Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sudin KPKP Jaksel pastikan harga hewan kurban stabil jelang Idul Adha

Published May 25, 2026 · Updated May 25, 2026 · By Robert Davis

Sudin KPKP Jaksel Pastikan Harga Hewan Kurban Stabil Jelang Idul Adha

Sudin KPKP Jaksel pastikan harga hewan -

Jakarta, Senin – Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian Jakarta Selatan (Sudin KPKP Jaksel) memberikan pernyataan bahwa harga hewan kurban di wilayahnya tetap terjaga dengan baik sebelum hari raya Idul Adha 1447 Hijriah. Dalam wawancara di Jakarta, Ridho Sosro Yudyantoro, kepala Sudin tersebut, menjelaskan bahwa pengawasan terhadap penjualan hewan kurban hingga saat ini masih berjalan lancar, meski terjadi sedikit kenaikan rata-rata harga. Menurutnya, perubahan harga ini dipengaruhi oleh beberapa hal, termasuk ketersediaan hewan ternak, kondisi cuaca yang tergolong panas, dan keterbatasan pasokan pakan di daerah asal ternak. "Karena mungkin ketersediaan hewan, kemudian cuaca panas, dan di daerah asalnya, ketersediaan pakan juga terbatas. Jadi, mempengaruhi juga ke harga jual," tutur Ridho.

Analisis Kenaikan Harga Hewan Kurban

Dalam penjelasannya, Ridho mengungkapkan bahwa meskipun ada sedikit kenaikan harga, penjualan hewan kurban secara keseluruhan masih dalam kondisi normal. Ia menekankan bahwa kenaikan ini tidak terlalu signifikan dan tidak mengganggu ketersediaan hewan untuk kebutuhan masyarakat. "Sejauh ini, sih, masih standar, ya, masih stabil kalau secara umum, ya," ujar Ridho. Faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi harga tersebut, katanya, terutama terjadi karena jumlah hewan yang tersedia tidak berubah drastis dibandingkan periode sebelumnya, tetapi tingkat permintaan meningkat seiring mendekatinya hari raya Idul Adha.

Kebutuhan akan hewan kurban meningkat tajam, terutama di sejumlah wilayah yang memiliki tradisi menyembelih hewan secara besar-besaran. Ridho menambahkan bahwa kenaikan harga juga terkait dengan kebijakan distribusi yang diterapkan oleh pihak terkait, termasuk pemenuhan standar kualitas dan kesehatan hewan. "Dengan adanya kontrol yang ketat, kita bisa memastikan bahwa harga tidak terlalu melonjak," katanya. Ia juga menyebutkan bahwa para penjual berupaya menjaga keseimbangan harga agar tidak memberatkan konsumen, terutama di tengah tingginya ekspektasi untuk mendapatkan hewan yang memenuhi kriteria kualitas.

Perbedaan Jenis Hewan Kurban dan Harga Jual

Sementara itu, Widi, seorang pedagang sapi kurban, mengatakan bahwa mayoritas hewan yang dijual di wilayah Jakarta Selatan berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah. Menurutnya, jumlah hewan kurban yang tersedia tahun ini relatif seimbang dengan tahun sebelumnya, tetapi terdapat pergeseran dalam jenis sapi yang dijual. "Jenis sapi yang tersedia di lokasi penjualan tersebut, di antaranya Limousin, PO, Brahman, Bali, dan Simental," tutur Widi. Ia menjelaskan bahwa perbedaan jenis sapi memengaruhi harga jual, karena setiap varietas memiliki daya tawar yang berbeda.

"Ya, itu tergantung, soalnya itu kan kelas jenis, jenis super, ya, jenis lima. Tergantung sapinya juga, ada yang sampai Rp100 juta lebih, ada yang Rp90 juta,"

Dalam keterangan tersebut, Widi menyebutkan bahwa sapi dengan bobot terbesar bisa mencapai satu ton. Harga jual pun bervariasi, tergantung pada jenis dan ukuran hewan. Sapi Limousin dan Simental, yang dianggap memiliki kualitas premium, biasanya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan sapi lokal seperti Bali atau PO. Namun, kebanyakan pembeli tetap memilih hewan yang memenuhi syarat ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) meski harus mempertimbangkan biaya tambahan.

Ridho menjelaskan bahwa pengawasan terhadap kualitas hewan kurban telah diperketat dalam beberapa minggu terakhir. Pihaknya memastikan bahwa setiap hewan yang dijual telah melalui proses pemeriksaan yang lengkap, termasuk tes kesehatan fisik dan syariat. "Kita ingin memastikan bahwa hewan yang dijual aman dan halal bagi konsumen," ujarnya. Pemeriksaan ini dilakukan sebagai upaya untuk menghindari risiko penyakit menular atau zoonosis, yang bisa memengaruhi kualitas daging dan keamanan konsumsi.

Pemeriksaan Massal Hewan Kurban

Dalam rangka menjamin kualitas hewan kurban, Sudin KPKP Jakarta Selatan telah melakukan pemeriksaan terhadap sebanyak 18.575 ekor hewan selama sepekan menjelang Idul Adha. Pemeriksaan ini mencakup aspek kelayakan syariat dan kesehatan fisik, serta memastikan hewan tidak terpapar penyakit yang berpotensi menular ke manusia. "Kita mengirimkan tim ke beberapa tempat penjualan untuk memantau kondisi hewan," kata Ridho. Ia menjelaskan bahwa proses pemeriksaan ini berlangsung secara rutin dan terstruktur, sehingga setiap hewan yang dijual memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Proses pemeriksaan dimulai sebelum hari raya Idul Adha, dengan fokus pada aspek penyembelihan yang benar, seperti pengecekan kondisi fisik hewan, pemeriksaan organ dalam, dan pengawasan terhadap cara pengemasan. Selain itu, pihaknya juga memastikan bahwa hewan yang dijual memiliki reputasi baik dan tidak terlibat dalam praktik penyembelihan yang tidak sesuai dengan aturan syariat. "Kita ingin memastikan bahwa daging yang dihasilkan aman dan sesuai dengan standar kualitas," ujar Ridho.

Menurut Ridho, upaya pengawasan ini sangat penting karena masyarakat banyak yang memilih hewan kurban dari sumber terpercaya. "Kebutuhan akan hewan kurban selama Idul Adha cukup tinggi, jadi kita perlu memastikan pasokan tetap stabil dan kualitas tidak menurun," katanya. Ia juga menyebutkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa hampir semua hewan yang diuji coba memenuhi kriteria ASUH. Namun, masih ada sedikit kekurangan di beberapa titik, terutama karena kondisi cuaca yang memengaruhi proses penyimpanan dan pengangkutan hewan.

Sebagai tindak lanjut dari pemeriksaan, Sudin KPKP Jaksel terus berkoordinasi dengan pihak distributor dan penjual untuk menyesuaikan harga dan distribusi hewan. Ridho menegaskan bahwa pihaknya siap memberikan bantuan jika diperlukan, seperti menyediakan informasi tentang harga pasar dan memastikan tidak ada penipuan terhadap konsumen. "Kami berupaya memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, baik dalam hal ketersediaan maupun kualitas hewan kurban," katanya.

Dengan adanya peningkatan