Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

What Happened During: Trump: Kesepakatan damai AS-Iran dijadwalkan ditandatangani hari ini

Published June 14, 2026 · Updated June 14, 2026 · By Linda Martin

Trump: Kesepakatan Damai AS-Iran Dijadwalkan Ditandatangani Hari Ini

What Happened During - Kota Washington menjadi pusat perhatian pada Sabtu (13/6) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa proses penandatanganan kesepakatan antara AS dan Iran akan segera dimulai. Menurut pengumuman Trump melalui platform Truth Social, upacara penandatanganan tersebut dijadwalkan berlangsung pada hari Minggu (14/6), menjadikannya momen penting dalam hubungan diplomatik yang berkecamukam selama beberapa tahun terakhir. Ini menandai langkah konklusif setelah serangkaian perundingan yang berlangsung intens, dengan harapan mengakhiri konflik yang terus memanas.

Kesepakatan ini dinilai sebagai titik balik dalam hubungan AS-Iran, yang sebelumnya penuh dengan ketegangan. Trump menekankan bahwa keberhasilan negosiasi ini akan memperkuat kembali kerja sama antara kedua negara. "Kami telah menemukan jalan untuk membuka jalan baru," tulis Trump, memberikan gambaran bahwa langkah ini akan mengubah dinamika hubungan bilateral. Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA

“Kesepakatan tersebut dijadwalkan akan ditandatangani besok,” tulis Trump melalui platform Truth Social, Sabtu (13/6). Pernyataan ini menunjukkan optimisme yang tinggi terhadap hasil negosiasi. Ia juga menyebut bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka kembali setelah penandatanganan selesai. "Faktanya, mereka (Iran) tidak lagi menginginkan senjata nuklir, dan mereka juga tidak akan memilikinya, baik melalui pembelian, pengembangan, maupun cara perolehan lainnya," ujarnya.

Menurut Trump, kesepakatan ini tidak hanya berdampak pada kebijakan nuklir Iran, tetapi juga menegaskan komitmen AS untuk memperbaiki hubungan dengan negara Timur Tengah. "Kini, hubungan antara kedua negara jauh lebih baik dibandingkan era sebelumnya," tambahnya. Komentar ini menunjukkan bahwa Trump melihat kembalinya kerja sama sebagai hasil dari kebijakan yang lebih terbuka. Di sisi lain, penegakan hukum terhadap Iran juga menjadi bagian dari kesepakatan tersebut, dengan AS siap melakukan intervensi jika diperlukan.

Kesepakatan ini diharapkan menjadi penyelesaian dari situasi yang terus memburuk antara AS dan Iran, yang sebelumnya terjadi karena kebijakan sanksi yang ketat. Trump menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mengizinkan transfer dana ke Iran, berbeda dengan masa pemerintahan Presiden Barack Obama. "Berbeda dengan pembayaran ratusan miliar dolar yang diberikan kepada mereka pada masa Obama, termasuk 1,7 miliar dolar dalam bentuk uang tunai, tidak akan ada uang yang berpindah tangan," jelas Trump. Ini menunjukkan perbedaan pendekatan antara dua pemerintahan.

Reaksi dari Pakistan

Dalam konteks yang sama, Kementerian Luar Negeri Pakistan juga memberikan pernyataan bahwa upacara penandatanganan kesepakatan AS-Iran akan diadakan pada hari Minggu. “Mereka (Menteri Luar Negeri Pakistan dan Arab Saudi) menyambut baik perundingan AS-Iran yang telah memasuki tahap akhir, dengan upacara penandatanganan elektronik dijadwalkan berlangsung besok,” tulis kementerian tersebut melalui platform X. Pakistan, sebagai negara yang berpengaruh di kawasan, memandang kesepakatan ini sebagai langkah strategis untuk menjaga stabilitas.

Sebelumnya, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan bahwa naskah final dari kesepakatan damai telah disepakati. Pernyataan ini menunjukkan dukungan kuat Pakistan terhadap usaha mengakhiri konflik antara AS dan Iran. Dengan adanya kesepakatan, diperkirakan akan ada perubahan signifikan dalam kebijakan luar negeri Pakistan, yang sebelumnya sering menjadi mediator dalam isu-isu regional.

Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa Teheran dan Washington belum pernah sebaik ini dalam mencapai kesepahaman. "Kami telah mencapai titik terdekat dalam negosiasi ini," ujarnya. Araghchi juga menegaskan bahwa Iran tetap bersikeras bahwa satu-satunya cara yang diterima untuk menangani persediaan uranium diperkaya tinggi adalah memprosesnya di wilayah Iran sendiri. Pernyataan ini menunjukkan bahwa Iran tidak akan menyerahkan urutan nuklir ke pihak luar, meski kesepakatan ini mengurangi risiko pengembangan senjata nuklir.

Kesepakatan ini juga diharapkan dapat mengurangi tekanan terhadap Iran, terutama terkait sanksi ekonomi yang selama ini berdampak signifikan. Dengan penandatanganan, AS dan Iran sepakat untuk membangun kembali kepercayaan, meskipun masih ada ketegangan dalam beberapa isu. Namun, penutupan Selat Hormuz, yang menjadi jalur penting untuk perdagangan minyak, menjadi fokus utama dalam kesepakatan ini.

Trump menegaskan bahwa AS akan memastikan bahwa Iran tidak memiliki akses ke senjata nuklir, baik melalui pembelian atau pengembangan sendiri. “Amerika Serikat akan masuk dan mengambil debu nuklir” pada waktu yang tepat, kata Trump, memastikan bahwa Iran tidak akan mengkhianati kesepakatan. Ini menegaskan bahwa AS tetap mempertahankan pengawasan terhadap program nuklir Iran, meskipun mengurangi sanksi secara signifikan.

Para analis mengatakan bahwa kesepakatan ini akan berdampak besar pada geopolitik kawasan. Dengan peningkatan hubungan antara AS dan Iran, diperkirakan akan ada efek domino pada negara-negara lain, seperti Arab Saudi dan Pakistan. Namun, penegakan hukum terhadap Iran tetap menjadi prioritas, dengan AS siap mengambil tindakan jika diperlukan. Kesepakatan ini menjadi simbol perubahan yang signifikan dalam kebijakan luar negeri AS, yang sebelumnya cenderung keras terhadap Iran.