Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Important Visit: Tiket KA Pandalungan 2 Gambir–Jember dibanderol mulai Rp750 ribu

Published June 16, 2026 · Updated June 16, 2026 · By Patricia Hernandez

Tiket KA Pandalungan 2 Gambir–Jember Dibandrol Mulai Rp750 Ribu

Important Visit -

Jakarta – Perusahaan Kereta Api Indonesia (Persero) telah mengumumkan tarif tiket untuk KA Pandalungan 2 yang menghubungkan Stasiun Gambir dan Stasiun Jember. Harga yang diberlakukan berbeda antara hari kerja dan akhir pekan, yaitu mulai dari Rp750.000 per hari kerja hingga Rp800.000 pada periode liburan atau hari minggu. Keputusan ini disesuaikan dengan aturan tarif yang berlaku di seluruh jaringan kereta api KAI. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa pada hari pertama operasional KA Pandalungan 2, yakni 18 Juni 2026, ada penawaran diskon 30 persen yang membuat harga tiket turun menjadi Rp525.000. “Penumpang dapat membeli tiket melalui aplikasi Access by KAI atau seluruh saluran resmi KAI lainnya,” terang Franoto dalam pernyataan resmi di Jakarta, Selasa.

Langkah Strategis untuk Meningkatkan Mobilitas

Pengoperasian KA Pandalungan 2 bertujuan memenuhi kebutuhan pergerakan masyarakat yang semakin meningkat, terutama pada rute Jakarta–Jember dan wilayah Tapal Kuda di Jawa Timur. Rute ini dianggap vital karena menghubungkan dua kota besar dengan banyak aktivitas ekonomi dan sosial. Franoto menambahkan bahwa layanan ini juga menjadi bagian dari upaya KAI untuk menangani permintaan penumpang yang terus naik.

KA Pandalungan 2 yang menghubungkan Gambir dan Jember memiliki nomor KA 7050 dan KA 7049. KA 7050 berangkat dari Gambir pukul 09.25 WIB dan tiba di Jember pada pukul 23.20 WIB, sedangkan KA 7049 berangkat dari Jember pukul 09.05 WIB dan tiba di Gambir pada pukul 22.03 WIB. Rute ini melewati sejumlah stasiun strategis di wilayah utara Jawa, seperti Bekasi, Cikarang, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Cepu, Bojonegoro, Lamongan, Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, Sidoarjo, Bangil, Pasuruan, Probolinggo, hingga Jember.

Kapasitas dan Sarana yang Disediakan

Dalam hal fasilitas, KA Pandalungan 2 menggunakan rangkaian kereta eksekutif dengan delapan kereta yang mampu menampung total 400 kursi per perjalanan. Franoto mengatakan keputusan untuk menambahkan layanan ini didasarkan pada performa positif KA Pandalungan yang telah beroperasi sebelumnya. Dalam tahun 2025, KA Pandalungan membawa sekitar 409.200 penumpang, sementara pada Januari–Mei 2026, angka ini meningkat menjadi 173.977 orang. Angka tersebut naik 5,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang mencatat 165.197 penumpang.

Franoto menjelaskan bahwa pertumbuhan penumpang ini memperkuat kebutuhan untuk menambah kapasitas transportasi. “Kehadiran KA Pandalungan 2 diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas antar kota serta memperkuat koneksi Jakarta dengan Jember serta berbagai wilayah lain di Pulau Jawa,” ujarnya dalam pernyataan tersebut.

Pengembangan Infrastruktur dan Konektivitas

KAI Daop 1 Jakarta tidak hanya fokus pada layanan antar kota tetapi juga memperhatikan pertumbuhan mobilitas dalam skala regional. Franoto menekankan bahwa KA Pandalungan 2 akan membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk ke kota-kota potensial di Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Tiket KA Pandalungan 2 bisa dipesan melalui aplikasi Access by KAI maupun seluruh saluran resmi penjualan tiket KAI,” tambahnya.

Rute Gambir–Jember yang dioperasikan oleh KA Pandalungan 2 juga didesain untuk menjangkau stasiun penting yang menjadi titik kumpul aktivitas ekonomi dan budaya. Dengan melewati Bekasi hingga Jember, layanan ini memberikan alternatif transportasi yang lebih cepat dan nyaman dibandingkan angkutan umum lainnya. Franoto menyebutkan bahwa pengoperasian KA Pandalungan 2 akan menjadi bagian dari upaya KAI untuk memperkuat jaringan transportasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah utara Jawa.

Analisis Permintaan dan Dukungan Pemerintah

Kebutuhan masyarakat untuk berpindah antar kota semakin meningkat, terutama di wilayah Jawa yang merupakan pusat kegiatan ekonomi. KA Pandalungan 2 diharapkan mampu menjawab permintaan tersebut dengan memberikan layanan yang lebih efisien. Franoto menjelaskan bahwa KAI terus memantau peningkatan jumlah penumpang di berbagai rute, termasuk Gambir–Jember.

Data yang diberikan menunjukkan bahwa pada Januari–Mei 2026, jumlah penumpang yang menggunakan KA Pandalungan meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Pertumbuhan ini mencapai 5,31 persen, yang menunjukkan minat publik terhadap layanan ini. Franoto menyatakan bahwa peningkatan tersebut adalah indikasi kuat bahwa KAI perlu menambah kapasitas untuk memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat.

Peran KA Pandalungan 2 dalam Masa Depan Transportasi

KAI Daop 1 Jakarta juga memperhatikan kualitas pelayanan yang diberikan oleh KA Pandalungan 2. Rangkaian kereta eksekutif yang digunakan diperkuat dengan fasilitas modern seperti tempat duduk yang nyaman, koneksi internet, dan akses ke layanan makanan. Franoto mengatakan bahwa layanan ini menjadi bagian dari rencana KAI untuk menghadirkan opsi transportasi yang lebih efektif di tengah peningkatan jumlah penduduk serta kebutuhan mobilitas yang semakin kompleks.

Menurut Franoto, pengoperasian KA Pandalungan 2 tidak hanya meningkatkan koneksi antar kota tetapi juga memperkuat akses ke destinasi strategis. “Layanan ini menjadi