Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Prabowo sebut ijtima ulama PKB selaras dengan cita-cita pemerintah

Published July 24, 2026 · Updated July 24, 2026 · By Daniel Johnson - fukushimask.com

Foto : Daniel Johnson - fukushimask.com

Presiden Prabowo Apresiasi Ijtima Ulama PKB sebagai Hadiah dan Perintah yang Selaras dengan Visi Konstitusi

Fukushimask.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap hasil ijtima yang diselenggarakan oleh para ulama dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pertemuan ilmiah dan keagamaan tersebut menghasilkan kesepakatan penting yang menunjukkan dukungan kuat dari kalangan ulama terhadap berbagai langkah strategis yang sedang ditempuh oleh pemerintahan Prabowo Subianto dalam memimpin bangsa ini.

Acara peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB yang berlangsung pada malam hari, Kamis, tanggal 23 Juli, menjadi momen bersejarah bagi hubungan antara pemerintah dengan tokoh-tokoh keagamaan. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo secara khusus menyoroti makna mendalam dari ijtima yang telah diselenggarakan oleh para ulama PKB. Ia menyebut hasil pertemuan tersebut sebagai sebuah hadiah sekaligus perintah yang sangat berarti bagi kelancaran pemerintahan.

Makna Ijtima dalam Tradisi Keislaman Indonesia

Ijtima merupakan istilah yang merujuk pada pertemuan atau kesepakatan bersama yang dilakukan oleh para ulama dan tokoh keagamaan. Dalam tradisi keislaman di Indonesia, ijtima memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai mekanisme pengambilan keputusan kolektif. Hasil ijtima biasanya mencerminkan konsensus yang kuat dari para pemuka agama terhadap berbagai isu yang sedang dihadapi oleh masyarakat dan bangsa.

Pada kesempatan ini, para ulama PKB telah berhasil merumuskan posisi mereka yang mendukung penuh arah kebijakan pemerintahan Prabowo Subianto. Dukungan ini bukan sekadar formalitas, melainkan merupakan hasil refleksi mendalam terhadap kondisi bangsa dan kebutuhan strategis yang harus diwujudkan melalui berbagai program pembangunan.

Hadiah dan Perintah yang Selaras dengan Cita-Cita Pemerintahan

Presiden Prabowo menekankan bahwa ijtima ulama PKB ini memiliki dimensi ganda. Di satu sisi, ia merupakan hadiah yang diberikan oleh para ulama kepada pemerintah. Di sisi lain, ijtima tersebut juga mengandung unsur perintah yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Kedua dimensi ini menunjukkan bahwa dukungan ulama bukan hanya bersifat simbolis, melainkan memiliki kekuatan moral yang harus diimplementasikan dalam praktik pemerintahan.

Prabowo menyebut ijtima tersebut sebagai hadiah sekaligus perintah yang selaras dengan cita-cita dan koridor konstitusi pemerintahannya.

Kata-kata Presiden ini menunjukkan bahwa ia memahami bahwa dukungan dari kalangan ulama merupakan bagian integral dari legitimasi pemerintahan. Koridor konstitusi yang disebutkan merujuk pada berbagai prinsip dasar yang menjadi fondasi negara Indonesia, termasuk sila-sila Pancasila dan ketentuan-ketentuan dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Pentingnya Dukungan Ulama bagi Kepemimpinan Nasional

Dukungan para ulama dari PKB terhadap langkah-langkah strategis pemerintahan memiliki makna yang sangat strategis. PKB sebagai partai yang memiliki basis dukungan kuat dari kalangan pesantren dan tokoh-tokoh keagamaan, memiliki peran penting dalam membangun konsensus nasional. Ketika para ulama dari PKB menyatakan dukungan mereka, hal ini memberikan sinyal positif bagi seluruh lapisan masyarakat tentang arah kebijakan yang sedang ditempuh oleh pemerintah.

Langkah-langkah strategis yang dimaksud oleh Presiden Prabowo mencakup berbagai aspek, mulai dari pembangunan ekonomi, penguatan keamanan nasional, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dukungan ulama memberikan legitimasi moral yang kuat bagi setiap kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam menjalankan roda kenegaraan.

Harlah PKB sebagai Momentum Penguatan Hubungan Pemerintah-Ulama

Peringatan Harlah ke-28 PKB bukan hanya sekadar perayaan ulang tahun partai, melainkan juga menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara pemerintah dengan tokoh-tokoh keagamaan. Melalui ijtima yang diselenggarakan dalam rangka acara ini, para ulama telah menunjukkan komitmen mereka untuk terus mendukung pemerintahan Prabowo Subianto dalam mewujudkan cita-cita bangsa.

Komitmen ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat bagi stabilitas politik dan sosial di Indonesia. Dengan adanya dukungan dari berbagai kalangan, termasuk ulama dan tokoh-tokoh keagamaan, pemerintah diharapkan dapat lebih efektif dalam menjalankan program-program pembangunan yang telah direncanakan.

Keberhasilan pemerintahan dalam mewujudkan visi dan misinya sangat bergantung pada kemampuan untuk membangun koalisi yang luas dan inklusif. Dukungan dari PKB melalui ijtima ulama ini merupakan salah satu indikator positif bahwa pemerintahan Prabowo Subianto memiliki dukungan yang solid dari berbagai sektor masyarakat Indonesia.

Dengan demikian, ijtima ulama PKB yang diselenggarakan pada Harlah ke-28 partai ini dapat dikatakan sebagai tonggak sejarah dalam hubungan antara pemerintah dengan kalangan keagamaan. Hasil ijtima ini tidak hanya menjadi hadiah dan perintah bagi pemerintah, tetapi juga menjadi cerminan dari semangat gotong royong yang menjadi nilai dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.

(Cahya Sari/Irfansyah Naufal Nasution/Rizky Bagus Dhermawan/Rijalul Vikry)