Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Ketum PB MA tegaskan komitmen perkuat pendidikan dan dakwah

Published June 21, 2026 · Updated June 21, 2026 · By Robert Davis

Ketum PB MA tegaskan komitmen perkuat pendidikan dan dakwah

New Policy - Bandung menjadi tempat penyampaian komitmen strategis oleh Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Mathla'ul Anwar (MA) Jazuli Juwaini. Dalam acara pelantikan pengurus baru di Gedung Pakuan, Jazuli menegaskan bahwa organisasinya akan fokus pada peningkatan peran di bidang pendidikan, dakwah, sosial, serta kontribusi bagi pembangunan bangsa. Ia menjelaskan bahwa masa khidmat 2026–2031 akan menjadi masa yang penuh dengan agenda penting, termasuk perbaikan struktur organisasi, peningkatan kualitas layanan, dan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk kemajuan umat dan bangsa.

Strategi Utama Penguasaan Masa Khidmat

Menurut Jazuli, kepengurusan baru akan mengambil langkah-langkah konkret untuk mewujudkan visi organisasi. Hal tersebut mencakup transformasi tata kelola kepengurusan agar lebih profesional, modern, dan akuntabel. Ia juga menekankan pentingnya pengembangan pendidikan yang berkualitas, dengan tujuan menciptakan generasi muda yang memiliki karakter kuat, kemampuan kompetitif, serta mampu bersaing di tingkat internasional. Selain itu, organisasi akan meningkatkan program kaderisasi untuk memastikan pengurus dan anggota memiliki kemampuan serta kompetensi yang memadai.

“Ketahuilah, sesungguhnya ikrar yang dibacakan tadi bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan tekad yang kuat dan komitmen terhadap amanah perjuangan kepada Allah, organisasi, umat, dan bangsa,” kata Jazuli.

Dalam bidang sosial, Jazuli menegaskan bahwa Mathla'ul Anwar akan terus mendorong kepekaan dan kepedulian terhadap masalah masyarakat. Ia menjelaskan bahwa organisasi ini berkomitmen menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari, serta menghormati berbagai pranata sosial yang ada. Selain itu, Jazuli juga menyampaikan bahwa pembangunan umat, bangsa, dan negara akan menjadi prioritas melalui penguatan tiga risalah utama: pendidikan, dakwah, dan sosial.

Peran Dakwah dalam Membangun Umat

Jazuli menekankan bahwa dakwah merupakan salah satu tulang punggung Mathla'ul Anwar. Ia menjelaskan bahwa organisasi ini berupaya menyebarkan nilai-nilai Islam yang universal, rahmatan lil 'alamin, melalui pendekatan yang bijaksana dan penuh kearifan. “Dakwah bukan hanya tentang mengajarkan ajaran agama, tetapi juga membentuk nilai-nilai yang mampu mewujudkan kedamaian dan kemaslahatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam konteks pendidikan, Jazuli menyatakan bahwa Mathla'ul Anwar akan terus meningkatkan kualitas lembaga pendidikan. Hal ini bertujuan melahirkan generasi yang mampu bersaing secara global sekaligus memperkuat identitas keislaman. “Kita harus memastikan pendidikan yang diberikan tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga membentuk nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat,” tambahnya.

Kesiapan Kolaborasi dengan Pemerintah

Jazuli juga mengungkapkan kesiapan organisasi untuk bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat. Ia menilai kolaborasi ini penting dalam mendorong pembangunan nasional. “Mathla'ul Anwar siap menjadi mitra yang andal dalam berbagai program pemerintah, terutama yang berkaitan dengan pendidikan, sosial, dan pembangunan umat,” katanya.

Menurut Jazuli, persatuan umat adalah modal utama untuk menciptakan bangsa yang kuat dan berwibawa. Ia menekankan bahwa Mathla'ul Anwar akan terus memperkuat rasa ukhuwah Islamiyah, ukhuwah insaniyah, serta ukhuwah wathaniyah. “Dengan menjaga persatuan, kita bisa membangun kesatuan yang lebih erat dan mendorong terwujudnya Indonesia yang maju, berkeadilan, dan bermartabat,” tambahnya.

Sejarah dan Perkembangan Mathla'ul Anwar

Data penelusuran ANTARA menunjukkan bahwa Mathla'ul Anwar merupakan salah satu organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam tertua di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 10 Juli 1916 di Menes, Pandeglang, Banten, dan didirikan oleh tokoh ulama seperti KH. Mas Abdurrahman serta para kiai lainnya. Sejak awal berdiri, Mathla'ul Anwar terus berupaya menjadi institusi yang menginspirasi dalam bidang pendidikan, dakwah, dan sosial.

Saat ini, Mathla'ul Anwar memiliki sekitar 10 juta anggota yang tersebar di lebih dari 32 hingga 33 provinsi di seluruh Indonesia. Jaringan kepengurusan dan lembaga pendidikan organisasi ini tercatat mencakup lebih dari 2.000 institusi di berbagai daerah. Dengan jumlah anggota yang besar, Jazuli berharap organisasi ini bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi signifikan bagi masyarakat.

Di samping itu, Jazuli menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia mengajak mereka untuk menjalankan amanah dengan tanggung jawab penuh, agar mampu mewujudkan visi yang telah ditetapkan. “Kita harus menjadikan masa khidmat ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kinerja dan menjaga jati diri Mathla'ul Anwar sebagai organisasi yang berakar pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.

Sebagai organisasi Islam, Mathla'ul Anwar berkomitmen menjaga keberlanjutan nilai-nilai keagamaan dan sosial yang dianut. Jazuli menegaskan bahwa organisasi ini tidak hanya fokus pada pengembangan diri, tetapi juga pada keberhasilan umat dan bangsa secara keseluruhan. “Dengan menanamkan semangat keislaman dan kebangsaan, kita bisa membangun masyarakat yang lebih baik dan lebih harmonis,” katanya.

Menurut Jazuli, pendidikan dan dakwah adalah dua pilar yang menjadi fondasi bagi keberhasilan pembangunan bangsa. Ia berharap kedua bidang ini bisa terus berkembang, dengan pendekatan yang inovatif dan berbasis kebutuhan masyarakat. “Mathla'ul Anwar akan terus berupaya menjadi perpanjangan tangan keinginan umat untuk berdakwah dan berkompetisi secara sehat,” ujarnya.

Peran Mathla'ul Anwar dalam pembangunan nasional juga diharapkan bisa memberikan dampak yang luas, baik dalam pendidikan, ekonomi, maupun pelayanan sosial. Jazuli menilai bahwa dengan berkolaborasi secara aktif, organisasi ini bisa menjadi bagian dari upaya menciptakan Indonesia yang lebih berwibawa dan progresif. “Mari kita jadikan amanah ini sebagai peluang untuk berkarya dan mewujudkan impian umat, bangsa, serta negara,” pungkasnya.