Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

New Policy: Sekolah Rakyat di Pontianak dibangun di lahan seluas 5,1 hektare

Published June 7, 2026 · Updated June 7, 2026 · By Jessica Martin

Sekolah Rakyat di Pontianak Dibangun di Lahan Seluas 5,1 Hektare

New Policy - Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, serta Pemerintah Kota Pontianak telah mempercepat pelaksanaan proyek pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kecamatan Pontianak Utara. Proyek ini, yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu, akan dioperasikan di atas lahan seluas 5,1 hektare. Proses konstruksi dimulai pada hari Sabtu (6/6), dengan rencana penyelesaian dalam waktu yang lebih singkat dibandingkan jadwal awal.

Proyek Strategis Nasional untuk Masyarakat Rentan

Direncanakan sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN), Sekolah Rakyat ini mendapat dana sebesar Rp231,8 miliar. Kementerian Pekerjaan Umum mengungkapkan bahwa kecepatan pembangunan bertujuan mempercepat akses pendidikan bagi kelompok masyarakat yang kesulitan memenuhi biaya pendidikan. Proyek ini diharapkan menjadi penggerak utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat.

Pembangunan Sekolah Rakyat di Pontianak Utara dianggap penting karena daerah tersebut merupakan salah satu pusat kegiatan ekonomi dan sosial di kota ini. Dengan fasilitas yang lengkap, sekolah ini akan menjadi tempat belajar bagi ribuan siswa, terutama dari keluarga yang memiliki pendapatan terbatas. Dukungan pemerintah pusat dan daerah menunjukkan komitmen untuk menjamin pendidikan yang merata dan berkualitas, sekaligus mengurangi kesenjangan pendidikan antara kalangan miskin dan non-miskin.

Pengembangan Infrastruktur Pendidikan untuk Masa Depan

Sekolah Rakyat yang dibangun di lahan seluas 5,1 hektare dirancang memiliki beberapa ruang belajar, ruang kelas, serta fasilitas pendukung seperti laboratorium sederhana, perpustakaan, dan lapangan olahraga. Selain itu, konsep sekolah ini juga mengintegrasikan pendidikan non-formal dan formal, dengan program pelatihan kejuruan serta kursus dasar yang cocok untuk berbagai usia belajar.

Menurut rencana, proyek ini akan selesai dalam tiga tahun dari mulai pemulaian konstruksi. Pemerintah Kota Pontianak berharap sekolah ini dapat beroperasi pada akhir 2025, memberikan akses pendidikan gratis kepada sekitar 2.000 siswa setiap tahun. Dengan adanya sekolah ini, masyarakat daerah terpencil yang sebelumnya kesulitan mencapai pusat pendidikan akan mendapat keuntungan besar. Selain itu, sekolah ini juga diharapkan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Barat, khususnya dalam bidang teknologi dan pertanian.

Kolaborasi Pemangku Kepentingan dalam Mendukung Edukasi

Kolaborasi antara tiga instansi tersebut menunjukkan sinergi dalam mempercepat realisasi pendidikan inklusif. Kementerian Pekerjaan Umum menangani aspek infrastruktur, sementara Kementerian Sosial fokus pada pengelolaan program bantuan pendidikan. Pemerintah Kota Pontianak bertindak sebagai mitra utama, mengkoordinasikan kebutuhan lokal dan mengawasi penerapan standar kualitas pendidikan. Direktur Pendidikan Menengah dari Kementerian Sosial, yang tidak ingin disebutkan namanya, menuturkan bahwa proyek ini merupakan upaya untuk menjangkau masyarakat yang kurang beruntung.

Dalam pengembangan pendidikan, Sekolah Rakyat di Pontianak Utara diharapkan menjadi contoh sukses dari kebijakan inklusif. Pendekatan ini tidak hanya menyediakan tempat belajar tetapi juga membantu masyarakat kurang mampu dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar. Selain itu, proyek ini menekankan pentingnya pendidikan sejak dini, dengan program belajar yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Peran Sekolah Rakyat dalam Transformasi Sosial

Sekolah Rakyat biasanya memiliki program belajar yang lebih fleksibel, memungkinkan peserta didik memilih bidang yang sesuai dengan minat dan bakat. Kementerian Pekerjaan Umum menjelaskan bahwa pilihan bidang ini akan mencakup bidang teknologi, pertanian, dan ekonomi kreatif. Proyek ini juga berupaya memperkuat sistem pendidikan di Kalimantan Barat, dengan menyediakan fasilitas yang modern namun tetap terjangkau.

Menteri Pekerjaan Umum mengatakan bahwa sekolah ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya akses pendidikan yang lebih mudah, harapan besar diarahkan pada peningkatan ekonomi melalui pelatihan teknis. Sementara itu, Kementerian Sosial mengingatkan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan kunci utama dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan daya saing daerah.

Indra Budi Santoso/Soni Namura/Nabila Anisya Charisty

Pembangunan Sekolah Rakyat di Pontianak Utara bukan hanya sekadar konstruksi bangunan. Ini merupakan langkah strategis dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif, serta menggabungkan pembelajaran formal dan non-formal. Proyek ini diperkirakan akan memberikan dampak jangka