Visit Agenda: PKB siap hadiri konferensi partai politik Asia di Korea Selatan
PKB Siap Hadiri Konferensi Partai Politik Asia di Korea Selatan
Visit Agenda - Jakarta, Antara – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah menerima undangan resmi untuk mengikuti International Conference of Asian Political Parties (ICAPP) yang akan digelar di kota Seoul, Korea Selatan, pada 4 hingga 7 November 2026. Undangan tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal ICAPP, Kwon Hee-seog, saat melakukan kunjungan ke kantor Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB. Dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada hari Sabtu, Ketua DPP PKB Bidang Kerja Sama Luar Negeri, Luluk Nur Hamidah, menyatakan bahwa pihak PKB sangat menghargai kehadiran Kwon, yang juga menjabat sebagai Duta Besar Korea Selatan, dalam pertemuan tersebut.
Pertemuan yang Membawa Harapan Baru
Pertemuan antara para delegasi dari Korea Selatan dan DPP PKB dianggap sebagai langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan. Luluk menekankan bahwa undangan untuk hadir dalam General Assembly ICAPP adalah bentuk pengakuan terhadap kemitraan yang telah terjalin sejak lama. "Kehadiran Duta Besar Kwon di kantor DPP PKB adalah bukti kepercayaan dan kesamaan visi antara kedua pihak," tambahnya. Ia juga menyoroti bahwa ini bukan hanya kesempatan untuk berbagi pengalaman dalam pemerintahan demokratis, tetapi juga untuk membangun jaringan kerja sama yang lebih luas di kawasan Asia.
"Kami sangat bangga dan terhormat karena sahabat dari Korea Selatan, Duta Besar Kwon, mengunjungi kantor DPP PKB, serta PKB bersedia mengikuti undangan pertemuan umum ICAPP di Seoul," jelas Luluk.
Dalam konteks global, konferensi ICAPP diharapkan menjadi platform untuk mendorong keterlibatan partai-partai politik dari berbagai negara Asia dalam isu-isu yang relevan. Luluk menjelaskan bahwa keikutsertaan PKB dalam acara ini sejalan dengan komitmen partai untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan negara-negara tetangga, terutama dalam era globalisasi yang semakin intens. "Ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan dialog antarpartai dan mengeksplorasi potensi kerja sama di tingkat internasional," tambahnya.
Kerja Sama Politik dalam Kerangka Hubungan Bilateral
Kerja sama antarpartai politik, menurut Luluk, menjadi fondasi penting dalam membangun hubungan bilateral yang lebih kuat. Ia menegaskan bahwa sektor-sektor seperti ekonomi, investasi, pendidikan, kebudayaan, dan teknologi telah berhasil berkembang, namun ia menilai bahwa kolaborasi di bidang politik perlu ditingkatkan agar hubungan tersebut lebih mantap. "Kita harus memastikan bahwa dialog politik tidak hanya bersifat formal, tetapi juga mampu menciptakan solusi konkret bagi kepentingan bersama," ujarnya.
Dalam memperkuat kerja sama, PKB berharap dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan luar negeri yang lebih efektif. Kwon Hee-seog, dalam kunjungannya, menyampaikan bahwa Korea Selatan sangat antusias untuk melibatkan PKB dalam berbagai proyek kolaboratif, termasuk dalam isu-isu seperti pertukaran tenaga ahli, pendidikan politik, dan pengembangan kota-kota wisata. "Kita percaya bahwa pertukaran gagasan antarpartai akan memperkaya perspektif masing-masing pihak dan membuka peluang baru dalam kerja sama strategis," tambahnya.
"Pertukaran gagasan, pengalaman demokrasi, serta kerja sama antarpartai politik menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman dan kolaborasi yang lebih luas di kawasan Asia," katanya.
Komitmen PKB untuk Kolaborasi yang Berkelanjutan
Luluk Nur Hamidah menekankan bahwa PKB selalu terbuka terhadap berbagai kesempatan kerja sama internasional yang saling menguntungkan. "PKB sangat menghargai kehadiran mitra dari Korea Selatan dan bersedia memperluas sinergi dengan pihak-pihak lain di sana," ujarnya. Ia menambahkan bahwa acara ICAPP menjadi wadah yang tepat untuk mendorong komunikasi antarpartai dan meningkatkan kerja sama dalam menangani tantangan global bersama.
Dalam pembangunan kota-kota yang lebih maju, Luluk menyoroti bahwa keikutsertaan PKB dalam konferensi ICAPP akan memberikan dampak positif pada pertukaran ide dan pengalaman dalam pemerintahan. "Kita perlu memperkuat peran partai politik dalam menjembatani kepentingan nasional dan internasional," jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa partai-partai politik Asia memiliki peran kunci dalam menghadapi perubahan politik dan ekonomi yang terjadi di kawasan tersebut.
Konferensi ICAPP tahun ini dianggap sebagai acara penting karena menghadirkan delegasi dari lebih dari 30 partai politik Asia, termasuk partai-partai besar seperti Partai Demokratik Tiongkok, Partai Konservatif Jepang, dan Partai Sosialis India. Dengan adanya PKB, diharapkan dapat memberikan kontribusi khusus dalam membahas isu-isu seperti pengurangan kesenjangan ekonomi, kemitraan di bidang teknologi, serta peningkatan kerja sama dalam bidang pendidikan.
Selain itu, Luluk mengatakan bahwa PKB juga tertarik untuk berdiskusi tentang peran partai dalam membangun kemitraan dengan negara-negara tetangga, khususnya dalam konteks kerja sama ekonomi dan kebudayaan. "Kita percaya bahwa keikutsertaan dalam konferensi seperti ini akan membantu partai-partai politik Asia memahami dinamika politik di negara-negara lain," ujarnya. Ia menambahkan bahwa Korea Selatan, sebagai mitra strategis, telah menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kerja sama dengan Indonesia.
"PKB terbuka untuk memperluas sinergi dan kerja sama dengan berbagai pihak di Korea Selatan," ujarnya.
Dengan ikut serta dalam ICAPP, PKB menargetkan untuk mendorong pembentukan kebijakan yang lebih inklusif dan menciptakan kepercayaan antarpartai. Luluk juga mengharapkan hasil dari konferensi ini dapat menjadi dasar untuk pertemuan bilateral yang lebih sering, terutama dalam mempersiapkan kemitraan jangka panjang. "Kita ingin menjadi bagian dari jaringan partai politik Asia yang solid dan berorientasi pada keberlanjutan," pungkasnya.
Dalam konteks kebijakan luar negeri, Luluk menegaskan bahwa PKB memperhatikan pentingnya kerja sama politik sebagai bagian dari diplomasi multilateral. Ia menilai bahwa partisipasi dalam konferensi ICAPP akan memberikan wawasan baru terkait dinamika politik di Asia dan membantu Indonesia memperkuat posisinya sebagai negara yang aktif dalam kerja sama regional. "Kita berharap bahwa keikutsertaan PKB dalam acara ini akan memperkaya pengalaman kami dalam berkoordinasi dengan partai-partai lain di kawasan," ujarnya.
Dengan pertemuan ini, PKB berharap dapat membangun hubungan yang lebih erat dengan Korea Selatan, khususnya dalam menghadapi isu-isu seperti perubahan iklim, krisis ekonomi, dan peningkatan pertukaran budaya. Luluk juga menyebutkan bahwa Indonesia dan Korea Selatan memiliki potensi besar dalam kolabor