Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: KBRI Bern dorong kerja sama ekonomi digital Indonesia-Swiss

Published June 28, 2026 · Updated June 28, 2026 · By Patricia Hernandez

KBRI Bern Dorong Kerja Sama Ekonomi Digital Indonesia-Swiss

Topics Covered - Kantor Perwakilan RI di Bern berkomitmen untuk memperkuat kerja sama ekonomi digital antara Indonesia dan Swiss melalui acara forum bisnis yang diadakan di Zug, Swiss. Acara ini bertujuan membangun kolaborasi antar pelaku industri digital kedua negara, yang dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Swiss. Forum, yang dinamai "Indonesia-Swiss Business Forum Series 2026 on Digital Economy: Enhancing Collaboration in the Fastest Emerging Market", dihadiri oleh para CEO perusahaan teknologi, praktisi, akademisi, serta pemangku kebijakan dari kedua negara, untuk membahas peluang pengembangan ekosistem digital bersama.

Perkembangan Ekosistem Digital dan AI

Dalam pidatonya, Duta Besar RI untuk Swiss, Ngurah Swajaya, menekankan pentingnya kerja sama antara kedua negara dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital. Menurutnya, ekosistem digital Indonesia telah berkembang pesat, sementara peran kecerdasan buatan (AI) semakin menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan berbagai sektor di masa depan. Proyeksi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia mencapai hampir 180 miliar dolar AS pada 2030, menjadikan waktu ini tepat untuk inovator dari kedua negara membangun interaksi yang lebih dalam.

"Seiring berkembangnya ekosistem digital Indonesia dan peran AI yang semakin dominan dalam pertumbuhan sektor-sektor di masa mendatang — yang diprediksi mencapai hampir 180 miliar dolar AS pada 2030 — saat ini menjadi momen ideal bagi para inovator asal Swiss dan Indonesia untuk berkolaborasi," ujar Ngurah Swajaya dalam keterangan resmi dari KBRI Bern, Sabtu.

Ngurah menyoroti bahwa Indonesia, sebagai pasar terbesar di ASEAN dan salah satu pusat digital terbesar di dunia, memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama dengan keunggulan inovasi digital Swiss. Khususnya, kolaborasi bisa fokus pada infrastruktur digital, keuangan digital, serta kecerdasan buatan (AI). "Kegiatan ini mempertemukan potensi digital kedua negara yang saling melengkapi, bahkan dilaksanakan di pusat kripto dan blockchain terbesar Eropa, Kanton Zug," tambahnya.

Pelatihan Tenaga Kerja Digital dan Peluang Kerja Sama

Kantor Perwakilan RI di Bern menyoroti bahwa potensi ekonomi digital kedua negara belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan interaksi antara pelaku industri digital di Indonesia dan Swiss. Forum bisnis ini diharapkan mendorong pertukaran ide dan penguatan kerja sama strategis, terutama dalam pengembangan teknologi digital yang bisa memperkuat kedaulatan digital kedua negara.

"Penerapan teknologi digital di bidang produksi fisik maupun fintech akan lebih mudah jika tenaga kerja dilatih dengan standar Swiss," kata Marco Bardelli, Chief Business Officer Nongsa Digital Park di Batam, dalam wawancara terpisah.

Pelatihan tenaga kerja digital yang ditawarkan oleh Nongsa Digital Park menjadi salah satu topik utama yang dibahas. Bardelli menjelaskan bahwa keahlian yang diakui internasional dari Swiss akan membantu perusahaan-perusahaan Swiss mengembangkan usaha di Indonesia. Selain itu, forum juga menyoroti isu-isu seperti "Fintech, Blockchain, dan Masa Depan Keuangan" serta "AI dan Inovasi Digital" sebagai langkah untuk mengeksplorasi peluang kolaborasi dalam sektor-sektor strategis.

Peran Zug dan Stakeholder Lain dalam Kolaborasi

Menurut Silvia Thalmann-Gut, Direktur Kerja Sama Ekonomi Kanton Zug, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga riset sangat penting untuk membentuk kebijakan yang mendukung pertumbuhan bisnis dan meningkatkan kepercayaan investor. "Kolaborasi multidimensi ini mampu menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mendorong inovasi yang berkelanjutan," katanya.

