Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Important Visit: Wamenpar imbau pelaku wisata Dieng tingkatkan kesiapan jelang liburan

Published June 21, 2026 · Updated June 21, 2026 · By Patricia Hernandez

Wamenpar Imbau Pelaku Wisata Dieng Tingkatkan Kesiapan Jelang Liburan

Important Visit - Dalam kunjungan resmi ke kawasan Dieng, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan pentingnya kesiapan optimal dari para pelaku wisata untuk menghadapi peningkatan jumlah pengunjung selama libur sekolah. Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pariwisata, memastikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi wisatawan. Kunjungan Wamenpar di Dieng pada 20-21 Juni menyoroti komitmen pemerintah dalam mengawal sektor pariwisata.

Pentingnya Kesiapan Sebelum Libur Sekolah

Kawasan Dieng, yang terletak di lereng Gunung Slamet, menjadi destinasi utama di Jawa Tengah dengan daya tarik alam dan budaya yang luar biasa. Seiring meningkatnya minat wisatawan, jumlah pengunjung diprediksi akan naik signifikan selama libur sekolah. Oleh karena itu, Ni Luh Puspa menekankan perlunya persiapan lebih matang dari operator wisata, pengelola homestay, dan penyedia jasa transportasi. "Kesiapan harus mencakup teknis seperti infrastruktur, pengelolaan limbah, dan keamanan," ujarnya, menambahkan bahwa masyarakat lokal juga perlu terlibat aktif dalam menjaga kebersihan dan kesopanan tamu.

"Kami terus mengimbau pengelola destinasi, penginapan, dan seluruh pelaku wisata agar mempersiapkan diri secara optimal. Dengan demikian, pengalaman berwisata yang aman, nyaman, berkualitas, dan berkelanjutan dapat benar-benar terwujud,"

Langkah Strategis Peningkatan Pariwisata

Wamenpar melakukan inspeksi langsung ke tiga lokasi utama Dieng, yaitu Kawah Sikidang, Telaga Warna, dan Kompleks Candi Arjuna. Kawah Sikidang, yang merupakan sumber panas alam, sering dijadikan objek wisata geologis. Telaga Warna, dengan air berwarna cerah, menjadi spot foto favorit pengunjung. Sementara Kompleks Candi Arjuna menawarkan pengalaman budaya yang unik. Dalam kunjungannya, Ni Luh Puspa meminta seluruh pihak terlibat dalam menjaga kualitas layanan, termasuk pengaturan jalur evakuasi dan penggunaan alat keselamatan.

Dieng juga dikenal sebagai tempat keramat dengan ritual keagamaan seperti Ngaben. Oleh karena itu, selain persiapan teknis, pengelolaan budaya dan keagamaan menjadi fokus utama. Peningkatan kesiapan wisata di kawasan ini tidak hanya memperkuat atraksi alam, tetapi juga menjaga keseimbangan antara kunjungan wisata dan perlindungan lingkungan. "Kita perlu menyiapkan sistem pemantauan kepadatan pengunjung," katanya, menekankan keharmonisan antara aktivitas pariwisata dan keberlanjutan ekosistem.

Selama kunjungan, Wamenpar meminta pengelola wisata untuk memperhatikan perubahan cuaca dan kondisi geologis. Aktivitas vulkanik, seperti letusan Kawah Sikidang, bisa memengaruhi pengalaman wisata jika tidak dikelola dengan baik. "Kepersiapan harus didukung oleh kebijakan yang jelas dan koordinasi antarinstansi," imbuhnya, menyoroti pentingnya keselarasan antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga standar layanan.

Dieng telah menyambut sekitar 450.000 pengunjung pada 2023. Dengan peningkatan jumlah tersebut, kesiapan wisata menjadi kunci sukses pengembangan destinasi. Wamenpar juga meminta pelaku usaha wisata untuk menyediakan layanan prima, seperti pengelolaan sampah dan fasilitas penginapan. "Kualitas pariwisata tidak hanya tergantung pada jumlah pengunjung, tetapi juga pada pengalaman yang bisa diingat," tambahnya.

Important Visit ini memberikan gambaran tentang prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas pariwisata Dieng. Dengan memperkuat persiapan, kawasan ini dapat menjadi contoh destinasi yang sehat dan berkelanjutan. Selain itu, kunjungan Wamenpar juga bertujuan memantau kesiapan kawasan menjelang periode libur yang kritis. "Kami ingin menjaga keberlanjutan pariwisata Dieng, terutama dalam menyambut musim liburan," pungkas Ni Luh Puspa.