Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Historic Moment: Kilas balik hubungan bersejarah Prabowo dan Raja Yordania

Published June 28, 2026 · Updated June 28, 2026 · By Daniel Johnson

Kilas Balik Hubungan Bersejarah Prabowo dan Raja Yordania

Historic Moment - Pada Jumat sore ini, Raja Yordania Abdullah bin Al-Hussein (Abdullah II) akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia. Ia telah dijadwalkan bertemu dengan Presiden RI Prabowo Subianto serta perwakilan dari Danantara Indonesia. Kedua pihak juga akan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman bilateral yang menjadi fokus utama dari kunjungan ini. Dalam laman resmi Kerajaan Yordania, disebutkan bahwa kehadiran Raja Abdullah II ke Indonesia merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke negara-negara Asia, termasuk Jepang, Vietnam, Singapura, dan Pakistan. Ini menunjukkan komitmen Yordania dalam memperkuat hubungan diplomatik dengan wilayah tersebut.

Perjalanan Kepemimpinan

Kepemimpinan Prabowo dan Raja Abdullah II saling terkait melalui sejarah yang kaya. Raja Yordania, yang naik tahta pada tahun 1999, dan Prabowo, yang dilantik sebagai Presiden Indonesia pada 20 Oktober 2024, kini menjadi tokoh utama dalam negara-negara masing-masing. Namun, persahabatan mereka telah berakar sejak masa muda. Pertemuan pertama mereka terjadi pada 4 Desember 1995, saat Raja Abdullah II menghadiri acara pelantikan Prabowo sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Kejadian ini menjadi titik awal dari hubungan yang unik dan berkelanjutan.

Kunjungan Raja Abdullah II ke Indonesia pada tahun ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Prabowo telah melakukan lawatan ke Yordania pada 14 April 2025. Selama kunjungan tersebut, ia bertemu secara pribadi dengan Raja Abdullah II di Istana Al Husseiniya, Amman. Momen tersebut dihiasi dengan keharmonisan, seperti saat Raja Yordania mengemudi mobil secara langsung untuk mengantar Prabowo ke hotel tempat bermalam di pusat Kota Amman. Kedekatan ini mencerminkan hubungan yang lebih dari sekadar diplomatik, tetapi juga pribadi.

Momen Historis Pertemuan

Pertemuan mereka pada 1995 memiliki makna khusus, karena itu adalah kali pertama Prabowo memperoleh jabatan utama dalam militer. Saat itu, Raja Abdullah II masih dalam masa pengembangan karier sebagai komandan pasukan khusus, sementara Prabowo sedang menorehkan jejak di Kopassus. Pertemuan tersebut menjadi titik awal dari ikatan yang terus memperkuat seiring waktu. Keduanya memiliki pengalaman serupa dalam kehidupan militer, seperti keduanya pernah mengenyam pendidikan di Sekolah Ranger Fort Benning, Amerika Serikat.

Danantara Indonesia dan Yordania memiliki program pelatihan yang sama di Fort Benning. Raja Abdullah II, sebelum menjadi pemimpin, memimpin Pasukan Khusus Yordania pada tahun 1994. Sementara Prabowo menjabat sebagai Danjen Kopassus sejak tahun yang sama. Masa muda mereka di sana menciptakan koneksi yang mendalam, bahkan menjadi fondasi bagi kerja sama bilateral dalam bidang pertahanan. Keduanya sering berkomunikasi selama masa pengabdian, meski dengan jadwal yang berbeda.

Tahun 1998: Pengasingan Prabowo

Hubungan tersebut semakin menguat setelah Prabowo meninggalkan Indonesia pada tahun 1998 dan mengasingkan diri ke Yordania. Pada masa itu, Yordania menjadi tempat transit bagi Prabowo yang sedang mencari perlindungan setelah dikeluarkan dari jabatan sebagai Danjen Kopassus. Kunjungan Prabowo ke negara ini disambut dengan hormat, termasuk upacara perkenalan resmi dan penghargaan atas kontribusi militer mereka. Meski ditawari kewarganegaraan Yordania, Prabowo memilih tetap menjadi warga negara Indonesia. Kebetulan ini memperkuat identitasnya sebagai tokoh nasional yang tak mudah tergoda.

Periode ini menjadi tahun emas dalam hubungan pribadi mereka. Raja Abdullah II sering berkomunikasi dengan Prabowo melalui surat dan telepon, meski Prabowo menghabiskan waktu di Yordania selama beberapa bulan. Selama masa itu, mereka berbagi cerita tentang pengalaman di Fort Benning dan perjalanan karier masing-masing. Persahabatan ini juga memperlihatkan kepercayaan antara dua tokoh yang memiliki visi sama tentang stabilitas dan keamanan.

Kunjungan 2014: Kembali Bertemu

Kembali ke Indonesia, Raja Abdullah II melakukan kunjungan kenegaraan pada 2014. Saat itu, Prabowo sudah menjadi Menteri Pertahanan dan menjabat sebagai Danjen Kopassus. Pertemuan di tahun tersebut menandai kembalinya Prabowo ke panggung politik setelah pensiun dari militer. Raja Yordania memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat kerja sama strategis, terutama dalam bidang pertahanan dan keamanan. Kehadiran Raja Abdullah II di Indonesia pada 2014 juga menjadi ajang promosi hubungan bilateral yang lebih luas.

Selama kunjungan 2014, Raja Abdullah II mengunjungi sejumlah lembaga militer dan kemahasiswaan di Jakarta. Ia berdiskusi tentang pengembangan kemampuan pasukan khusus Indonesia serta potensi kolaborasi dengan Yordania. Prabowo, dalam wawancara eksklusif, menekankan pentingnya persahabatan yang telah berlangsung sejak lama. “Raja Abdullah II adalah salah satu tokoh yang paling saya hargai karena pengalamannya dalam membangun pasukan yang disiplin dan profesional,” ujarnya.

Konteks Sejarah dan Kekuatan Diplomasi

Sejarah hubungan Prabowo dan Raja Abdullah II mencerminkan kekuatan diplomasi pribadi dalam membangun kemitraan antar negara. Meski berbeda budaya dan latar belakang, keduanya berhasil menemukan titik temu melalui pengalaman bersama di Fort Benning. Kehadiran Raja Yordania dalam kunjungan ke Indonesia pada tahun ini diharapkan meningkatkan kerja sama dalam bidang pertahanan, ekonomi, dan pendidikan.

Kemajuan yang terjadi dalam hubungan bilateral ini tidak terlepas dari peran Prabowo dan Raja Abdullah II. Dalam masa kepemimpinan mereka, Yordania dan Indonesia memperkuat kerja sama melalui berbagai kegiatan, seperti pertukaran militer dan pelatihan teknis. Kunjungan Raja Abdullah II kali ini juga merupakan momentum untuk menjajaki potensi kolaborasi di tingkat global, terutama dalam isu-isu kemanusiaan dan keamanan regional