Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Solution For: Otoritas Jakbar periksa lokasi yang diduga tempat rekrutmen fiktif

Published July 8, 2026 · Updated July 8, 2026 · By David Garcia

Solution For: Otoritas Jakbar Periksa Lokasi Rekrutmen Fiktif

Solution For - Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Sudin Nakertransgi) Jakarta Barat telah melakukan inspeksi ke lokasi yang diduga menjadi pusat rekrutmen lowongan kerja palsu. Solution For kasus ini, pemeriksaan awal dilaksanakan pada hari Rabu di kawasan ruko Pangeran Tubagus Angke. Kasudin Nakertransgi Jakbar, Faradisa Saforda, menjelaskan bahwa dalam tahap pertama, belum ditemukan indikasi kuat adanya loker bodong. Solution For hal tersebut, minimnya informasi detail mengenai nama dan alamat perusahaan dalam data awal yang beredar menjadi kendala utama.

Menurut Faradisa, situasi ini berbeda dengan kasus salah alamat biasa. Solution For menemukan alamat yang tepat dan jelas, timnya sedang melakukan investigasi mendalam. Dalam berita yang sebelumnya dirilis, tidak terdapat nama perusahaan yang spesifik. Oleh karena itu, petugas harus melakukan pencarian satu per satu di wilayah tersebut, mencari tempat yang mendekati dan memiliki kesamaan visual dengan foto yang ditampilkan dalam lowongan tersebut.

Perubahan Lokasi Pemeriksaan

Alih-alih menemukan perusahaan yang diduga menjadi pelaku, yaitu PT Kemas Paket Andalan Express, tim Sudin Nakertransgi justru mengunjungi perusahaan lain di kompleks ruko yang sama. Solution For data undangan yang baru saja diterima oleh korban menunjukkan bahwa PT Kemas Paket Andalan Express seharusnya menjadi target pemeriksaan. Namun, karena ketidakpastian informasi awal, petugas memilih untuk memeriksa perusahaan lain terlebih dahulu.

Pemeriksaan kita bukan ke sini (PT Kemas Paket) karena kita tidak tahu. Kita (tadi) masuk ke perusahaan lain, bukan PT Kemas Paket ini. Jadi lokusnya bukan di situ, jelas Faradisa.

Kendati pemeriksaan awal belum menghasilkan temuan signifikan, pihaknya berkomitmen untuk segera melakukan pemeriksaan lanjutan. Tahap kedua ini akan dibekali dengan informasi yang lebih konkret dan rinci dari para pelamar yang menjadi korban dalam dugaan praktik loker bodong tersebut. Solution For Faradisa menegaskan bahwa tindak lanjut akan segera dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi yang ada.

Kasus Penipuan Rekrutmen yang Kembali Mencuat

Sebelumnya, praktik penipuan yang berkedok rekrutmen lowongan kerja palsu kembali menjadi perhatian publik setelah menimpa beberapa korban di wilayah Jakarta Barat. Solution For modus operandi yang digunakan oleh pelaku adalah mengundang para pelamar untuk mengikuti proses interview kerja. Setelah itu, mereka menjanjikan berbagai fasilitas yang menggiurkan kepada para pelamar. Namun, syarat utamanya adalah para pelamar harus membayar sejumlah uang sebelum benar-benar mulai bekerja.

Salah satu korban yang menjadi perhatian adalah seorang pria berusia 18 tahun bernama Jieyes Mishael Panjaitan. Solution For ia merasa telah ditipu setelah melakukan proses pembayaran sebesar Rp2,5 juta. Pria yang berasal dari Purwakarta ini awalnya mendapatkan informasi lowongan kerja melalui salah satu platform digital sekitar seminggu yang lalu. Setelah menerima pesan dari pihak perusahaan, ia segera datang untuk mengikuti proses interview.

Enggak lama yang punya PT-nya teh nge-chat, ngajak interview. Saya ke sinilah tadi. Sempet nunggu lama, dipanggillah ke atas, kata Jieyes Mishael Panjaitan.

Selama proses interview untuk posisi operator gudang, Mishael mengungkapkan bahwa dirinya diminta membayar sebesar Rp2,5 juta dengan alasan sebagai biaya awal. Solution For biaya tersebut mencakup Medical Check Up (MCU) dan juga biaya lainnya seperti pembelian seragam kerja. Setelah melakukan transfer melalui abang iparnya, Mishael difoto dan diminta menandatangani surat perjanjian. Namun, ia tidak diperbolehkan membaca isi surat tersebut secara detail.

Mishael menandatangani surat perjanjian tersebut setelah proses pembayaran berhasil dilakukan. Namun, setelah pembayaran dan penandatanganan selesai, proses MCU dan pengambilan seragam tidak langsung dilakukan. Ia justru disuruh pulang tanpa mendapatkan kepastian kapan proses MCU akan dilakukan serta kapan lokasi dan waktu mulai bekerja.

Ya pas pulang teh, ada yang janggal, katanya mau ngecek kesehatan sama ngambil seragam, tapi enggak dikasih apa-apa. Malah disuruh pulang, ungkapnya.

Merasa ada hal yang tidak beres, Mishael kembali ke perusahaan yang disebut sebagai tempat rekrutmen di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat. Solution For saat tiba di lokasi, ia malah disuruh pergi oleh petugas keamanan. Satpam tersebut tidak mengizinkannya masuk dan menanyakan alasan kedatangannya. Mishael menjelaskan bahwa ia ingin menanyakan alamat, namun ia ditahan-tahan oleh satpam.

Karena merasa telah menjadi korban penipuan, Mishael kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada keluarganya. Kasus ini menjadi salah satu contoh nyata bagaimana modus penipuan rekrutmen palsu masih terjadi. Solution For memastikan masyarakat lebih waspada terhadap lowongan kerja yang tidak jelas asal-usulnya. Otoritas Jakbar terus memantau perkembangan kasus ini untuk memberikan perlindungan terbaik bagi para pelamar kerja.