Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Presiden: Prabowonomics bukan gagasan pribadi tapi berlandaskan UUD

Published July 24, 2026 · Updated July 24, 2026 · By Richard Wilson - fukushimask.com

Foto : Richard Wilson - fukushimask.com

Prabowonomics: Fondasi Kebijakan Ekonomi yang Berakar pada Konstitusi

Fukushimask.com – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas dukungan yang diberikan terhadap transformasi kebijakan ekonomi nasional. Dalam pernyataannya pada hari Kamis, tanggal 23 Juli, Presiden menegaskan bahwa konsep yang kini dikenal sebagai "Prabowonomics" bukanlah inovasi yang lahir semata-mata dari pemikiran pribadinya. Sebaliknya, arah kebijakan ini merupakan implementasi dari amanat yang telah tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Dukungan PKB sebagai Momentum Penting

Salah satu indikator nyata dari dukungan PKB terhadap visi ekonomi baru ini dapat dilihat dari kehadiran para peserta dengan mengenakan baju bertuliskan "Prabowonomics". Hal ini menunjukkan bahwa partai tersebut tidak hanya memberikan dukungan secara verbal, tetapi juga secara aktif mengomunikasikan konsep tersebut kepada publik. Presiden melihat gerakan ini sebagai bentuk solidaritas politik yang kuat dalam mendukung program-program ekonomi yang akan dijalankan oleh pemerintahannya.

Konsep ekonomi yang diusung ini mencakup berbagai aspek, mulai dari penguatan sektor riil, peningkatan daya saing industri dalam negeri, hingga pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia. PKB, sebagai salah satu partai politik terbesar di Indonesia, memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa kebijakan-kebijakan ekonomi ini mendapat dukungan politik yang luas di tingkat legislatif maupun eksekutif.

Prabowonomics: Bukan Gagasan Baru, Melainkan Pembaruan Amanat Konstitusi

Menurut Presiden, banyak pihak yang mungkin mengira bahwa "Prabowonomics" merupakan gagasan yang sepenuhnya baru dan berasal dari inisiatif pribadi beliau. Namun, kenyataannya berbeda. Konsep ini merupakan pembaruan dan implementasi dari prinsip-prinsip ekonomi yang telah lama menjadi bagian dari amanat UUD 1945. Pasal-pasal dalam konstitusi tersebut secara eksplisit mengatur tentang kesejahteraan rakyat, kedaulatan ekonomi, dan pembangunan yang berkeadilan sosial.

"Konsep ekonomi tersebut bukan hal baru yang berasal dari ide pribadinya, melainkan kebijakan ekonomi yang berlandaskan amanat UUD 1945," tegas Presiden dalam pernyataannya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo tidak menciptakan sistem ekonomi dari nol, melainkan memperkuat dan menghidupkan kembali nilai-nilai konstitusional yang telah ada sejak kemerdekaan. Dengan demikian, "Prabowonomics" dapat dipahami sebagai jembatan antara warisan konstitusi dan kebutuhan ekonomi kontemporer Indonesia di era globalisasi.

Implikasi bagi Masa Depan Ekonomi Indonesia

Dengan berlandaskan pada UUD 1945, kebijakan ekonomi yang diusung diharapkan dapat lebih stabil dan berkelanjutan. Hal ini karena fondasi konstitusional memberikan legitimasi yang kuat bagi setiap langkah kebijakan yang diambil. Selain itu, pendekatan ini juga memungkinkan adanya konsistensi dalam arah pembangunan ekonomi, terlepas dari perubahan-perubahan politik yang mungkin terjadi di masa depan.

PKB, melalui dukungannya terhadap "Prabowonomics", menunjukkan komitmen untuk bekerja sama dalam mewujudkan visi ekonomi Indonesia yang lebih maju dan adil. Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif dalam kerangka konstitusional ini diharapkan dapat menghasilkan kebijakan-kebijakan yang benar-benar bermanfaat bagi rakyat banyak.

Dengan demikian, "Prabowonomics" bukan sekadar slogan atau konsep yang bersifat sementara, melainkan sebuah pendekatan ekonomi yang berakar kuat pada nilai-nilai dasar bangsa Indonesia yang tertuang dalam konstitusi. Dukungan PKB menjadi salah satu pilar penting dalam memastikan bahwa konsep ini dapat diimplementasikan secara efektif dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

(Cahya Sari/Irfansyah Naufal Nasution/Rizky Bagus Dhermawan/Rijalul Vikry)