Sementara itu, IGP Wira Kusuma, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia di London, memaparkan bahwa kondisi ekonomi makro Indonesia tetap stabil, dengan peningkatan inovasi sistem pembayaran digital. Salah satu wacana yang ditekankan adalah perluasan penggunaan QRIS di kawasan Asia sebagai bagian dari upaya modernisasi layanan keuangan.

Kerja Sama yang Direncanakan

Forum bisnis yang diselenggarakan setiap tahun ini menjadi wadah untuk mempromosikan potensi ekonomi Indonesia. KBRI Bern menggambarkan kegiatan ini sebagai upaya strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi dan bisnis dengan Swiss serta Liechtenstein. Dalam kesempatan ini, para peserta membahas berbagai aspek, termasuk infrastruktur digital dan pusat data, yang menjadi fondasi utama dalam pengembangan ekonomi digital.

Ngurah Swajaya juga menggarisbawahi bahwa kehadiran forum di Zug, yang merupakan pusat kripto dan blockchain terbesar di Eropa, memiliki makna khusus. Lokasi ini menunjukkan komitmen Swiss untuk menjadi mitra dalam pengembangan teknologi digital di Indonesia. "Kota ini menjadi simbol keunggulan Swiss dalam inovasi digital, yang bisa diintegrasikan dengan potensi Indonesia," ujarnya.

Langkah Strategis untuk Kedaulatan Digital

Selain infrastruktur dan fintech, forum juga menyoroti kebutuhan pembangunan ekosistem keuangan yang inklusif. IGP Wira Kusuma menambahkan bahwa keberhasilan kolaborasi antara kedua negara akan menjadi jaminan untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. "Indonesia membutuhkan dukungan teknologi dan sumber daya manusia berkualitas dari Swiss untuk memperkuat kedaulatan digital," kata dia.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Nongsa Digital Park menawarkan program pelatihan khusus yang dirancang untuk memberikan sertifikasi standar internasional kepada tenaga kerja Indonesia. Bardelli menegaskan bahwa hal ini bisa menjadi peluang baru bagi perusahaan Swiss yang ingin beroperasi di pasar digital terbesar di Asia Tenggara. "Dengan pelatihan berstandar Swiss, Indonesia bisa menjadi mitra yang lebih efisien dalam proyek inovasi digital," katanya.

Pembahasan tentang AI dan digital innovation juga menjadi fokus utama. Ngurah Swajaya menyebutkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya meningkatkan keahlian teknis, tetapi juga membuka jalan untuk penerapan solusi digital yang inovatif. "Swiss memiliki keunggulan dalam pengembangan teknologi AI, sementara Indonesia memiliki pasar yang luas dan kebutuhan akan inovasi," tambahnya.

Nilai Forum dalam Penguatan Ekonomi

Kegiatan yang berlangsung pada 25 Juni 2026 ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki ekosistem digital matang. Dengan melibatkan mitra-mitra strategis dari Swiss, KBRI Bern berharap bisa menciptakan jaringan kerja sama yang berkelanjutan. "Kita perlu membangun hubungan yang saling menguntungkan, baik dalam investasi maupun ekspansi bisnis," ujar Ngurah Swajaya.

Dalam keseluruhan rangkaian forum, peluang kerja sama mencakup pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi bisnis, mengurangi risiko keamanan data, serta memperluas akses ke pasar global. Kombinasi antara keunggulan inovasi Swiss dan potensi Indonesia menjadi fondasi penting untuk menciptakan ekonomi digital yang lebih inklusif. "Kerja sama ini bukan hanya tentang ekspor teknologi, tetapi juga transfer pengetahuan dan pengalaman," tambahnya.

Forum bisnis di Zug juga menekankan pentingnya penguatan kebijakan yang mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Thalmann-Gut menjelaskan bahwa kemitraan antara pemerintah dan sektor sw