Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Latest Program: OJK dan ILO Luncurkan Enterprise Resource Planning, Tingkatkan Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah

Published June 15, 2026 · Updated June 15, 2026 · By Jessica Martin

OJK dan ILO Rilis Sistem ERP untuk Meningkatkan Akses Keuangan Peternak Sapi Perah

Latest Program - Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bekerja sama dengan International Labour Organization (ILO) meluncurkan inisiatif berbasis sistem Enterprise Resource Planning (ERP) guna meningkatkan akses ke pembiayaan formal bagi peternak sapi perah di Jawa Timur. Kegiatan ini diadakan di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, pada Kamis (11/06) sebagai bagian dari implementasi program PROMISE 2 IMPACT. Program kolaboratif ini melibatkan ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta OJK, dengan dukungan dari Pemerintah Swiss melalui State Secretariat for Economic Affairs (SECO). Tujuan utama dari inisiatif ini adalah memperluas akses keuangan, mempromosikan digitalisasi, memperkuat rantai nilai usaha, serta mendorong keberlanjutan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia.

Transformasi Ekosistem Peternakan Sapi Perah

Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK, Adi Budiarso, sistem ERP menjadi jawaban atas tantangan nyata yang dihadapi peternak. "Peternak sering kali mengalami kesulitan mengakses pembiayaan formal karena kurangnya data usaha yang valid, profil usaha yang tidak jelas, kapasitas produksi yang beragam, serta kondisi keuangan yang belum terdokumentasi secara baik," ujarnya dalam sambutan. Adi menegaskan bahwa ERP dirancang untuk mencatat data produksi, keuangan, dan operasional secara sistematis dan real-time, sehingga memberikan gambaran lebih akurat tentang kapasitas produksi dan kualitas usaha peternak.

"Melalui data yang dihasilkan sistem ERP, pemeringkat kredit alternatif dapat membuat profil kredit peternak dengan lebih objektif, akurat, dan inklusif. Sistem ini juga menjadi jembatan antara peternak dengan ekosistem jasa keuangan formal," jelas Adi.

Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, OJK melalui Pusat Inovasi OJK Infinity bermitra dengan ILO untuk membangun infrastruktur digital yang andal. Program ini bertujuan memperkuat ekosistem usaha berkelanjutan serta meningkatkan produktivitas dalam sektor peternakan sapi perah. Adi mengungkapkan bahwa ERP adalah langkah strategis untuk menjembatani peternak dengan lembaga keuangan, karena data yang terstruktur akan memudahkan pengambilan keputusan dalam pemberian pembiayaan.

Kemitraan untuk Pembangunan Ekonomi Inklusif

Direktur ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, Simrin Singh, menyoroti peran transformasi digital dalam meningkatkan ketahanan usaha dan akses ekonomi masyarakat. "Digitalisasi berdampak langsung pada produktivitas, ketersediaan pembiayaan, serta keberlanjutan usaha. Kolaborasi ini menunjukkan bagaimana inovasi dan kebijakan publik dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif," tuturnya. Simrin mengatakan bahwa kemitraan antara OJK dan ILO membuka peluang bagi peternak untuk terlibat dalam ekonomi formal, dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat utama.

Duta Besar Swiss untuk Indonesia, Timor-Leste, dan ASEAN, H.E. Olivier Zehnder, menyampaikan bahwa penguatan pelaku usaha lokal merupakan fondasi utama dalam mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan. "Ketika peternak memiliki akses informasi, teknologi, dan layanan keuangan yang lebih baik, mereka bisa berinvestasi lebih besar, meningkatkan hasil produksi, serta memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian daerah," katanya. Zehnder menambahkan bahwa dukungan dari Swiss melalui SECO menjadi langkah penting untuk memastikan program ini memberikan dampak aktual di tingkat masyarakat.

