Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Strategy: Profil Akhmad Wiyagus: Dari perwira tinggi Polri ke Wamendagri

Published June 28, 2026 · Updated June 28, 2026 · By Sandra Jones

Profil Akhmad Wiyagus: Dari Perwira Tinggi Polri ke Wamendagri

Key Strategy - Jakarta - Pada hari Rabu (8/10) lalu, Komjen Polisi (Purn) Akhmad Wiyagus secara resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) dalam Kabinet Merah Putih oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Acara pelantikan diadakan di Istana Negara, Jakarta, dan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 32 M Tahun 2025 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Wakil Menteri Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Keputusan tersebut menandai langkah baru dalam perjalanan karier Wiyagus, yang kini beralih dari posisi perwira tinggi dalam kepolisian ke peran strategis di tingkat kementerian.

Sejarah Kehidupan dan Pendidikan

Akhmad Wiyagus lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 23 September 1967. Sejak awal karier, ia menunjukkan komitmen kuat terhadap dunia kepolisian. Wiyagus mengenyam pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1988, yang mempertebal kemampuannya dalam bidang reserse. Kemampuan ini menjadi dasar untuk membangun reputasi sebagai seorang perwira yang disiplin dan berintegritas. Selain itu, ia juga berhasil meraih gelar Doktor Hukum dari Universitas Trisakti, menunjukkan dedikasinya untuk terus meningkatkan pengetahuan dalam bidang hukum.

Karier Wiyagus diawali dengan menjadi Kasat Sabhara Polres Pandeglang pada 1992. Di tahun yang sama, ia menjabat sebagai Dantontar Mentarsis Akpol, yang menjadi pengalaman awalnya dalam memimpin tim kecil. Tahun 1996 membawa perubahan baru, ketika Wiyagus dipercaya menjabat Kapolsek Margacinta di Polwitabes Bandung. Setahun kemudian, ia mengambil tanggung jawab sebagai Kapolsek Regol, memperlihatkan kemampuannya dalam memimpin wilayah kriminalitas.

Jabatan Strategis dan Prestasi

Berkarier di berbagai posisi strategis, Wiyagus terus menunjukkan kemampuan kepemimpinan. Pada 2000, ia menjabat sebagai Kasubbag Binops Narkoba Diserse Polda Sumsel, menegaskan fokusnya pada pemberantasan narkoba. Di tahun yang sama, ia juga menempati posisi Kabag Serse Polwil Bangka Belitung. Kemudian, pada 2003, Wiyagus menjadi Pamen STW Lemdiklat Polri, yang melibatkan pelatihan dan pengembangan kapasitas kepolisian.

Perjalanan karier terus meluas, dengan tanggung jawab yang semakin besar. Pada 2006, ia diberikan tugas sebagai Kasatgas Penyidik KPK, sebelum menjabat Direktur Pengaduan Masyarakat KPK pada 2007. Pengalaman ini memperkuat citranya sebagai pihak yang independen dan profesional dalam penegakan hukum. Di 2010, Wiyagus kembali ke Bareskrim sebagai Kanit II Tipidkor, lalu naik jabatan menjadi Kasubdit II Tipidkor pada 2011.

Tahun 2013 menandai promosi ke posisi Wadirtipidkor Bareskrim, yang diikuti oleh jabatan Dirtipidkor Bareskrim pada 2014. Setelah menghabiskan dua tahun di tingkat nasional, ia kembali ke daerah pada 2018 sebagai Wakapolda Maluku, lalu menjabat Wakapolda Jawa Barat hingga 2020. Pada 2020, Wiyagus memimpin Kapolda Gorontalo, dan setahun kemudian, ia menempati posisi Kapolda Jawa Barat kembali hingga 2025.

Prestasi dan dedikasinya dalam berbagai jabatan telah mengantarkan Wiyagus meraih penghargaan Hoegeng Awards 2022 di kategori Polisi Berintegritas, yang diberikan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-76. Penghargaan ini mencerminkan kontribusi nyata dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum. Pada 13 April 2025, ia diangkat sebagai Asisten Kapolri Bidang Operasi (Asops Kapolri) hingga 30 September 2025, sebelum akhirnya mengambil alih jabatan sebagai Wamendagri.

Kelulusan dan Harapan Masyarakat

Pelantikan Wiyagus di Istana Negara ditandai dengan pengucapan sumpah, yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam sumpahnya, Wiyagus menyatakan komitmen untuk memegang teguh Undang-Undang Dasar 1945 serta menjalankan seluruh peraturan perundang-undangan demi kemajuan bangsa dan negara.

"Bahwa saya akan setia dan memegang teguh UUD Negara RI Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara,"

ucap Wiyagus saat mengambil sumpah.

Dengan jabatan baru sebagai Wamendagri, masyarakat mengharapkan Wiyagus mampu menggabungkan pengalaman di kepolisian dengan visi reformasi dalam pemerintahan. Kepiawaiannya dalam menangani berbagai kasus dan tugas operasional diharapkan bisa diaplikasikan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Selain itu, keberadaannya di Kabinet Merah Putih juga diharapkan mampu memberikan dampak positif dalam penguatan kemitraan antarlembaga pemerintah.

Wiyagus telah mengumpulkan pengalaman yang luas, mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Dari perannya sebagai perwira tinggi Polri hingga jabatan di Kementerian Dalam Negeri, ia dianggap sebagai figur yang mampu mengelola tugas dengan tanggung jawab penuh. Karier yang terus menanjak ini menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi dengan peran yang berbeda namun tetap menjaga konsistensi dalam mengabdi. Harapan masyarakat semakin besar ketika melihat kemungkinan Wiyagus bisa menjalankan tugasnya dengan baik, mengingat pengalaman sebelumnya dalam menghadapi berbagai tantangan di bidang keamanan dan hukum.

Perjalanan dari perwira tinggi Polri ke posisi Wamendagri adalah bukti keseriusan Wiyagus dalam berkontribusi untuk kemajuan Indonesia. Meski beralih ke lembaga pemerintahan, ia tetap membawa semangat reformasi dan dedikasi tinggi, yang diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi pejabat lain. Dengan latar belakang pendidikan yang solid dan pengalaman kerja yang kaya, Wiyagus diprediksi mampu memberikan dampak signifikan dalam pengelolaan urusan dalam negeri.

Kemampuan Wiyagus dalam berbagai bidang, seperti operasi kepolisian, pemberantasan korupsi, dan pelayanan masyarakat, membantuknya sebagai sosok yang kompeten. Dengan keberadaannya di Kabinet Merah Putih, ia diharapkan mampu memperkuat koordinasi antarlembaga, termasuk memperhatikan kebutuhan masyarakat. Dukungan publik terhadap pelantikannya juga menjadi indikasi bahwa kinerjanya di masa lalu memberikan hasil yang memadai, sehingga layak diangkat ke posisi yang lebih strategis.

Dalam perjalanan kariernya, Akhmad Wiyagus telah menunjukkan bahwa ia mampu menghadapi tantangan dengan tekad tinggi. Pengalaman di berbagai institusi, baik dalam kepolisian maupun lembaga anti-korupsi, menjadi bekal yang kuat untuk menghadapi tugas di masa depan. Kini, sebagai Wamendagri, ia diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam membangun pemerintahan yang lebih baik dan transparan.