Facing Challenges: Pemkot Jakbar gelar wawancara bursa kerja, gandeng 19 perusahaan
Pemkot Jakbar gelar wawancara bursa kerja, gandeng 19 perusahaan
Facing Challenges - Di tengah upaya mempercepat perekrutan tenaga kerja, Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Sudin Nakertransgi) mengadakan serangkaian wawancara langsung dengan 19 perusahaan pada Kamis. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara penutupan Job Fair 2026 yang sebelumnya telah diadakan secara virtual dan tatap muka pada periode 16 hingga 25 Juni 2026. Septian Thahir, Ketua Panitia Job Fair 2026 Jakarta Barat, menjelaskan bahwa sesi wawancara ini berlangsung di empat kecamatan, yaitu Tamansari, Grogol Petamburan, Kebon Jeruk, dan Kalideres. Tercatat, masing-masing kecamatan dihadiri lima perusahaan, kecuali Tamansari yang hanya memiliki empat peserta.
“Walk-in-interview ini menjadi bentuk penguatan proses seleksi yang sebenarnya, karena biasanya dari 19 perusahaan ini kami minta dalam waktu satu bulan sudah menerima hasil rekrutmen,” ujar Septian kepada wartawan di lokasi Job Fair Tanjung Duren, Rabu.
Dalam penjelasannya, Septian menegaskan bahwa masyarakat yang belum terdaftar di kegiatan bursa kerja tatap muka atau virtual tetap bisa mengikuti proses wawancara langsung. Ia mengatakan pelamar hanya perlu mendaftar melalui aplikasi Karier Kerja dan membawa dokumen pendukung seperti surat lamaran kerja serta curriculum vitae (CV). “Jika ada warga yang belum sempat datang ke acara sebelumnya atau belum mendaftar secara online, tetap boleh hadir. Mereka akan langsung diberikan kesempatan wawancara,” tambah Septian.
Menurut Septian, adanya walk-in-interview bertujuan untuk memperlihatkan bahwa Job Fair tidak sekadar simbolis, melainkan menyediakan jalur nyata bagi perusahaan dalam mencari kandidat. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses rekrutmen yang lebih efektif, karena memungkinkan calon pekerja langsung berinteraksi dengan pemilik usaha. “ Kami menyelenggarakan sesi wawancara langsung sebagai upaya agar masyarakat memahami bahwa kegiatan ini melibatkan proses rekrutmen yang nyata,” tambahnya.
Sebelumnya, Sudin Nakertransgi Jakarta Barat telah membuka 4.262 lowongan pekerjaan dalam Job Fair gelombang pertama 2026 di Gelanggang Tanjung Duren, Kelurahan Tanjung Duren Utara, Kecamatan Grogol Petamburan. Faradisa Saforda Basuni, Kepala Sudin Nakertransgi Jakarta Barat, mengatakan bahwa pelaksanaan bursa kerja tahun ini dilakukan dalam dua format, yaitu daring dan luring. “Job Fair gelombang pertama 2026 menampilkan 47 perusahaan yang menawarkan total 4.262 posisi kerja, terdiri dari 182 jenis jabatan,” jelas Faradisa di Jakarta, Selasa (23/6).
“Kami memastikan bahwa acara ini tidak hanya menjadi platform untuk berkomunikasi, tetapi juga mendorong interaksi langsung antara pencari kerja dengan perusahaan,” tambah Faradisa.
Pelaksanaan Job Fair secara daring dimulai pada 16 hingga 25 Juni 2026, sementara sesi tatap muka berlangsung pada 23 hingga 24 Juni 2026 di Gelanggang Tanjung Duren. Dalam masa dua hari tersebut, lebih dari 1.600 peserta telah mendaftar. Faradisa menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam mencari peluang kerja, terutama bagi mereka yang kesulitan mengakses teknologi digital atau ingin menghadiri acara secara langsung.
Septian menambahkan bahwa acara wawancara langsung ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Ia mengungkapkan bahwa perusahaan yang terlibat dalam Job Fair menawarkan berbagai posisi di berbagai sektor, seperti bidang teknologi, layanan publik, logistik, dan pemasaran. “Selain mempercepat proses perekrutan, kegiatan ini juga memberikan wawasan tentang peluang karier yang ada di Jakarta Barat,” kata Septian.
Job Fair 2026 dianggap sebagai langkah strategis oleh Pemkot Jakbar dalam menangani masalah pengangguran. Dengan melibatkan 47 perusahaan pada gelombang pertama, jumlah lowongan mencapai 4.262, yang menunjukkan kebutuhan industri akan tenaga kerja baru. Septian menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun jaringan antara pekerja dan pelaku usaha, serta menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
“Kalau dari 19 perusahaan ini kami minta dalam waktu satu bulan kami sudah terima hasil seleksinya. Itu menunjukkan bahwa kegiatan ini benar-benar menjadi sarana rekrutmen aktif,” ujar Septian.
Dalam beberapa tahun terakhir, Pemkot Jakarta Barat terus meningkatkan inisiatif dalam bidang perekrutan tenaga kerja. Kebijakan ini tidak hanya mengutamakan pengisian posisi tetapi juga memberikan pelatihan serta fasilitas tambahan bagi calon pekerja. Septian menuturkan bahwa selain wawancara langsung, acara ini juga menyediakan informasi tentang kriteria seleksi, prosedur pendaftaran, serta tips mempersiapkan diri sebelum mengikuti proses rekrutmen.
Faradisa menambahkan bahwa pihaknya berharap Job Fair 2026 dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang ingin memperoleh pekerjaan tetapi masih bingung mengenai cara mengajukan lamaran. “Kami menyediakan panduan lengkap melalui aplikasi Karier Kerja dan juga menjelaskan proses perekrutan secara langsung di lokasi acara,” jelas Faradisa. Ia juga mengapresiasi partisipasi perusahaan yang aktif dalam memberikan kesempatan kerja, terutama di tengah kondisi ekonomi yang terus berubah.
Kegiatan ini diperkirakan akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Pemkot Jakbar berencana meningkatkan jumlah perusahaan yang terlibat, serta memperluas kecamatan yang menjadi lokasi acara. “ Kami akan terus