Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Festival kuliner malam di Pecinan Glodok Jakbar diserbu masyarakat

Published June 21, 2026 · Updated June 21, 2026 · By Joseph Wilson

Festival Kuliner Malam di Pecinan Glodok Jakbar Menjadi Daya Tarik Besar

New Policy - Sabtu malam, kawasan Pecinan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, kembali ramai dengan hadirnya festival kuliner yang diadakan oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar). Acara ini menarik perhatian masyarakat yang datang berbondong-bondong untuk menikmati berbagai hidangan lezat dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurut pantauan ANTARA di lokasi pada pukul 22.00 WIB, sebagian besar pengusaha lokal menawarkan makanan tradisional dan olahan khas kota. Selain itu, berbagai pertunjukan budaya lokal, seperti tarian tradisional dan musik, juga memperkaya suasana acara tersebut.

Peran UMKM dalam Perekonomian

Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, menjelaskan bahwa festival ini bertujuan untuk memperkuat posisi UMKM sebagai bagian penting dari perekonomian masyarakat. "UMKM adalah fondasi utama perekonomian rakyat, dan kami ingin mengangkat peran mereka secara lebih signifikan," ujar Iin saat berbicara di lokasi. Menurutnya, kegiatan seperti bazar UMKM memberikan peluang bagi pengusaha kecil untuk meningkatkan daya jual produk mereka. "Kami juga berharap melalui event ini, UMKM dapat tumbuh dan berkembang dengan dukungan yang lebih terstruktur," tambah Iin.

Menyambut festival kuliner malam, Iin juga menyebutkan bahwa event ini dirancang untuk menciptakan keberlanjutan. "Kita tidak ingin kegiatan ini berhenti hanya di malam hari. Tujuan utama adalah mengangkat kearifan lokal, termasuk budaya, ekonomi, dan kreativitas warga," katanya. Ia menambahkan, Pemkot Jakbar akan terus memperluas kegiatan serupa agar lebih banyak masyarakat mengakui peran UMKM dalam mendukung perekonomian daerah.

Warisan Budaya dan Pertunjukan Lokal

Festival ini juga menjadi panggung bagi seniman lokal. Tampil di sini adalah Abang None Jakarta Barat, seorang musisi yang dikenal dengan aliran musik tradisional. Selain itu, berbagai grup musik dan pertunjukan budaya lainnya juga ikut memeriahkan acara. Pertunjukan tersebut tidak hanya membangkitkan semangat pengunjung, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan warisan budaya yang terus dilestarikan oleh masyarakat setempat.

Dalam suasana yang semarak, banyak pengunjung yang menikmati kegiatan ini sambil memperhatikan pertunjukan. Ada penari yang mengenakan pakaian tradisional, serta musik yang menggambarkan ciri khas kawasan Pecinan Glodok. "Kita ingin menunjukkan bahwa budaya kita tetap hidup dan relevan," ujar Iin. Ia juga menegaskan, event ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi antara UMKM dan seni lokal, sehingga menciptakan ekosistem yang lebih seimbang.

Respon Masyarakat dan Kegiatan Berkelanjutan

Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah pengunjung yang memadati area. Salah satu warga yang hadir, Yuyun dari Kelurahan Keagungan Tamansari, menyatakan bahwa festival ini memberikan manfaat langsung bagi UMKM yang berpartisipasi. "Di sini, pedagang UMKM bisa menjual dagangan dengan lebih baik," katanya. Menurut Yuyun, kegiatan ini menjadi ajang unik untuk menikmati kuliner lezat sambil menjaga tradisi lokal.

Yuyun juga menambahkan bahwa dirinya dan keluarganya rutin datang ke Pecinan Glodok setiap minggu. "Di sini, anak-anak senang mencoba berbagai makanan, termasuk soto Bang Kumis yang menjadi favorit saya," ujarnya. Ia mengatakan, acara tersebut tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memperkuat ikatan komunitas di sekitar kawasan tersebut.

Kelompok UMKM lainnya, Febi, yang menjual dimsum mentai, menyambut baik kehadiran festival ini. Sebagai pengusaha baru dengan usaha yang berjalan selama kurang lebih satu tahun, Febi melihat peluang promosi sebagai manfaat besar. "Kegiatan seperti ini membantu menjangkau konsumen yang lebih luas. Mereka bisa mencicipi rasa dan memperkenalkan brand kita," imbuhnya. Febi menilai, kehadiran festival tidak hanya meningkatkan penjualan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri para pelaku usaha.

Strategi Pengembangan Pecinan Glodok

Dalam perencanaan masa depan, Pemkot Jakbar berencana memperkaya pengalaman pengunjung dengan kegiatan-kegiatan tambahan. "Kita ingin Pecinan Glodok menjadi pusat kegiatan yang lebih beragam, baik untuk anak muda, remaja, maupun kelompok seni," ujar Iin. Ia menekankan, kawasan ini perlu dijaga keberadaannya sebagai tempat yang hidup dan relevan.

Menurut Iin, pihaknya akan menggali potensi lain di Pecinan Glodok, seperti pengembangan kreativitas warga dan pemberdayaan ekonomi melalui kegiatan kolaboratif. "Kita ingin semua lapisan masyarakat memiliki kesempatan untuk berpartisipasi, baik dalam menjual produk maupun menampilkan talenta," tambahnya. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan dinamis.

Sejumlah pengunjung juga menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan yang diadakan. "Saya senang melihat UMKM lokal berkembang. Mereka memperlihatkan kualitas produk yang tidak kalah dari yang berada di pusat perbelanjaan besar," kata salah satu pengunjung. Ia menambahkan, festival ini menjadi bagian dari kehidupan komunitas dan menunjukkan bahwa kawasan Pecinan Glodok tetap relevan di tengah perkembangan kota yang cepat.

Kehadiran festival kuliner malam ini juga menjadi bentuk penguatan identitas kawasan. Dalam konteks ini, Pecinan Glodok tidak hanya dianggap sebagai tempat belanja, tetapi juga sebagai area yang memadukan tradisi dan inovasi. Dengan menghadirkan berbagai kegiatan, Pemkot Jakbar berharap menciptakan ruang yang bisa menjadi daya tarik jangka panjang bagi wisatawan dan warga setempat.

Kelangsungan dan Harapan Masa Depan

Iin berharap festival ini dapat berlanjut secara rutin. "Kami tidak hanya ingin menyenangkan pengunjung, tetapi juga menumbuhkan ekosistem yang lebih kuat," ujarnya. Ia menuturkan, acara seperti ini bisa menjadi percontohan bagi daerah lain dalam mempromosikan UMKM dan budaya lokal. "Selain festival kuliner, kita juga akan menambahkan kegiatan seperti seni pertunjukan dan pameran kreatif," imbuh Iin.

Dengan antusiasme yang tinggi, Pemkot Jakbar yakin kegiatan ini akan terus berkembang. "Masyarakat terlihat sangat antusias, dan kami berupaya agar keberlanjutan dapat tercapai," kata Iin. Ia juga mengatakan, kawasan Pecinan Glodok akan menjadi pusat kegiatan yang lebih beragam, sehingga mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai penjuru kota.

Kebijakan yang diambil oleh Pemkot Jakbar diharapkan mampu memberikan dampak positif jangka panjang. "Kita ingin