Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

What Happened During: Legislator DKI dorong pembangunan taman di kawasan padat penduduk

Published May 31, 2026 · Updated May 31, 2026 · By Sandra Jones

Legislator DKI Dorong Pembangunan Taman di Kawasan Padat Penduduk

What Happened During - Di Jakarta, seorang anggota DPRD DKI Jakarta, Jamilah Abdul Gani, mengemukakan usulan untuk meningkatkan jumlah taman dan ruang terbuka hijau (RTH) di area permukiman yang padat. Menurutnya, langkah ini bertujuan memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat yang tinggal di kawasan berpadat penduduk. Dalam sebuah wawancara di kota ini, Jamilah menekankan pentingnya ruang hijau sebagai bagian dari upaya pengembangan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.

Persoalan Akses Ruang Publik

Kawasan permukiman padat sering kali menghadirkan tantangan bagi warga dalam mengakses ruang publik yang layak. Jamilah menjelaskan bahwa kondisi fisik permukiman yang rapat mengurangi ruang untuk taman, halaman, atau area rekreasi. Dalam kunjungannya ke berbagai daerah, ia sering mendengar keluhan dari masyarakat tentang keterbatasan lahan yang bisa digunakan untuk kegiatan bersama. "Masyarakat menginginkan adanya ruang terbuka hijau, taman kecil, atau taman udara yang bisa berfungsi ganda. Selain sebagai tempat bersantai, mereka juga mengharapkan keberadaan ruang yang mampu menyaring polusi udara," ujarnya.

"Warga sering menyampaikan ke saya bahwa lahan yang tidak terlalu besar pun sudah cukup untuk dijadikan taman lingkungan," tambah Jamilah.

Menurutnya, taman lingkungan bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga bisa menjadi tempat untuk berinteraksi sosial dan berolahraga. Ia menyoroti bahwa keberadaan area hijau bisa membantu mengurangi stres serta meningkatkan kesehatan fisik masyarakat. Selain itu, taman ini juga berpotensi menjadi ruang pendidikan tentang lingkungan, terutama untuk anak-anak yang tinggal di permukiman padat.

Usulan Per RW

Jamilah menambahkan bahwa sejumlah warga secara aktif mengusulkan agar setiap Rukun Warga (RW) memiliki taman lingkungan yang bisa dimanfaatkan bersama. Usulan ini dianggap sebagai solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan warga dalam memiliki ruang hijau tanpa harus mengorbankan area permukiman yang sempit. "Harapannya, taman-taman tersebut bisa menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Bahkan, jika bisa dibuat di setiap RW, maka akses ke ruang terbuka hijau akan lebih mudah dijangkau," tuturnya.

"Di lingkungan padat, taman-taman kecil tetap bisa memberikan manfaat besar. Mereka membutuhkan ruang untuk bernapas, bermain, atau sekadar menghirup udara segar," kata anggota DPRD DKI Jakarta ini.

Usulan tersebut juga diharapkan bisa menjadi bentuk partisipasi masyarakat dalam pengelolaan lingkungan mereka sendiri. Jamilah menilai bahwa dengan melibatkan warga dalam merancang taman, proyek ini akan lebih sesuai dengan kebutuhan aktual. "Banyak warga yang menunjukkan keseriusan dalam mengusulkan taman lingkungan. Mereka ingin keberadaan ruang hijau yang tidak hanya indah, tetapi juga fungsional," jelasnya.

Kebutuhan Fasilitas Pendukung

Selain ruang terbuka hijau, Jamilah juga menyebutkan sejumlah usulan dari masyarakat terkait penataan lingkungan dan pembangunan fasilitas pendukung. Beberapa di antaranya, seperti perbaikan saluran air dan pengembangan jalan lingkungan, masih belum terealisasi hingga saat ini. Ia mengkritik keterlambatan pemerintah daerah dalam menindaklanjuti aspirasi warga, terutama terkait pengurangan polusi dan pengelolaan limbah di kawasan padat.

"Masyarakat sering mengajak kami turun ke lingkungan mereka untuk menunjukkan persoalan yang ada. Dari situ kita bisa mengenali kebutuhan warga secara nyata dan mencari solusi yang tepat," katanya.

Jamilah menekankan bahwa pemerintah daerah harus lebih proaktif dalam mengunjungi langsung masyarakat untuk memahami kondisi riil. "Kita tidak bisa hanya mengandalkan data, tetapi juga harus melihat langsung apa yang dihadapi warga di lapangan," tambahnya. Dalam konteks ini, taman lingkungan menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi masalah lingkungan, khususnya dalam memperbaiki kualitas udara dan mengurangi panas di perkotaan.

Peran Pemerintah Daerah

Menurut Jamilah, pemerintah daerah perlu menempatkan ruang terbuka hijau sebagai prioritas dalam rencana pengembangan kota. Ia menyoroti bahwa target peningkatan luas RTH di Jakarta seharusnya diwujudkan melalui kerja sama dengan masyarakat. "Kebutuhan akan taman di kawasan padat penduduk adalah bagian dari aspirasi yang tidak boleh diabaikan," ujarnya.

"Kalau taman lingkungan bisa terwujud, masyarakat tidak hanya menikmati kenyamanan, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan," lanjut Jamilah.

Menurutnya, taman di permukiman padat bisa menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Ia juga menyinggung bahwa ruang hijau bisa mengurangi biaya kesehatan masyarakat, karena mengurangi risiko penyakit akibat polusi udara dan stres. Selain itu, taman lingkungan bisa memperkuat kebersamaan warga, terutama di lingkungan yang terkadang sulit untuk saling berkomunikasi.

Penyesuaian dengan Kondisi Lokal

Jamilah mengingatkan bahwa desain taman harus disesuaikan dengan kondisi setempat. Ia mencontohkan bahwa warga di beberapa RW mampu mengubah lahan sempit menjadi taman yang bisa dipakai untuk berbagai kegiatan. "Kita harus melibatkan warga dalam menentukan konsep taman yang sesuai dengan lingkungan mereka," jelasnya.

"Salah satu kebutuhan utama warga di permukiman padat adalah akses ke ruang hijau yang sederhana tetapi bermanfaat. Mereka tidak meminta taman mewah, tetapi taman yang bisa digunakan sehari-hari," kata anggota DPRD DKI Jakarta tersebut.

Usulan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup warga melalui pembangunan berkelanjutan. Jamilah menilai bahwa taman lingkungan bisa menjadi bagian dari upaya menjaga ekosistem perkotaan yang seimbang. Ia menekankan bahwa dengan peningkatan jumlah RTH, Jakarta bisa menjadi kota yang lebih hijau dan nyaman, terutama bagi warga yang tinggal di area padat.

Perspektif Pemerintah

Menurut Jamilah, pemerintah daerah perlu mendorong implementasi kebijakan yang lebih realistis. "Kita tidak bisa hanya berbicara tentang target, tetapi juga harus memastikan bahwa taman-taman tersebut benar-benar bisa diakses oleh warga," katanya. Ia juga menyarankan bahwa pemerintah bisa bekerja sama dengan organisasi lingkungan atau komunitas lokal untuk mengelola taman secara efekt