Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Nikkei: China pimpin pengajuan paten teknologi finansial

Published July 9, 2026 · Updated July 9, 2026 · By Sandra Jones

China Mengukuhkan Posisi sebagai Pemimpin Global dalam Inovasi Teknologi Keuangan

Nikkei - Tokyo — Laporan terbaru yang diterbitkan oleh media Nikkei pada hari Selasa mengungkap bahwa Tiongkok telah berhasil memimpin dunia dalam hal volume dan kualitas permohonan paten teknologi keuangan atau yang lebih dikenal dengan istilah fintech. Pencapaian luar biasa ini mencakup periode dekade terakhir, menunjukkan transformasi signifikan dalam lanskap inovasi teknologi finansial global. Temuan-temuan penting ini didasarkan pada survei komprehensif yang dilakukan terhadap pengajuan paten terkait teknologi finansial di 118 negara dan kawasan berbeda, dengan rentang waktu pengamatan dari tahun 2016 hingga 2025. Survei ini merupakan hasil kolaborasi antara Nikkei dengan firma riset Patent Result yang berkantor pusat di Tokyo.

Lonjakan Dramatis dalam Pengajuan Paten Fintech Global

Menurut data survei yang dikumpulkan, jumlah total pengajuan paten teknologi finansial di seluruh dunia mencapai sekitar 120.000 permohonan dalam kurun waktu sepuluh tahun hingga 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan, hampir tiga kali lipat dibandingkan dengan volume pengajuan pada dekade sebelumnya. Tren positif ini mencerminkan percepatan adopsi teknologi digital di sektor perbankan dan jasa keuangan secara global.

Pengajuan paten yang berasal dari perusahaan-perusahaan Tiongkok pada periode tersebut menyumbang lebih dari 38 persen dari keseluruhan total pengajuan paten fintech di dunia. Pangsa ini menjadikan Tiongkok sebagai kontributor terbesar sejauh ini dalam hal inovasi teknologi keuangan. Yang lebih mengesankan lagi, jumlah pengajuan paten dari Tiongkok mengalami peningkatan sebanyak sepuluh kali lipat dibandingkan dengan dekade sebelumnya, menandai era baru dalam kepemimpinan teknologi negara tersebut.

Kompetisi Global dan Posisi Negara-Negara Utama

Setelah Tiongkok, Amerika Serikat menempati peringkat kedua dengan pangsa 17 persen dari total pengajuan paten fintech global. Korea Selatan berada di posisi ketiga dengan kontribusi 9 persen, sementara Jepang mengikuti dengan 8 persen. Kombinasi keempat negara ini menunjukkan dominasi Asia dan Amerika Utara dalam inovasi teknologi finansial dunia.

Di tingkat korporasi, perusahaan-perusahaan Tiongkok juga menunjukkan dominasi yang luar biasa. Mereka berhasil menduduki delapan dari sepuluh posisi teratas berdasarkan jumlah pengajuan paten teknologi finansial. Industrial and Commercial Bank of China atau ICBC berhasil memuncaki peringkat global, diikuti oleh Bank of China, China Construction Bank, dan Tencent dalam daftar sepuluh besar perusahaan dengan pengajuan paten tertinggi.

Kualitas Paten: Bukan Hanya Soal Volume

Survei tersebut menemukan bahwa keunggulan Tiongkok tidak hanya terletak pada volume pengajuan semata. Negara tersebut juga memimpin dalam hal kualitas paten, yang diukur berdasarkan skor nilai dan daya saingnya. Dalam kategori kualitas ini, Amerika Serikat dan Jepang masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga, menunjukkan bahwa kompetisi tidak hanya bersifat kuantitatif tetapi juga kualitatif.

Perkembangan ini memiliki implikasi penting bagi masa depan industri keuangan global. Dengan kombinasi volume dan kualitas yang unggul, Tiongkok tidak hanya menjadi pemain besar dalam jumlah inovasi, tetapi juga dalam kedalaman dan nilai teknologi yang dihasilkan. Hal ini memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi teknologi finansial dunia, menarik perhatian investor dan mitra bisnis internasional yang semakin tertarik pada ekosistem teknologi keuangan yang berkembang pesat di negara tersebut.