Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Special Plan: Abang None Jaksel dinilai berperan besar promosikan pariwisata

Published June 17, 2026 · Updated June 17, 2026 · By David Garcia

Abang None Jakarta Selatan Dipandang sebagai Pendorong Penting dalam Pengembangan Pariwisata dan Budaya

Special Plan -

Jakarta Selatan, sebuah wilayah yang dikenal dengan kekayaan budaya Betawi, kembali menyoroti peran strategis ajang Pemilihan Abang None dalam mendukung promosi pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurut Jonie Paulus Rumimper, Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Jakarta Selatan, kegiatan ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam memperkenalkan potensi kota tersebut kepada masyarakat luas. "Ajang Abang None 2026 sangat berpengaruh, karena selama 54 tahun terakhir, acara ini menjadi wadah penting untuk melestarikan budaya lokal dan mengembangkan industri pariwisata," ujarnya dalam wawancara Rabu lalu.

Sejarah dan Makna Ajang yang Berlangsung Selama 54 Tahun

Pemilihan Abang None Jakarta Selatan, yang telah berjalan sejak 1972, memiliki keunikan tersendiri dalam membentuk generasi muda yang mampu menjadi duta budaya. Jonie menjelaskan, acara ini tidak hanya sebatas kompetisi kecantikan, tetapi juga sebagai sarana mendidik peserta untuk menjadi pemimpin dan penggerak dalam memperkuat identitas Betawi. "Abang None adalah representasi budaya Betawi yang bisa menjadi media promosi pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Jonie, menambahkan bahwa selama ini, ajang ini berperan aktif dalam memperkenalkan keunikan wilayah kepada wisatawan maupun masyarakat dalam negeri.

Persiapan untuk Tahun 2026: Pemilihan 15 Finalis

Dalam persiapan untuk gelaran tahun 2026, panitia telah menetapkan 15 pasang finalis yang akan menjalani berbagai tahapan pelatihan. Jonie menegaskan bahwa para peserta tidak hanya dilatih dalam aspek komunikasi dan pengetahuan budaya, tetapi juga diberi pemahaman tentang sektor-sektor terkait seperti pariwisata, ekonomi kreatif, serta isu strategis yang relevan dengan perkembangan Jakarta. "Para finalis diberikan pembekalan untuk memastikan mereka mampu menjawab tantangan zaman sekarang," jelas Jonie.

"Ajang ini berperan sebagai penjembatannya antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun Jakarta Selatan sebagai pusat pariwisata dan ekonomi kreatif," kata Jonie.

Jonie juga menyebutkan bahwa para finalis akan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan pemerintah, asosiasi, maupun sektor swasta. Dengan melibatkan mereka secara aktif, diharapkan keberadaan Abang None dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya Betawi. "Mereka juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, sehingga bisa menjadi utusan yang efektif dalam menyebarluaskan berbagai potensi wilayah," imbuhnya.

Pembekalan Berdasarkan Prioritas Pemerintah DKI Jakarta

Besides melatih kemampuan komunikasi dan budaya, para finalis juga mendapatkan pembekalan mengenai isu-isu strategis yang menjadi prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal ini mencakup topik seperti pengelolaan sampah, pengembangan Jakarta sebagai kota film, serta persiapan menyambut perayaan lima abad kota tersebut pada tahun 2027. "Dengan memahami isu-isu ini, mereka bisa memperlihatkan peran Abang None sebagai duta yang memiliki kemampuan memecahkan masalah," tambah Jonie.

Jonie menekankan bahwa penekanan pada isu-isu prioritas ini merupakan bagian dari upaya menciptakan Abang None yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan wilayah. "Mereka dipersiapkan untuk bisa berbicara tentang hal-hal yang menyangkut kehidupan sehari-hari warga Jakarta Selatan, baik dalam konteks budaya maupun ekonomi kreatif," jelasnya.

Ajang yang Membentuk Pemimpin Masa Depan

Menurut Jonie, pemilihan Abang None juga menjadi sarana membentuk calon pemimpin muda yang memiliki visi dan misi untuk mendorong perkembangan pariwisata. "Para finalis tidak hanya menampilkan kecantikan fisik, tetapi juga keterampilan dalam berkomunikasi dan menggali potensi kota," katanya.

"Dengan membangun pemimpin yang memiliki pengetahuan tentang pariwisata dan ekonomi kreatif, kami berharap Abang None bisa menjadi penggerak utama di masa depan," ujar Jonie.

Ajang ini juga berdampak pada tingkat partisipasi masyarakat dalam acara kebudayaan dan pariwisata. Jonie menuturkan, kehadiran Abang None membantu meningkatkan minat wisatawan untuk menjelajahi Jakarta Selatan, termasuk lokasi-lokasi wisata yang bersejarah. "Mereka bisa menjadi panutan bagi wisatawan, sehingga mendorong minat untuk menjelajahi lebih banyak tempat di kawasan ini," tambahnya.

Jonie menjelaskan bahwa proses pelatihan para finalis memperhatikan aspek keterampilan pribadi dan profesional. Para peserta diminta untuk meningkatkan kemampuan berbicara di depan kamera, berpikir kritis, serta memahami peran ekonomi kreatif dalam perekonomian Jakarta. "Dengan memperkuat pengetahuan mereka, Abang None bisa menjadi penghubung yang efektif antara masyarakat dan sektor pariwisata," katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, keberhasilan Abang None Jakarta Selatan juga dirasakan oleh sektor ekonomi kreatif. Banyak pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berminat untuk berkolaborasi dengan finalis, karena mereka dianggap sebagai simbol kota yang penuh dinamika. "Para finalis sering menjadi duta untuk acara ekonomi kreatif, seperti pasar seni dan bazaar budaya," jelas Jonie.

Persiapan untuk Era Pariwisata yang Lebih Maju

Jakarta Selatan terus berupaya untuk memperkuat kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, dalam mengembangkan pariwisata. Jonie menyatakan, keberadaan Abang None adalah bagian dari strategi tersebut. "Mereka diharapkan bisa menjadi media promosi yang lebih menarik, karena masyarakat lebih mudah mengikuti peran mereka dalam berbagai acara," ujarnya.

Dengan konteks Jakarta yang semakin menjadi pusat pariwisata nasional, Jonie menekankan bahwa pemilihan Abang None tidak hanya menyenangkan, tetapi juga penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pariwisata. "Selama 54 tahun, kita bisa melihat bagaimana kegiatan ini mampu mengubah wajah Jakarta Selatan secara perlahan," katanya.

Jonie menyebutkan, pelatihan yang diberikan kepada para finalis juga melibatkan kerja sama dengan berbagai lembaga, seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta badan-badan lokal. "Ini membantu kita menciptakan duta yang kompeten dan berpengaruh," jelas Jonie. Dengan peran ini, Jonie yakin Abang None bisa menjadi bagian penting dari upaya menjadikan Jakarta Selatan sebagai salah satu destinasi utama di Indonesia.