid Ezatolahi, Saman Ghoddos, dan Ramin Rezaeian di tengah; Mehdi Taremi sebagai striker tunggal. Kombinasi ini memungkinkan Iran mengalirkan bola dengan baik, meski tergantung pada keberhasilan Taremi dalam menciptakan peluang.
Kedua tim bermain dengan permainan yang dinamis, tetapi ketahanan Iran di babak pertama dan konsistensi Belgia di babak kedua membuat skor tidak berubah. Hasil imbang ini memperlihatkan bahwa kedua tim masih dalam fase penyesuaian, dengan Iran menunjukkan kepercayaan diri dan Belgia memperlihatkan ketangguhan. Dengan pertandingan berakhir 0-0, klasemen Grup G kini mengalami perubahan, dengan Iran tetap memimpin sementara Belgia menyusul di posisi kedua.
Keberhasilan Iran dalam memperoleh satu poin di babak pertama menunjukkan kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan. Sementara itu, Belgia tetap menunjukkan kualitas tim yang stabil, meski harus menyesuaikan strategi setelah kehilangan satu pemain. Pertandingan ini menjadi contoh bagaimana keberhasilan dalam kompetisi sepak bola seringkali bergantung pada keberuntungan dan konsistensi performa di setiap menit.