Latest Program: Pemkot Jaktim tuntaskan tumpukan 45 ton sampah di Cakung Barat
Latest Program: Pemkot Jaktim Selesaikan 45 Ton Sampah
Latest Program - Sebagai bagian dari Latest Program terbaru, Pemerintah Kota Jakarta Timur berhasil menyelesaikan operasi pembersihan massal di kawasan tempat penampungan sementara. Fokus utama Latest Program ini adalah TPS RW 01 di Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung. Proses pembersihan yang telah dimulai sejak beberapa hari lalu mencapai target penyelesaian total pada hari Kamis pekan ini. Dengan Latest Program ini, tidak ada lagi sisa tumpukan sampah yang tertinggal di area TPS yang berada di belakang Pasar Cakung.
Kepala Satuan Pelaksana Lingkungan Hidup Kecamatan Cakung, Encep Suryana, menyampaikan konfirmasi resmi mengenai keberhasilan Latest Program tersebut. Menurutnya, total volume sampah yang berhasil dipindahkan dari TPS mencapai angka 45 ton. Sampah-sampah tersebut telah diangkut seluruhnya menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu yang berlokasi di Bantargebang, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat. Proses pengangkutan ini melibatkan armada yang cukup besar untuk memastikan tidak ada sampah yang tertinggal.
"Sesuai dengan target kita kemarin, bahwa hari Kamis ini sudah tuntas, tidak ada lagi tumpukan sampah di TPS belakang Pasar Cakung. Tadi malam, totalnya mencapai 45 ton sampah yang kita bersihkan dari TPS tersebut," kata Encep Suryana di Jakarta, Kamis.
Penumpukan sampah di lokasi tersebut sebelumnya terjadi akibat keterbatasan armada pengangkutan yang tersedia. Kondisi ini menyebabkan setiap harinya selalu ada sisa sampah yang tidak terangkut, sehingga secara bertahap terjadi pengendapan dan akhirnya membentuk tumpukan yang cukup signifikan. Untuk mengatasi masalah ini, pihak kecamatan mengerahkan sejumlah truk untuk melakukan pengangkutan massal. Encep menjelaskan bahwa untuk mengangkut tumpukan sampah yang memiliki ketinggian sekitar dua meter, digunakan lima truk typer kecil dengan kapasitas masing-masing lima ton, ditambah satu unit truk typer besar berkapasitas 10 ton.
Implementasi Latest Program di TPS Cakung Barat
Lurah Cakung Barat, Yasir Habib Putra, menegaskan bahwa lokasi TPS tersebut tetap berfungsi sebagai fasilitas resmi untuk RW 01. Meskipun tumpukan sampah telah bersih, area seluas 10x15 meter persegi ini tidak akan diubah fungsinya. Hal ini disebabkan karena di wilayah tersebut hanya terdapat satu lokasi yang memadai untuk dijadikan sebagai TPS. Yasir menambahkan bahwa TPS ini telah ada sejak awal pembangunan pasar, bahkan sebelum keberadaan Rusun KM 21 didirikan.
"Lokasi tersebut tetap dijadikan TPS resmi RW 01. Apalagi, TPS ini ada sejak pasar itu dibangun atau sudah ada sebelum Rusun KM 21 itu berdiri," ujar Yasir.
Menurut Yasir, pasar merupakan kawasan komersial yang seharusnya memiliki tanggung jawab mandiri dalam pengelolaan sampah. Oleh karena itu, ia berharap pihak pengelola pasar Cakung dapat mengambil peran lebih aktif dalam menangani volume sampah yang dihasilkan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah kerja sama dengan pihak ketiga untuk mengurangi beban penumpukan. Selain itu, kelurahan juga terus mengajukan permohonan penggunaan lahan perumahan atau Rusun KM 21 sebagai TPS tambahan untuk warga RW 01.
Harapan dari Latest Program Pengelolaan Sampah
Dengan adanya pemisahan fungsi ini, TPS untuk warga akan mendapatkan pelayanan dari Suku Dinas LH Jakarta Timur, sementara sampah dari pasar akan dikelola secara komersial. Kelurahan Cakung Barat memiliki rencana jangka panjang untuk memisahkan TPS warga RW 01 dengan TPS pasar secara fisik. Jajaran kelurahan dan warga setempat berharap TPS pasar dapat dikelola dengan sistem business-to-business atau B to B.
Sementara itu, TPS untuk warga akan dibuka dengan menerapkan sistem pool gerobak. Sistem ini berarti TPS hanya dibuka pada saat truk pengangkut tiba, kemudian gerobak baru diperbolehkan masuk ke area TPS. Dengan cara ini, sampah yang telah dikumpulkan oleh warga dapat langsung diangkut ke truk tanpa mengalami penumpukan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya akumulasi sampah seperti yang pernah terjadi sebelumnya. Implementasi sistem ini akan membutuhkan koordinasi yang baik antara pengelola TPS, pengangkut sampah, dan warga sekitar untuk memastikan efektivitasnya.
Ke depan, kelurahan juga akan melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja sistem pengelolaan sampah yang baru diterapkan. Evaluasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada hambatan dalam proses pengangkutan dan penampungan sampah. Warga RW 01 diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah. Hal ini akan memudahkan proses pengolahan di TPS dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan. Melalui Latest Program ini, masyarakat Cakung Barat dapat menikmati lingkungan yang lebih bersih dan sehat.