Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kodaeral X gandeng 25 petani tanam kedelai di Arso-perbatasan RI-PNG

Published July 17, 2026 · Updated July 17, 2026 · By Robert Davis

Kodaeral X gandeng 25 petani untuk penanaman kedelai di Arso

Program Pertanian di Wilayah Perbatasan RI-PNG

Kodaeral X gandeng 25 petani tanam - Komando Daerah Angkatan Laut X telah melakukan langkah penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan menggandeng 25 petani lokal untuk program penanaman kedelai. Kegiatan ini dilaksanakan di wilayah Arso, Kabupaten Keerom, yang terletak di kawasan perbatasan antara Republik Indonesia dan Papua Nugini. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah untuk melibatkan masyarakat setempat secara langsung dalam pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Program ini memanfaatkan lahan seluas 20 hektare yang telah dipersiapkan secara khusus untuk kegiatan pertanian. Proses penanaman dimulai dengan kegiatan bakti sosial yang meliputi pemeriksaan kesehatan bagi para petani serta pemberian bingkisan berisi kebutuhan pokok atau sembako. Langkah ini menunjukkan kepedulian komando angkatan laut terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan yang memiliki akses terbatas terhadap layanan kesehatan dan kebutuhan dasar.

Komitmen terhadap Ketahanan Pangan Nasional

Dankodaeral X, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, menyatakan bahwa kegiatan di Arso pada hari Jumat ini mencerminkan komitmen nyata dalam mendukung program prioritas pemerintah. Fokus utama adalah pada bidang ketahanan pangan yang menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas dan ketahanan nasional Indonesia. Melalui pendekatan ini, diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat antara berbagai pihak yang terlibat.

"Melalui kegiatan ini, Kodaeral X berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam mendukung program strategis pemerintah, tidak hanya di bidang pertahanan, tetapi juga dalam pembangunan nasional, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan ketahanan pangan di Papua," kata Dankodaeral X Mayjen TNI (Mar) Sugianto.

Ketahanan pangan diyakini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi pangan di wilayah Papua. Program ini juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, sektor usaha, dan masyarakat lokal. Kolaborasi multi-pihak ini diharapkan dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi pembangunan wilayah perbatasan yang selama ini masih berkembang.

Antusiasme Petani Lokal

Julius Fatagur, salah satu petani yang terlibat dalam program ini, menyampaikan rasa senangnya karena dapat berpartisipasi dalam kegiatan pertanian ini. Selama ini, ia dan petani lainnya sering mengalami kesulitan dalam membuka lahan yang cocok untuk ditanami. Program ini memberikan kesempatan baru bagi mereka untuk mengembangkan potensi pertanian di wilayah mereka dengan lebih optimal.

"Dengan adanya pendampingan dari penyuluh pertanian diharapkan produksi tanaman kedelai dapat melimpah," ujar Julius Fatagur.

Petani ini juga berharap agar penyuluh pertanian dapat terus melakukan pendampingan secara intensif. Hal ini mengingat tanaman kedelai merupakan jenis tanaman yang baru pertama kali ditanam oleh masyarakat setempat. Dengan bimbingan yang memadai, diharapkan hasil panen kedelai dapat mencapai tingkat produksi yang optimal dan memberikan manfaat ekonomi bagi para petani dalam jangka panjang.

Dimensi Strategis bagi Wilayah Perbatasan

Program penanaman kedelai di Arso ini tidak hanya berfokus pada aspek produksi pangan, tetapi juga memiliki dimensi strategis dalam memperkuat kehadiran negara di wilayah perbatasan. Dengan melibatkan masyarakat lokal dalam kegiatan pertanian, pendekatan holistik yang menggabungkan aspek pertahanan, ekonomi, dan sosial dapat terwujud dengan lebih baik.

Wilayah perbatasan RI-PNG memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan pertanian yang produktif. Program ini menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain di Papua untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Papua dalam jangka panjang.