Chusnunia dorong Semen Baturaja terapkan industri berkelanjutan
Chusnunia Dorong Semen Baturaja Terapkan Industri Berkelanjutan
Fukushimask.com – Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mendorong PT Semen Baturaja untuk memperkuat penerapan prinsip industri berkelanjutan setelah sanksi administratif terkait keluhan debu warga dicabut. Chusnunia dorong Semen Baturaja terapkan langkah operasional yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan produksi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta kepentingan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri.
Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa, Chusnunia menilai pencabutan sanksi administratif tidak semestinya dipandang sebagai akhir dari tanggung jawab perusahaan. Menurut dia, kondisi tersebut justru perlu menjadi momentum bagi perusahaan untuk memperbaiki dan memperkuat praktik pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
“Di mana-mana kita mendorong tumbuhnya industri berkelanjutan sebagai model operasi manufaktur dan bisnis yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan dan tanggung jawab sosial,” kata Chusnunia.
Tiga Pilar Industri Berkelanjutan
Chusnunia menjelaskan bahwa industri berkelanjutan bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Ketiganya perlu berjalan beriringan agar kegiatan usaha dapat memberi manfaat jangka panjang tanpa menimbulkan beban yang tidak proporsional bagi lingkungan maupun warga sekitar.
Pada pilar lingkungan, perusahaan didorong untuk melakukan pengurangan emisi gas rumah kaca, penghematan energi dan air, pengelolaan limbah yang baik, serta penerapan ekonomi sirkular. Langkah-langkah tersebut penting dalam aktivitas manufaktur karena dampak lingkungan dari proses produksi perlu dicegah dan dikendalikan secara konsisten.
Dalam aspek sosial, perusahaan perlu menjamin keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan tenaga kerja. Selain itu, kegiatan industri juga diharapkan dapat menghadirkan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Bagi Chusnunia, perhatian terhadap warga yang tinggal berdampingan dengan kawasan industri menjadi bagian penting dari tanggung jawab sosial perusahaan.
Adapun pilar ekonomi berkaitan dengan kemampuan perusahaan menjaga ketahanan bisnis dalam jangka panjang. Hal itu dapat dilakukan melalui efisiensi operasional dan inovasi, bukan hanya dengan mengejar keuntungan jangka pendek. Dengan pendekatan tersebut, keberlanjutan usaha dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan kepedulian sosial.
Perlindungan Lingkungan dan Kesehatan Warga
Chusnunia dorong Semen Baturaja terapkan industri berkelanjutan karena aktivitas industri berlangsung berdampingan dengan permukiman warga. Ia berharap perusahaan dapat mengambil peran aktif dalam pemulihan lingkungan dan perlindungan kesehatan masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Menurut dia, keberadaan industri tidak cukup dinilai dari kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi. Dampak sosial dan lingkungan yang dirasakan masyarakat juga harus menjadi pertimbangan utama. Pertumbuhan sektor industri perlu memberikan manfaat yang lebih luas, tanpa mengabaikan risiko yang dapat muncul bagi warga di sekitar fasilitas produksi.
“Pertanyaan pentingnya adalah siapa yang menikmati manfaat ekonomi dari aktivitas industri dan siapa yang menanggung risiko lingkungannya. Jangan sampai keuntungan industri di satu sisi berubah menjadi biaya sosial yang harus ditanggung masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, Chusnunia menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut. Ia juga meminta Kementerian Perindustrian memperketat pengawasan terhadap PT Semen Baturaja agar upaya perlindungan lingkungan dan masyarakat dapat dijalankan secara berkelanjutan.
Latar Belakang Sanksi Administratif
Sebelumnya, PT Semen Baturaja dikenai sanksi administratif oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung. Sanksi itu berkaitan dengan keluhan warga Kelurahan Way Laga mengenai polusi debu dari pabrik perusahaan tersebut.
Sanksi administratif kemudian dicabut pada 7 September 2026. Meski demikian, pencabutan tersebut disertai peringatan bahwa perusahaan dapat dikenai sanksi yang lebih berat apabila persoalan lingkungan kembali terjadi. Situasi ini menegaskan perlunya pengawasan dan perbaikan berkelanjutan dalam operasional industri.
Chusnunia dorong Semen Baturaja terapkan prinsip keberlanjutan sebagai langkah yang mencakup perlindungan lingkungan, perhatian terhadap masyarakat, dan keberlangsungan bisnis. Penerapan prinsip tersebut diharapkan dapat mencegah berulangnya persoalan yang menimbulkan keluhan warga sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap kegiatan industri.
FAQ Industri Berkelanjutan di Sekitar Permukiman
Mengapa industri berkelanjutan penting bagi warga sekitar?
Industri berkelanjutan penting karena kegiatan produksi dapat berdampak pada lingkungan dan kehidupan masyarakat. Pengelolaan emisi, limbah, energi, air, serta perhatian terhadap kesehatan masyarakat membantu memastikan manfaat ekonomi tidak menimbulkan risiko lingkungan yang harus ditanggung warga.
Apa yang perlu diperhatikan perusahaan setelah sanksi administratif dicabut?
Perusahaan tetap perlu memperkuat pengelolaan lingkungan dan menjalankan langkah pencegahan secara konsisten. Pencabutan sanksi bukan berarti tanggung jawab berakhir, terutama karena terdapat peringatan mengenai kemungkinan sanksi lebih berat apabila persoalan lingkungan kembali terjadi.
Bagaimana peran pemerintah dalam persoalan lingkungan industri?
Pemerintah berperan melalui pengawasan terhadap kepatuhan perusahaan pada ketentuan lingkungan. Dalam kasus ini, Chusnunia meminta Kementerian Perindustrian memperketat pengawasan terhadap PT Semen Baturaja agar kepentingan lingkungan dan masyarakat sekitar tetap terlindungi.