Manfaat untuk Sektor Pangan Nasional

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, yang mewakili Gubernur Jawa Timur, menyoroti pentingnya sektor sapi perah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. "Peternakan sapi perah tidak hanya menjadi penggerak perekonomian lokal, tetapi juga menjawab kebutuhan akan sumber protein hewani yang stabil," katanya. Kepala Dinas Pertanian Jawa Timur menegaskan bahwa program ini memberikan ruang untuk memperkuat ketersediaan pasokan susu, yang menjadi bagian dari strategi pembangunan pertanian berkelanjutan.

Program PROMISE 2 IMPACT yang diluncurkan sebagai bagian dari kolaborasi antara ILO, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan OJK, dilakukan dalam kerangka kerja sama yang menekankan pemanfaatan teknologi dan kebijakan untuk memperluas akses keuangan. Sistem ERP yang menjadi pusat dari inisiatif ini berperan krusial dalam mengintegrasikan data usaha peternak ke dalam platform digital. Dengan adanya sistem ini, peternak tidak hanya bisa mengakses pembiayaan, tetapi juga memperoleh fasilitas yang memudahkan pengelolaan usaha secara efisien.

Kemajuan Teknologi untuk Inklusivitas Ekonomi

Kebijakan digitalisasi yang dijalankan OJK dan ILO menunjukkan upaya untuk mengurangi kesenjangan antara sektor formal dan informal. Adi Budiarso menjelaskan bahwa ERP berperan sebagai basis data yang dapat digunakan oleh berbagai pihak, seperti Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) dan Pemeringkat Kredit Alternatif (PKA), dalam mengambil keputusan keuangan. "Sistem ini memastikan bahwa peternak diberikan kesempatan yang adil untuk berpartisipasi dalam sistem ekonomi yang lebih inklusif," tambahnya.

Peluncuran ERP ini juga diharapkan mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam usaha peternak. Dengan data yang terdokumentasi secara real-time, lembaga keuangan dapat mengevaluasi risiko secara lebih objektif. Adi menyebutkan bahwa tujuan utama dari program ini adalah membangun ekosistem usaha yang lebih produktif, sehingga peternak tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang secara berkelanjutan. Di sisi lain, teknologi ini juga memperkuat kapasitas para peternak untuk mengelola usaha secara lebih profesional.

Perspektif Internasional dan Lokal

Menurut Simrin Singh, digitalisasi memberikan peluang baru dalam memperluas akses ekonomi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih baik. "Transformasi digital tidak hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa manfaatnya mencakup seluruh lapisan masyarakat," katanya. ILO berharap bahwa kerja sama ini menjadi contoh bagus untuk program pembangunan berkelanjutan yang melibatkan keikutsertaan pihak internasional.

Kemitraan antara OJK dan ILO juga dilihat sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan keuangan untuk sektor pertanian. Dengan adanya ERP, peternak bisa menikmati pembiayaan yang lebih mudah, karena data usaha mereka telah terintegrasi ke dalam sistem digital. Sistem ini menjamin bahwa informasi mengenai produksi, pengeluaran, dan kapasitas keuangan peternak menjadi lebih terstruktur, sehingga memudahkan proses penilaian oleh lembaga keuangan.

Di samping itu, Olivier Zehnder menyampaikan bahwa dukungan Swiss dalam program ini memberikan dorongan kuat bagi pengembangan sektor pertanian. "Kami percaya bahwa akses ke informasi dan teknologi adalah kunci bagi kesuksesan ekonomi lokal. Dengan ERP, peternak memiliki alat untuk mengakses pembiayaan yang sebelumnya sulit dicapai," ujarnya. Zehnder menegaskan bahwa kemitraan ini menjadi bukti nyata bagaimana kerja sama internasional dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi daerah.

Dengan berbagai manfaat yang ditawarkan, program PROMISE 2 IMPACT diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup para peternak di Jawa Timur. Sistem ERP menjadi bagian integral dari inisiatif ini, karena memungkinkan pelaku usaha peternak untuk menunjukkan potensi mereka secara jelas. OJK dan ILO berkomitmen untuk memperluas implementasi program ini ke wilayah lain di Indonesia, dengan harapan dapat memberikan dampak serupa di seluruh penjuru negeri.