Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Pangkalpinang gandeng kader posyandu tangani AIDS TBC dan Malaria

Published June 24, 2026 · Updated June 24, 2026 · By Jessica Martin

Pangkalpinang Kolaborasi dengan Kader Posyandu untuk Mengatasi Penyakit ATM

Program ini Menggabungkan Peran Lokal dan Nasional dalam Upaya Penanggulangan Penyakit

New Policy - Kota Pangkalpinang melakukan kolaborasi dengan para kader Posyandu untuk mengatasi penyakit HIV/AIDS, TBC, dan malaria yang menjadi tantangan kesehatan masyarakat. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mempercepat deteksi dini, serta memberikan layanan kesehatan yang lebih efektif di tingkat desa. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Pangkalpinang Hisar Manalu menegaskan bahwa kader Posyandu berperan penting dalam mendukung upaya pemerintah untuk mengurangi penyebaran ketiga penyakit tersebut.

Posyandu, atau Pos Pelayanan Terpadu, merupakan program kesehatan yang berjalan di tingkat masyarakat desa. Fungsi utamanya adalah memberikan layanan kesehatan dasar, termasuk pengobatan, edukasi, dan pemantauan kesehatan, terutama bagi keluarga muda dan anak-anak. Dengan menggandeng kader posyandu, pemerintah Kota Pangkalpinang memperkuat jaringan penanganan penyakit ATM, yang selama ini dianggap sulit dikendalikan karena sifatnya yang menyebar ke berbagai lapisan masyarakat.

Dalam wawancara dengan antaranews.com, Hisar Manalu menjelaskan bahwa kader Posyandu bertugas sebagai garda depan dalam pengendalian penyakit. "Para kader ini memiliki peran strategis dalam membantu ibu hamil dan anak-anak, serta mendukung pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan penyakit," kata Kadinkes yang juga dikenal sebagai seorang profesional kesehatan berpengalaman. Ia menambahkan bahwa dengan adanya kerja sama ini, pemerintah dapat menjangkau area yang lebih luas, terutama di daerah terpencil yang akses layanan kesehatan masih terbatas.

"Kader Posyandu berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya melalui pendekatan yang berbasis komunitas. Mereka membantu dalam edukasi, pengumpulan data, dan pemberian layanan di tingkat rumah tangga," ujar Hisar Manalu, yang menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya nasional dalam menekan angka penularan penyakit yang berdampak besar pada kesehatan publik.

Program ini terutama fokus pada kelompok rentan, seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia, yang rentan terhadap penyakit AIDS, TBC, dan malaria. Dalam beberapa bulan terakhir, Kota Pangkalpinang mencatat peningkatan kasus penyakit ini, terutama di area dengan tingkat ekonomi rendah dan akses ke fasilitas kesehatan yang kurang memadai. Kehadiran kader Posyandu diharapkan dapat mengurangi penyebaran penyakit melalui kegiatan edukasi rutin dan pengobatan sederhana.

Kadinkes Hisar Manalu menyoroti bahwa para kader diberikan pelatihan khusus untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam mengidentifikasi gejala penyakit, memberikan pengobatan dasar, dan mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan kesehatan. "Selain itu, mereka juga membantu dalam memantau kesehatan ibu dan bayi, yang menjadi fokus utama program Posyandu," katanya. Selama ini, para kader Posyandu lebih dikenal dalam bidang kesehatan ibu dan anak, tetapi kemitraan ini memberikan ruang bagi mereka untuk berkontribusi dalam penanganan penyakit menular lainnya.

Dalam praktiknya, kegiatan ini dilaksanakan melalui pembelajaran langsung, sesi konsultasi, dan sosialisasi ke rumah-rumah tangga. Para kader Posyandu juga berkolaborasi dengan tenaga kesehatan profesional, seperti dokter dan perawat, untuk memastikan bahwa informasi yang disampaikan akurat dan sesuai dengan protokol kesehatan terbaru. "Kader Posyandu mampu menjembatani antara pemerintah dan masyarakat, sehingga program ini lebih efektif dalam mencapai tujuannya," imbuh Kadinkes yang menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam upaya penanggulangan penyakit.

Menurut data yang dihimpun, jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Pangkalpinang meningkat sekitar 10% dalam dua tahun terakhir, sementara TBC dan malaria masih menjadi penyakit yang dominan dalam jumlah pengidap. Kehadiran kader Posyandu diharapkan dapat mempercepat respons terhadap peningkatan kasus ini. Selain itu, program ini juga melibatkan komunitas lokal, seperti RT/RW, organisasi keagamaan, dan kelompok masyarakat, untuk mendukung kegiatan penanggulangan penyakit secara bersama-sama.

Hisar Manalu menyebutkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada kesinambungan pelatihan dan evaluasi. "Kita perlu memastikan bahwa kader Posyandu memiliki kemampuan yang memadai, baik dalam bidang kesehatan maupun komunikasi sosial," katanya. Ia juga menekankan bahwa pendekatan holistik, yang menggabungkan layanan kesehatan, edukasi, dan dukungan sosial, adalah kunci dalam mengurangi risiko penyebaran penyakit. Selain itu, pihaknya berencana memperluas program ini ke wilayah lain di Kepulauan Bangka Belitung.

Kemitraan antara pemerintah dan kader Posyandu juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk lebih aktif dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan. Dengan adanya layanan di tingkat desa, masyarakat tidak perlu menunggu ke pusat kota untuk memperoleh informasi dan bantuan kesehatan. "Ini adalah langkah penting dalam membangun kekuatan komunitas dalam menghadapi penyakit menular," kata Hisar Manalu, yang menambahkan bahwa program ini menjadi contoh bagus bagi kota-kota lain yang ingin mengadopsi strategi serupa.

Selama ini, keberhasilan program ini diukur dari penurunan angka kasus penyakit, peningkatan pengetahuan masyarakat, dan peningkatan akses layanan kesehatan. Dengan keterlibatan kader Posyandu, pemerintah yakin bahwa penanganan penyakit ATM dapat dilakukan secara lebih komprehensif dan berkelanjutan. "Kita juga terus berupaya meningkatkan fasilitas kesehatan di tingkat desa, agar layanan yang diberikan lebih optimal," pungkas Kadinkes Hisar Manalu, yang berharap program ini akan menjadi bagian dari kebijakan kesehatan jangka panjang Kota Pangkalpinang.

Chandrika Purnama Dewi, Andi Bagasela, dan Nabila Anisya Charisty adalah penulis artikel ini yang meliputkan kegiatan pemerintah dan kader Posyandu di Kota Pangkalpinang. Mereka mengungkapkan bahwa kerja sama ini memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama di daerah dengan keterbatasan akses ke layanan medis. Dengan terus berinovasi dalam metode penanganan penyakit, Kota Pangkalpinang diharapkan menjadi contoh sukses dalam pencegahan penyakit menular di tingkat lokal.