Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: Olahraga angkat beban disarankan fokus perkuat seluruh otot

Published June 19, 2026 · Updated June 19, 2026 · By Daniel Johnson

Olahraga Angkat Beban Disarankan Fokus Perkuat Seluruh Otot

Latest Program - Jakarta, Rabu (tanggal mungkin perlu ditambahkan) - Dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara, Sp.OT dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) mengingatkan bahwa saat menjalani olahraga angkat beban atau weightlifting, penting untuk menyeimbangkan penguatan otot-otot tubuh secara merata. Menurutnya, jika seseorang hanya fokus pada satu bagian tubuh, risiko cedera akan meningkat. “Keseimbangan latihan sangat krusial agar tubuh tidak mengalami ketidakseimbangan yang bisa menyebabkan nyeri atau sakit di area yang kurang terlatih,” jelas Alfariq kepada ANTARA di Jakarta, pada Kamis.

Penyebab Cedera dalam Latihan Angkat Beban

Alfariq menyebutkan bahwa beberapa faktor sering memicu cedera saat berolahraga angkat beban. Salah satunya adalah penggunaan teknik yang tidak tepat, yang bisa mengakibatkan tekanan berlebihan pada sendi atau otot. Selain itu, kurangnya pemanasan sebelum latihan juga menjadi penyebab utama, karena otot belum siap untuk bekerja maksimal. Tekanan pada bagian tubuh yang belum terbiasa berlatih akan berdampak pada kesehatan secara keseluruhan.

Dalam kaitannya dengan pemilihan beban, Alfariq menekankan bahwa individu perlu menentukan intensitas yang sesuai dengan kemampuan fisiknya. “Pemula sebaiknya memulai dengan beban ringan dan secara bertahap meningkatkan kesulitannya agar otot tidak terlalu tertekan,” ujarnya. Ia juga menyarankan menyusun program latihan yang terstruktur, termasuk membagi waktu untuk memperkuat bagian tubuh yang berbeda. Ini bisa membantu mencegah kelelahan berlebihan pada area tertentu.

Manfaat Kombinasi Latihan untuk Kesehatan Tubuh

Menurut Alfariq, olahraga angkat beban sebaiknya diimbangi dengan jenis latihan lain, seperti aerobik atau non-aerobik. Kombinasi tersebut bisa menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh, bukan hanya meningkatkan kekuatan otot tertentu. “Dengan memadukan berbagai bentuk latihan, tubuh akan lebih terjaga dari risiko cedera dan menumbuhkan kebugaran yang seimbang,” tuturnya.

Ia menyoroti bahwa banyak orang yang masih belum terbiasa berolahraga, sehingga tubuhnya belum siap untuk menangani intensitas latihan yang tinggi. Untuk mengatasi hal ini, Alfariq menyarankan untuk memulai dengan intensitas rendah, lalu meningkatkan secara bertahap. “Misalnya, jika seseorang ingin bermain padel, latihan angkat beban bisa menjadi bagian penting untuk memperkuat otot-otot yang diperlukan dalam aktivitas tersebut,” imbuhnya.

“Kalau Anda tidak mendapatkan keseimbangan tersebut biasanya akan mengundang rasa nyeri atau sakit di sektor atau regio tubuh yang tidak diperkuat. Karena itu jangan lupa keseimbangan, perkuat dari seluruh area tubuh,”

Alfariq juga menambahkan bahwa latihan angkat beban memberikan rangsangan mekanis pada tulang, otot, dan sendi. Rangsangan ini memicu metabolisme tubuh untuk memperkuat struktur tersebut. “Dengan olahraga, tubuh menerima stimulasi yang mengaktifkan proses regenerasi sel-sel otot dan tulang,” jelasnya. Ia menekankan bahwa nutrisi yang baik menjadi pendamping penting dari latihan tersebut.

Kombinasi antara latihan fisik dan asupan gizi yang seimbang, menurut Alfariq, akan meningkatkan hasil penguatan tubuh secara optimal. “Nutrisi memastikan sel-sel otot memiliki bahan baku untuk membangun kekuatan dan ketahanan,” kata dia. Ia menyarankan konsumsi protein yang cukup, karbohidrat kompleks, serta vitamin dan mineral untuk mendukung pemulihan dan pertumbuhan otot.

Persiapan Sebelum Memulai Latihan

Sebelum memulai sesi angkat beban, Alfariq menekankan perlunya pemahaman tentang teknik yang benar. “Jika seseorang bingung dengan langkah-langkah latihan, mungkin perlu bantuan profesional seperti personal trainer agar prosesnya lebih aman,” kata dokter yang akrab disapa Alfariq itu. Ia juga menyebutkan bahwa pemanasan dan pendinginan yang cukup sangat vital untuk menghindari cedera.

Alfariq berharap masyarakat lebih memperhatikan keseimbangan dalam latihan. “Tidak hanya fokus pada satu bagian tubuh, tetapi latih semua area secara merata agar tidak ada bagian yang lemah,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa kebiasaan berolahraga secara rutin bisa meningkatkan fungsi fisik secara signifikan. “Kebugaran jangka panjang bisa terbentuk jika latihan dilakukan secara konsisten,” jelasnya.

Menurut Alfariq, selain weightlifting, jenis latihan lain seperti berjalan kaki, lari, atau yoga juga penting untuk memperkuat daya tahan tubuh. “Latihan aerobik membantu meningkatkan sirkulasi darah dan mengurangi risiko kelelahan berlebihan,” kata dia. Ia menekankan bahwa keseimbangan antara kekuatan dan kardio harus diperhatikan agar kesehatan secara keseluruhan tetap terjaga.

Penekanan pada Nutrisi dan Teknik Latihan

Dalam konteks penguatan otot, Alfariq mengingatkan bahwa nutrisi yang tepat menjadi penunjang utama. “Protein adalah komponen penting untuk membangun jaringan otot, sementara karbohidrat memberi energi yang cukup untuk menjalani latihan,” ujarnya. Ia menyarankan konsumsi makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.

Alfariq juga menekankan pentingnya teknik yang benar. “Kesalahan teknik bisa mengakibatkan cedera sendi atau otot yang tidak terduga,” jelasnya. Ia mencontohkan bahwa saat melakukan gerakan angkat beban, postur tubuh harus tetap stabil agar beban terdistribusi merata. “Jika teknik tidak tepat, otot yang tidak terlatih bisa terganggu,” tambahnya.

Menurut Alfariq, latihan angkat beban memiliki manfaat yang luas, termasuk meningkatkan massa otot, memperkuat tulang, dan meningkatkan kebugaran. “Otot yang lebih kuat akan memberi dampak pada stamina dan kesehatan secara keseluruhan,” kata dia. Ia menekankan bahwa penguatan otot bukan hanya untuk penampilan, tetapi juga untuk mencegah penyakit degeneratif yang terkait dengan usia.

Dalam kesimpulannya, Alfariq menyarankan agar masyarakat tidak hanya memperkuat satu bagian tubuh, tetapi memastikan seluruh area terlibat dalam latihan. “Dengan keseimbangan, tubuh akan lebih sehat dan kuat,” pungkasnya. Ia juga mengingatkan bahwa latihan harus disusun secara teratur dan diimbangi dengan nutrisi serta istirahat yang cukup untuk mencapai hasil optimal.