Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Visit Agenda: Pameran “URSYALIM” angkat potret kehidupan Palestina di Yerusalem

Published Mei 23, 2026 · Updated Mei 23, 2026 · By Nancy Lopez

Pameran "URSYALIM" Angkat Potret Kehidupan Palestina di Yerusalem

Acara Khusus di ANTARA Heritage Centre Jakarta

Visit Agenda - ANTARA Heritage Centre (AHC) di Jakarta menjadi tempat penyelenggaraan pameran serta peluncuran buku fotografi bertajuk "URSYALIM" pada Jumat (22/5) lalu. Acara ini menghadirkan serangkaian karya visual yang menggambarkan kehidupan masyarakat Palestina di Yerusalem, sebuah kota yang memiliki makna penting dalam sejarah dan identitas bangsa itu. Sebagai bagian dari upaya memperkenalkan realitas sosial Palestin kepada publik, pameran ini menawarkan perspektif yang unik melalui lensa fotografer berpengalaman.

Karya-karya yang dipamerkan berasal dari Muhammad Adimaja, seorang pewarta foto ANTARA. Dengan teknik jurnalistik dan pendekatan kemanusiaan, ia menciptakan gambar yang tidak hanya menggambarkan kehidupan sehari-hari tetapi juga mengungkapkan perasaan, tantangan, dan harapan warga Palestina di Yerusalem. Pameran ini berupaya membangun kesadaran tentang kondisi sosial yang ada di kota suci tersebut, khususnya terkait pengaruh sejarah dan geopolitik terhadap kehidupan masyarakat lokal.

Sebagai rangkaian kegiatan media, acara ini tidak hanya menampilkan hasil karya visual, tetapi juga menjadi platform untuk dialog antara fotografer, penonton, dan peneliti. Adimaja mengatakan, "Fotografi adalah cara untuk menyampaikan kisah-kisah yang tidak terdengar oleh dunia." Pemilihan Yerusalem sebagai subjek utama pameran ini dianggap penting karena kota itu merupakan pusat budaya, agama, dan politik Palestin, sehingga setiap gambar yang dihasilkan memiliki makna mendalam.

Konteks dan Makna Pameran

Pameran "URSYALIM" merupakan bagian dari kampanye media ANTARA untuk memperkaya pemahaman masyarakat tentang Palestina. Dengan mengangkat tema kehidupan sosial, acara ini berupaya mengedukasi penonton mengenai realitas yang ada di Yerusalem, baik dari segi budaya maupun pengalaman hidup warga. Kehadiran karya-karya tersebut diharapkan bisa membangun empati serta memperkuat kesadaran akan pentingnya kisah-kisah lokal dalam konteks global.

Proses dokumentasi yang dilakukan Adimaja melibatkan pengambilan gambar dalam berbagai situasi, mulai dari kegiatan sehari-hari hingga momen spesial yang mencerminkan keberagaman masyarakat Palestina. Ia menekankan bahwa setiap potret bukan sekadar gambar, melainkan cerminan dari kehidupan nyata yang bisa memicu refleksi dan perhatian lebih dari penonton. Dalam pameran ini, pengunjung dapat menyaksikan bagaimana kehidupan masyarakat Palestina terus berjalan meskipun menghadapi berbagai tantangan.

Sebagai wujud komitmen ANTARA dalam mendokumentasikan kehidupan Palestin, pameran ini juga menjadi sarana untuk membangun jembatan antara komunitas internasional dengan masyarakat lokal. Dengan menampilkan berbagai sudut pandang, acara ini membantu memperkaya narasi yang selama ini diberitakan. Selain itu, peluncuran buku fotografi yang menyertai pameran ini memperkuat upaya menyebarkan informasi secara terstruktur dan sistematis.

Kontribusi dan Dukungan

Kehadiran sejumlah fotografer dan jurnalis lainnya dalam kegiatan ini menunjukkan kolaborasi yang kuat antara berbagai pihak dalam mendukung proyek dokumentasi ini. Ryan Rahman, Irfan Hardiansah, Soni Namura, dan I Gusti Agung Ayu N menjadi bagian dari tim yang mendampingi penyelenggaraan acara. Mereka berperan dalam mengamati dan menggambarkan dinamika sosial di Yerusalem, serta memastikan bahwa setiap karya yang dipamerkan mampu berbicara secara jujur dan terbuka.

Dalam pandangan Adimaja, Yerusalem adalah simbol dari perjuangan Palestin yang tak pernah berhenti. "Setiap langkah yang dilakukan masyarakat Palestina di sini adalah bentuk perlawanan terhadap kekuatan yang memperkuat dominasi," katanya. Dengan menampilkan kehidupan sehari-hari, ia ingin menunjukkan bahwa di balik tajuk-tajuk besar, terdapat ribuan kisah yang layak untuk dikenang dan dipahami.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu-isu yang terjadi di Palestin. Adimaja menekankan bahwa fotografi bisa menjadi alat untuk melestarikan memori sejarah dan menyampaikan pesan keadilan kepada publik. "Saya ingin pembaca melihat Yerusalem bukan hanya sebagai lokasi geografis, tetapi sebagai tempat lahirnya semangat dan perjuangan," tambahnya. Pameran ini menjadi bukti bahwa media masih memiliki peran penting dalam menyebarkan pesan yang relevan.

Potret yang Menyentuh

Beberapa potret yang dipamerkan memperlihatkan kehidupan warga Palestina yang sederhana namun penuh makna. Adimaja memilih untuk memfokuskan pada momen-momen kecil yang sering diabaikan, seperti ibu-ibu yang sibuk memasak, anak-anak yang bermain di tengah kondisi yang tidak menentu, atau warga yang berusaha menjaga tradisi budaya di tengah perubahan lingkungan. Gambar-gambar ini diberi warna dan nuansa yang mampu membangkitkan emosi dan keterlibatan penonton.

Di sisi lain, pameran ini juga mencakup pengambilan gambar yang menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat Palestina, seperti masalah pengungsian, kehidupan di bawah kebijakan pendudukan, dan upaya untuk mempertahankan identitas budaya. Adimaja menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah untuk menyampaikan fakta-fakta yang belum terdengar secara luas, "Saya ingin memperlihatkan bahwa di tengah semua kesulitan, masyarakat Palestina tetap berusaha hidup dengan keberanian dan kepercayaan."

Pameran "URSYALIM" juga membuka peluang bagi penonton untuk berinteraksi dengan karya-karya tersebut secara langsung. Beberapa pengunjung menyatakan bahwa pameran ini memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan berita-berita biasa. "Potret ini seperti mengetahui sisi lain dari Palestin yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya," ujar salah satu pengunjung. Dengan cara ini, karya Adimaja berharap mampu menggambarkan kehidupan yang nyata dan memicu pemikiran lebih mendalam.

Kerja Sama dan Harapan Masa Depan

Antara Heritage Centre menjadi pilihan yang tepat untuk menyelenggarakan pameran ini karena memiliki infrastruktur yang memadai dan komitmen untuk mempromosikan kebudayaan serta sejarah Indonesia. Namun, kegiatan ini juga menjadi platform untuk menyoroti kehidupan di luar batas-batas geografis yang telah terbentuk. Dengan mengangkat tema Palestina, AHC menunjukkan bahwa tema-tema global dapat di