Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BKPM sebut investasi langsung resisten gejolak global

Published July 2, 2026 · Updated July 2, 2026 · By Daniel Johnson

BKPM Sebut Investasi Langsung Menjadi Pendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

BKPM sebut investasi langsung resisten gejolak - Dalam laporan terbaru yang dirilis oleh Badan Koordinasi Investasi (BKPM), nilai realisasi penanaman modal asing (PMAS) pada periode Triwulan I 2026 mencapai angka Rp250 triliun. Angka ini menunjukkan kontribusi sebesar 50,1 persen dari total realisasi investasi nasional yang mencapai Rp498,8 triliun. BKPM mengungkapkan bahwa jenis investasi ini tetap stabil meski menghadapi dinamika ekonomi global yang bergejolak.

Menurut pernyataan dari Dendy Apriandi, juru bicara BKPM, investasi langsung dianggap lebih resilien dibandingkan aliran modal lainnya. Ini karena sifatnya yang berjangka panjang dan memberikan dampak yang lebih terukur dalam perekonomian. Berbeda dengan arus modal di pasar keuangan yang cenderung rentan terhadap fluktuasi kebijakan moneter dan perubahan sentiment internasional, investasi langsung dianggap sebagai fondasi yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Investasi langsung menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional karena cenderung lebih stabil dan berdampak jangka panjang,” jelas Dendy Apriandi dalam rilis video yang diterbitkan pada 1 Juli. Ia menambahkan bahwa meski ada ketidakpastian di tingkat global, arus modal langsung tetap menunjukkan kinerja yang kuat.

Menurut data BKPM, realisasi investasi langsung di Triwulan I 2026 mencapai Rp250 triliun, sedangkan total realisasi investasi mencakup berbagai jenis, termasuk PMAS dan investasi dalam bentuk lainnya. Angka ini mengisyaratkan bahwa meski ada tekanan dari perubahan politik, krisis moneter, atau fluktuasi suku bunga global, investor tetap mempercayai potensi pasar Indonesia.

Investasi langsung biasanya melibatkan pembangunan pabrik, pengadaan tanah, atau peningkatan kapasitas produksi, sehingga memiliki dampak langsung terhadap peningkatan ekspor dan perekonomian lokal. Berbeda dengan investasi di pasar keuangan yang bisa berubah cepat berdasarkan sentimen pasar, investasi langsung membutuhkan waktu untuk berdampak, tetapi lebih berkelanjutan dan konsisten. Ini menjadikannya pilihan yang lebih aman bagi investor di tengah ketidakpastian global.

Kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi juga berkontribusi terhadap kestabilan investasi langsung. Dengan fokus pada pengembangan industri dalam negeri, pemerintah membantu menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penanaman modal asing. Hal ini selaras dengan visi untuk meningkatkan kemandirian ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Meski ada tantangan seperti inflasi yang tinggi atau perang dagang internasional, investor tetap mempertimbangkan Indonesia sebagai tujuan yang menarik. Salah satu alasan utamanya adalah ketersediaan sumber daya alam, tenaga kerja yang cukup, serta infrastruktur yang terus berkembang. Dengan adanya kebijakan insentif dan dukungan dari berbagai pihak, investor asing semakin yakin untuk memperkuat kehadirannya di Indonesia.

Dalam konteks global, kinerja investasi langsung menjadi bukti bahwa Indonesia masih mampu menarik minat investor meskipun terjadi perubahan politik di berbagai negara. Kebijakan ekonomi yang konsisten, seperti pengendalian anggaran dan peningkatan kualitas pelayanan investasi, berperan penting dalam menjaga kepercayaan para investor. Dengan jumlah realisasi PMAS yang signifikan, Indonesia menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi investasi yang andal.

BKPM juga menyoroti bahwa investasi langsung memberikan manfaat yang lebih luas dibandingkan jenis investasi lainnya. Selain meningkatkan produktivitas, jenis investasi ini juga membuka lapangan kerja dan mendorong pengembangan teknologi serta inovasi. Dengan adanya kehadiran investor asing yang tetap aktif, perekonomian Indonesia diharapkan tetap tumbuh stabil meskipun menghadapi tantangan dari luar.

Sebagai contoh, dalam beberapa tahun terakhir, investasi langsung telah berkontribusi signifikan terhadap peningkatan nilai tambah dari produksi dalam negeri. Hal ini terlihat dari peningkatan produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan asing di Indonesia. Selain itu, investasi langsung juga memperkuat rantai pasok dan hubungan perdagangan dengan negara-negara lain.

Menurut Dendy Apriandi, meskipun ada tekanan dari pasar keuangan global, arus modal langsung terus mengalir ke Indonesia karena memperhatikan potensi pertumbuhan jangka panjang. Ia menekankan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan kepastian bagi investor melalui berbagai regulasi dan insentif. Dengan dukungan tersebut, Indonesia diharapkan tetap menjadi pilihan utama bagi para investor internasional.

Perkembangan ini juga menunjukkan bahwa strategi pemerintah dalam menarik investasi langsung telah berhasil. Dengan adanya peningkatan investasi, ekonomi Indonesia bisa menjaga laju pertumbuhan meskipun ada ketidakpastian global. Kebijakan yang konsisten dan responsif terhadap kebutuhan investor akan terus mendukung keberlanjutan investasi tersebut.

Para ahli ekonomi menyambut positif kinerja investasi langsung dalam Triwulan I 2026. Mereka menilai bahwa hal ini merupakan langkah positif untuk membangun perekonomian yang lebih kuat dan mandiri. Dengan adanya arus modal yang stabil, Indonesia bisa meningkatkan daya saingnya di pasar global sekaligus memperkuat stabilitas perekonomian nasional.

Dendy Apriandi juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus meningkatkan upaya pengelolaan investasi, baik langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian, BKPM berkomitmen untuk memastikan bahwa Indonesia tetap menjadi destinasi investasi yang menarik bagi para investor di masa depan.

Penulis: Azhfar Muhammad Robbani/Andi Bagasela/Nabila Anisya Charisty