Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Kurang dari 24 jam – KSOP Batam berhasil selamatkan ABK kapal karam

Published June 6, 2026 · Updated June 6, 2026 · By David Garcia

Kurang dari 24 jam, KSOP Batam berhasil selamatkan ABK kapal karam

Penyelamatan Berhasil Dilakukan Setelah Kapal Tenggelam

Kurang dari 24 jam - Kapal MV Golden Star 1 yang tenggelam di perairan Batam, Kepulauan Riau, berhasil menyelamatkan sembilan anak buah kapal (ABK) dalam waktu kurang dari 24 jam. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (5/6), ketika kapal tersebut karam, dan tim penyelamat dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam langsung bergerak untuk mengevakuasi para ABK yang terjebak di lautan. Meski kondisi laut cukup tenang, operasi penyelamatan tetap dilakukan dengan hati-hati guna memastikan keselamatan seluruh penumpang.

Menurut pernyataan Kepala KSOP Khusus Batam, M Takwim Masuku, pada Sabtu (6/6), semua ABK berhasil dievakuasi setelah mengapung selama sekitar satu jam. "Kami memantau kondisi mereka sejak kejadian terjadi dan langsung berkoordinasi dengan tim penyelamat," ujar Takwim dalam wawancara terpisah. Ia menambahkan bahwa operasi penyelamatan membutuhkan waktu singkat karena kondisi kapal yang stabil, sehingga para ABK tidak mengalami kesulitan besar selama di laut.

"Semua ABK dalam kondisi baik, meski mengalami kelelahan dan kehausan," kata Takwim. Ia menjelaskan bahwa setelah kapal karam, para ABK mengapung di permukaan laut sebelum ditolong oleh kapal penyelamat yang datang dari arah berbeda. Proses evakuasi berlangsung lancar, di mana para ABK terlebih dahulu dikumpulkan di perahu karet sebelum dibawa ke daratan.

Kapal MV Golden Star 1, yang diketahui berlayar dari Singapura menuju Indonesia, karam akibat masalah teknis yang terjadi di tengah perjalanan. Informasi awal menyebut bahwa kejadian ini terjadi di perairan sekitar 10 mil dari Batam, sehingga tim KSOP harus segera mengirimkan bantuan. Meski tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, peristiwa ini memicu kekhawatiran terhadap keselamatan pelayaran di wilayah tersebut.

Dalam operasi penyelamatan, KSOP Batam bekerja sama dengan institusi lain seperti Pemkot Batam dan Kementerian Perhubungan. Koordinasi antara berbagai pihak dilakukan melalui sistem komunikasi darurat untuk memastikan tanggap cepat. Takwim mengungkapkan bahwa tim evakuasi menerima laporan kejadian sekitar pukul 10.00 pagi dan langsung bergerak ke lokasi. "Kami mengirimkan dua kapal penyelamat dan beberapa helikopter guna mengevakuasi ABK secara lebih efisien," jelasnya.

Kapal karam tersebut berisi sekitar 20 ABK, namun hanya sembilan orang yang berhasil diselamatkan dalam waktu 24 jam. Sisanya, menurut sumber lokal, sedang dalam pencarian intensif oleh tim penyelamat. Dalam perjalanan ke daratan, para ABK diberikan bantuan medis dan makanan untuk memulihkan kondisi mereka. "Kami juga memberikan perlindungan hukum untuk para ABK yang ditemukan selamat," tambah Takwim.

Kapal Karam: Penyebab dan Proses Penyelamatan

Kapal MV Golden Star 1 karam setelah mengalami kebocoran di bagian bawah kapal. Masalah ini terjadi pada Jumat (5/6) sekitar pukul 10.00 pagi, ketika kapal sedang melintasi perairan yang relatif tenang. Kebocoran tersebut menimbulkan kekhawatiran besar karena terjadi di laut lepas, di mana akses ke daratan terbatas. Namun, para ABK mampu mengapung dan berusaha memperbaiki situasi mereka sendiri sebelum bantuan tiba.

Proses penyelamatan memerlukan kerja sama tim dari berbagai unit. Satu kapal penyelamat bergerak dari Batam dan dua dari Singapura untuk membantu mengevakuasi ABK. Setelah kapal karam, para ABK mengapung di permukaan laut dan memberi tahu tim penyelamat melalui radio. Takwim menjelaskan bahwa selama proses evakuasi, para ABK tidak mengalami kecelakaan tambahan, sehingga semua kondisi mereka tetap stabil.

"Kami menerima sinyal darurat segera setelah kapal karam dan langsung menyiapkan perahu karet serta bantuan darurat," kata Takwim. Ia menegaskan bahwa operasi ini berjalan cepat karena tim sudah siap sebelumnya dan terdapat sistem darurat yang teratur. Selain itu, kondisi cuaca yang baik memudahkan proses penyelamatan.

Sebagai hasil dari operasi penyelamatan, sembilan ABK yang selamat dibawa ke kota Batam untuk diperiksa oleh tim medis dan diberikan penjelasan mengenai kejadian. Takwim mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantau situasi dan mungkin melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti karamnya kapal tersebut. "Kami juga berharap untuk mendapatkan informasi dari kapten kapal mengenai apa yang terjadi sebelumnya," tambahnya.

Peristiwa ini menunjukkan kinerja yang baik dari KSOP Batam dalam menangani situasi darurat. Meski berlangsung di waktu yang singkat, tim penyelamat berhasil mengamankan seluruh ABK yang terjebak di laut. Takwim menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari persiapan sebelumnya dan kesadaran semua pihak untuk bekerja secara sinergis. "Kami berharap kejadian serupa tidak terulang, tetapi tetap siap jika ada peristiwa serupa di masa depan," ujarnya.

Sebagai respons atas kejadian tersebut, pemerintah setempat berencana mengadakan evaluasi terhadap keselamatan pelayaran di perairan Batam. Dalam surat edaran, Pemkot Batam menyatakan akan meningkatkan pengawasan terhadap kapal-kapal yang berlayar di wilayah tersebut. "Kami juga berencana melibatkan instansi lain seperti BMKG untuk memastikan kondisi laut selama operasi pelayaran," tambah Takwim.

Dengan berjalannya proses penyelamatan, sembilan ABK yang selamat kini dalam kondisi yang membaik. Mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan lebih lanjut sebelum diberikan izin pulang. Takwim berharap para ABK dapat berikan keterangan lengkap mengenai penyebab kebocoran kapal. "Setelah ini, kami akan memastikan semua prosedur keselamatan dijalankan secara optimal," tutupnya.

Dalam keseluruhan peristiwa, KSOP Batam menunjukkan respons yang cepat dan efektif. Meski kapal karam hanya dalam waktu kurang dari satu hari, keselamatan para ABK terjamin. Proses ini juga menjadi pelajaran bagi pihak-pihak terkait untuk terus meningkatkan kesiapan dalam menghadapi kejadian serupa. Pemerintah daerah dan otoritas maritim sepakat untuk memperkuat sistem darurat dan melakukan simulasi evakuasi secara berkala.

Para ABK yang selamat kini sedang ditemani oleh pihak berwenang dan akan diberikan dukungan psikologis. Takwim mengatakan bahwa tim KSOP juga memberikan penjelasan mengenai prosedur keamanan pelayaran kepada para ABK. "Kami ingin memastikan mereka memahami cara menghadapi situasi darurat dan mampu beradaptasi dengan lingkungan laut yang berbahaya," jelasnya.