Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Topics Covered: Festival daur ulang “Langkah Membumi” hadir dengan wajah baru

Published June 21, 2026 · Updated June 21, 2026 · By Jessica Martin

Festival Daur Ulang "Langkah Membumi" Hadir dengan Wajah Baru

Topics Covered - Jakarta – Festival daur ulang Langkah Membumi kini mengambil bentuk baru sebagai Langkah Membumi Market. Transformasi ini menandai tahun kelima penyelenggaraan acara yang sebelumnya berfokus pada edukasi lingkungan, kini beralih menjadi platform interaktif untuk mengintegrasikan konsep keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan pendekatan yang lebih praktis dan partisipatif, acara ini berupaya memperkuat kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan sekaligus memfasilitasi aksi nyata melalui pengalaman langsung, menjadikan Topics Covered sebagai tema sentral dalam upaya ini.

Penyesuaian Strategi untuk Generasi Muda

Perubahan konsep Festival Langkah Membumi didasari oleh penelitian yang dilakukan sejak 2023, menunjukkan bahwa sekitar 90 persen audiens utama berasal dari kalangan Gen Z dan milenial muda. Fenomena ini menunjukkan pergeseran signifikan dalam preferensi konsumen, di mana generasi muda tidak hanya memperhatikan isu lingkungan, tetapi juga secara proaktif mencari solusi berkelanjutan. "Kami menemukan bahwa generasi muda semakin ambisi dalam mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan, sekaligus memiliki pengaruh besar terhadap keputusan belanja di masa depan," jelas Lisa Widodo, COO dan Co-Founder Blibli, dalam keterangan tertulis.

"Karena itu, Langkah Membumi Market 2026 dirancang untuk memudahkan masyarakat, terutama Gen Z, dalam mengimplementasikan nilai keberlanjutan ke dalam rutinitas sehari-hari. Kami ingin menghadirkan keterlibatan nyata melalui pengalaman yang lebih dekat dan menarik," kata Lisa.

Pilar Utama Festival yang Dikembangkan

Dalam menyukseskan transformasi ini, Langkah Membumi Market 2026 menyusun tiga pilar utama untuk memastikan peserta merasakan dampak maksimal dari keberlanjutan. Pilar pertama adalah Inspiring Talks, yang menjadi ruang diskusi untuk memperkaya wawasan tentang praktik ramah lingkungan. Acara ini menampilkan narasumber dari berbagai bidang, seperti industri, kreatif, hingga tokoh-tokoh perubahan sosial, yang berbagi cerita dan strategi inovatif dalam menciptakan dampak lingkungan.

Pilar kedua, Eco Labs, menghadirkan format workshop yang interaktif dan hands-on. Peserta diberikan kesempatan untuk belajar dan mencoba langsung teknik daur ulang, pengurangan limbah, atau penggunaan produk daur ulang. Tujuannya adalah mengubah konsep keberlanjutan menjadi bagian yang nyata dalam kehidupan sehari-hari, tanpa merasa rumit atau jauh dari kebutuhan. Dengan kehadiran Gen Z sebagai bagian integral dari Topics Covered, festival ini berharap dapat memperkuat kontribusi masyarakat terhadap keberlanjutan.

Sementara itu, Curated Market menjadi bagian utama di mana berbagai merek dan usaha kecil berpameran produk serta layanan yang ramah lingkungan. Pameran ini tidak hanya menampilkan inovasi hijau, tetapi juga menciptakan ruang jual beli yang mendukung gaya hidup berkelanjutan. "Pilar ini dirancang untuk memperkuat ekosistem bisnis yang ramah lingkungan, sekaligus membuka akses bagi konsumen untuk memilih produk yang sesuai dengan nilai-nilai mereka," tambah Lisa.

Acara Pembuka yang Berdampak

Sebelum puncak penyelenggaraan, acara ini mengawali rangkaian dengan Blibli Tiket Action yang mengadakan Langkah Membumi Networking Dinner 2026. Kegiatan ini berlangsung pada hari pertama penyelenggaraan, di mana peserta berkumpul untuk berdiskusi mengenai tantangan keberlanjutan di Indonesia. Tema yang dipilih, “Who Should Change First: Companies or Consumers? Rethinking Sustainability Adoption through Business Transformation and Consumer Behaviour,” menyoroti peran penting perusahaan dan individu dalam mengubah pola konsumsi.

Networking Dinner ini menjadi ajang pertemuan antara sekitar 60 pemimpin industri, pelaku bisnis, komunitas, dan aktivis lingkungan. Mereka berbagi pengalaman, strategi, dan visi untuk menciptakan perubahan keberlanjutan yang berkelanjutan. "Kami yakin forum seperti ini bisa menghasilkan kolaborasi yang relevan dan berdampak, baik bagi masyarakat, lingkungan, maupun pertumbuhan ekonomi," ujar Luke Ariefiandi, Strategic Communications and Brand Head UOB Indonesia, salah satu partner acara.

Langkah Membumi Market 2026 juga menggali potensi pengaruh Gen Z dalam menentukan tren konsumsi. Generasi ini tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi penggerak perubahan melalui keputusan yang lebih berkelanjutan. "Mereka mampu memengaruhi pilihan merek, sehingga perusahaan harus beradaptasi dengan nilai-nilai mereka," tambah Lisa.

Masa Depan yang Berkelanjutan

Dengan empat pilar utama, acara ini berharap dapat meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam keberlanjutan. Transformasi dari festival menjadi market menunjukkan upaya untuk menjawab kebutuhan konsumen yang semakin ingin melihat praktik hijau di ranah ekonomi. "Langkah Membumi Market 2026 dirancang agar keberlanjutan tidak hanya menjadi isu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan yang mudah diakses dan dimengerti," tutur Lisa.

Peluncuran acara ini menegaskan komitmen untuk menjadikan Topics Covered sebagai agenda utama dalam menghadirkan solusi lingkungan yang inklusif. Dengan kolaborasi antara pelaku usaha, komunitas, dan pemerintah, festival ini diharapkan dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan dan berdampak luas. "Kami ingin menjadi jembatan antara inovasi dan aksi, menjadikan Topics Covered sebagai acuan dalam menggali potensi keberlanjutan di tengah masyarakat