Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Solving Problems: Sampah dari hulu disebut jadi tantangan di Muara Angke

Published June 6, 2026 · Updated June 6, 2026 · By Matthew Taylor

Sampah dari Hulu Disebut Jadi Tantangan di Muara Angke

Solving Problems – Jakarta, 5 Juni – Pemprov DKI Jakarta terus berupaya menyelesaikan isu pengelolaan sampah di wilayah Muara Angke, Jakarta Utara, yang menjadi perhatian utama dalam menjaga kualitas lingkungan pesisir. Dalam menyikapi tantangan ini, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Afan Adriansyah Idris, menegaskan bahwa sampah dari sumber-sumber di hulu merupakan akar masalah yang menghambat upaya pengelolaan limbah secara efektif. "Solving Problems di Muara Angke tidak hanya melibatkan pembersihan fisik, tetapi juga perlu solusi yang holistik untuk mengatasi sampah yang berasal dari daerah di atasnya," papar Afan dalam wawancara terkini.

Upaya Pemprov DKI dalam Menangani Sampah

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Pemprov DKI Jakarta melakukan berbagai langkah strategis, termasuk memperkuat pengawasan di wilayah hulu. Afan menjelaskan bahwa sekat dan saringan sampah diatur guna memutus aliran limbah ke badan air. "Solving Problems dalam pengelolaan sampah perlu dimulai dari sumber, bukan hanya di titik akhir," tambahnya. Meski prosesnya membutuhkan waktu dan koordinasi, langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mencegah sampah menumpuk di Muara Angke.

Pemprov DKI Jakarta juga telah memulai operasi pembersihan di Muara Angke, dengan target selesai pada akhir hari Sabtu. Proses ini melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI, yang menurunkan 100 personel, dua unit ekskavator amfibi, dan tiga kapal pengangkut sampah. "Solving Problems ini tidak hanya mengurangi keterdapatan sampah, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan," ujar Afan. Pembersihan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperbaiki kondisi ekosistem di kawasan tersebut.

Dalam memperkuat solusi, Pemprov DKI Jakarta tidak hanya fokus pada pembersihan sementara, tetapi juga menyiapkan langkah preventif. "Solving Problems memerlukan kesadaran kolektif masyarakat, bukan hanya intervensi pemerintah," kata Afan. Pihaknya telah melakukan inspeksi rutin dan memastikan alat-alat berat dioperasikan secara optimal. Selain itu, DLH DKI bekerja sama dengan tim teknis untuk mengoptimalkan pengelolaan sampah di saluran air, kali, waduk, situ, embung, dan badan air lainnya.

Sampah yang menumpuk di Muara Angke memiliki dampak serius, seperti mengganggu estetika pesisir dan memperburuk kualitas air. "Solving Problems di daerah pesisir harus mencakup perbaikan sistem pengelolaan dari hulu hingga hilir," jelas Afan. Dengan memperketat pengawasan, diharapkan sampah tidak lagi mengalir ke Muara Angke, yang menjadi daerah rawan banjir saat musim hujan. "Kami sedang menyusun rencana untuk memastikan sampah tidak kembali memicu masalah lingkungan," imbuhnya.

Peran Masyarakat dalam Solusi Sampah

Afan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam solving problems terkait sampah. "Solving Problems tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga perlu didukung oleh kebiasaan sehari-hari warga," tegasnya. Di samping itu, Pemprov DKI Jakarta juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat melalui sosialisasi pengelolaan sampah. "Kami ingin masyarakat lebih sadar dalam memilah dan membuang sampah ke tempat yang tepat," tambah Afan. Langkah ini diharapkan bisa mengurangi volume sampah yang masuk ke saluran air, terutama di daerah hulu yang menjadi sumber utama.

Sebagai bagian dari solving problems yang berkelanjutan, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan evaluasi terhadap sistem pengolahan sampah di kawasan hulu. "Kami berupaya mencegah sampah menjadi ancaman lingkungan pesisir," ujar Afan. Proses evaluasi ini melibatkan pemantauan terhadap alur sampah, termasuk peningkatan penggunaan teknologi pengolahan limbah. "Solving Problems di Muara Angke adalah bagian dari upaya nasional untuk menjaga kebersihan lingkungan," pungkasnya. Dengan pendekatan sistematis, Pemprov DKI yakin keberhasilan penanganan sampah bisa diraih secara berkelanjutan.