Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kemkomdigi pantau pemulihan layanan seluler di NTT imbas gempa M 7.0

Published August 15, 2026 · Updated August 15, 2026 · By Richard Wilson - fukushimask.com

Foto : Richard Wilson - fukushimask.com

Pemulihan Jaringan Telekomunikasi NTT Pasca Gempa M 7.0 Terus Dipantau Ketat

Fukushimask.com – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memastikan bahwa proses pemulihan layanan seluler di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sedang berjalan dengan pemantauan intensif. Langkah ini diambil menyusul guncangan gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7.0 yang melanda wilayah Pulau Flores pada Sabtu pagi, tepatnya pukul 05.58 WITA. Gempa tersebut menimbulkan dampak signifikan terhadap infrastruktur telekomunikasi di berbagai kabupaten dan kota di provinsi kepulauan ini.

Hingga pukul 07.00 WIB, data dari operator telekomunikasi yang terhubung dengan Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) Kemkomdigi mencatat sebanyak 200 Base Transceiver Station (BTS) atau menara pemancar sinyal mengalami gangguan. Gangguan ini tersebar merata di sepuluh wilayah administratif di NTT, menunjukkan bahwa dampak gempa cukup luas dan memerlukan penanganan sistematis dari berbagai pihak terkait.

Detail Gangguan pada Operator Seluler

Dari hasil pemantauan awal, tiga operator seluler utama terkonfirmasi mengalami gangguan jaringan di sejumlah wilayah setelah gempa terjadi. Telkomsel melaporkan bahwa sejumlah BTS mengalami gangguan akibat terganggunya pasokan listrik di wilayah terdampak. Sementara itu, XLsmart juga menyampaikan adanya gangguan layanan, terutama di area yang berdekatan dengan pusat gempa.

Indosat saat ini masih melakukan pemantauan intensif melalui tim teknis yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis. Selain gangguan pasokan listrik, koordinasi dengan operator telekomunikasi menunjukkan adanya gangguan pada jaringan transmisi sebagai dampak langsung dari gempa bumi. Hal ini menunjukkan bahwa kerusakan tidak hanya terbatas pada menara pemancar, tetapi juga pada infrastruktur pendukung lainnya.

Keselamatan petugas dan akses publik terhadap akses telekomunikasi menjadi pertimbangan utama dalam proses pemeriksaan dan pemulihan di lapangan,

ujar Wayan Toni Supriyanto, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komdigi, dalam keterangan persnya di Jakarta pada Sabtu.

Sebaran Dampak Berdasarkan Wilayah

Secara jumlah, BTS terdampak paling banyak berada di Kabupaten Sikka dengan total 51 BTS, diikuti oleh Kabupaten Ende sebanyak 31 BTS dan Kabupaten Flores Timur sebanyak 26 BTS. Data ini menunjukkan bahwa wilayah-wilayah di bagian tengah dan timur Flores mengalami dampak lebih berat dibandingkan wilayah lainnya.

Tim PMT Kemkomdigi saat ini terus memantau untuk melihat kondisi terbaru dari jaringan yang terdampak. Pemantauan juga dilakukan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio (Balmon SFR), pemerintah daerah, dan para penyelenggara telekomunikasi. Pendekatan kolaboratif ini penting untuk memastikan bahwa informasi yang diperoleh akurat dan dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Kondisi jaringan sangat dinamis setelah terjadi bencana. Karena itu, data terus kami perbarui berdasarkan laporan operator dan hasil pemantauan di lapangan. Begitu kondisi memungkinkan, penanganan teknis akan dilakukan pada site yang mengalami gangguan,

tambah Wayan.

Rekomendasi untuk Masyarakat

Kementerian Komdigi mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mengutamakan keselamatan dan mengikuti informasi serta arahan resmi BMKG, pemerintah daerah, dan lembaga penanganan bencana. Perkembangan kondisi jaringan dan proses pemulihan layanan telekomunikasi akan terus dipantau secara berkala dan diperbarui sesuai situasi di lapangan.

NTT merupakan wilayah yang secara geografis rentan terhadap bencana alam, termasuk gempa bumi dan tsunami. Infrastruktur telekomunikasi yang ada menjadi sangat penting tidak hanya untuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga untuk koordinasi tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. Dengan adanya sistem monitoring yang terintegrasi, Kemkomdigi berharap dapat memberikan respons yang lebih cepat dan efektif terhadap gangguan yang terjadi.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi infrastruktur telekomunikasi, berikut rincian dampak pada masing-masing kabupaten dan kota:

Kabupaten Sikka mencatat 51 site atau BTS terdampak dari 192 BTS eksisting atau 26,56 persen. Kabupaten Ende mengalami 31 site atau BTS terdampak dari 118 BTS eksisting atau 26,27 persen. Kabupaten Flores Timur mencatat 26 site atau BTS terdampak dari 161 BTS eksisting atau 16,15 persen.

Kabupaten Manggarai mengalami 22 site atau BTS terdampak dari 150 BTS eksisting atau 14,67 persen. Kabupaten Manggarai Barat mencatat 17 site atau BTS terdampak dari 141 BTS eksisting atau 12,06 persen. Kabupaten Manggarai Timur mengalami 16 site atau BTS terdampak dari 80 BTS eksisting atau 20,00 persen.

Kabupaten Ngada mencatat 13 site atau BTS terdampak dari 101 BTS eksisting atau 12,87 persen. Kabupaten Nagekeo mengalami 11 site atau BTS terdampak dari 73 BTS eksisting atau 15,07 persen. Kabupaten Lembata mencatat 10 site atau BTS terdampak dari 73 BTS eksisting atau 13,70 persen. Terakhir, Kabupaten Timor Tengah Utara mengalami 3 site atau BTS terdampak dari 134 BTS eksisting atau 2,24 persen.

Kemkomdigi menyatakan bahwa 16,35 persen BTS di wilayah yang teridentifikasi terdampak mengalami gangguan. Kementerian terus memantau kondisi jaringan dan berkoordinasi langsung dengan operator seluler untuk memastikan gangguan dapat segera ditangani. Upaya maksimal dilakukan dalam memastikan pemulihan jaringan, namun tetap mengutamakan aspek keselamatan untuk petugas yang berada di lokasi agar meminimalisir dampak buruk dari bencana alam itu.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Kemkomdigi pantau pemulihan layanan seluler di NTT?

Kemkomdigi pantau pemulihan layanan seluler di NTT is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Kemkomdigi pantau pemulihan layanan seluler di NTT matter?

Kemkomdigi pantau pemulihan layanan seluler di NTT matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.