Facing Challenges: Kaltim jaga ekosistem Air Terjun Lingkacan sebagai warisan geologi
Kaltim Jaga Ekosistem Air Terjun Lingkacan sebagai Warisan Geologi
Facing Challenges - Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen untuk menjaga kelestarian ekosistem di Air Terjun Lingkacan, yang diakui sebagai bagian dari warisan geologi penting dalam bentang alam Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Menurut Rusmadi, Plt Kepala Dinas Kehutanan Kaltim, destinasi ini bukan sekadar tempat wisata yang indah, tetapi juga memiliki nilai sejarah geologis yang luar biasa. "Air Terjun Lingkacan merupakan bukti nyata perjalanan sejarah bumi yang berlangsung ratusan ribu tahun, sehingga patut dijaga sebagai bagian dari kekayaan alam yang tak ternilai," jelas Rusmadi saat memberikan penjelasan di Samarinda, Jumat.
Situs Alam Terakui Secara Legal
Pengakuan resmi terhadap keunikan Air Terjun Lingkacan telah terwujud melalui Keputusan Menteri ESDM RI Nomor 187.K/GL.1/MEM.G/2024, yang disahkan pada tahun 2024. Dengan status ini, kawasan yang berada di wilayah administratif Kampung Teluk Sumbang, Kabupaten Berau, mendapat perlindungan khusus sebagai objek geologi yang memiliki keistimewaan. "Pengelolaan kawasan ini menjadi bagian dari upaya menyelamatkan sumber daya alam serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan," tambah Rusmadi.
Geologi Unik yang Menyusun Kawasan
Geopark Sangkulirang-Mangkalihat, yang terintegrasi dengan area wisata perairan gunung ini, memiliki komponen geologi dominan berupa formasi batuan napal dengan ukuran butir yang beragam, dari halus hingga pasir sedang. Struktur batuan ini tidak hanya menawarkan estetika alami, tetapi juga memancarkan warna putih yang khas. "Batuan yang eksotis ini menjadi saksi bisu proses geologis yang terjadi di masa lalu, termasuk keberadaan fosil jejak serta travertine yang terbentuk secara alami dari pelarutan mineral karbonat purba," kata Rusmadi.
Jejak Sedimen dari Era Miosen hingga Pliosen
Dari segi sejarah, bentuk alam Lingkacan Waterfall mengandung jejak sedimentasi yang membentuk wilayah ini sekitar lima hingga dua belas juta tahun lalu, tepatnya pada masa akhir Miosen hingga awal Pliosen. Proses pengendapan yang terjadi di dasar laut atau danau kuno berkontribusi pada lapisan batuan yang tersingkap di sekitar tebing. "Setiap lapisan sedimen menjadi bukti bahwa lingkungan sekitar mengalami perubahan yang berkelanjutan, serta membantu memahami dinamika permukaan bumi," jelas Rusmadi.
Struktur Topografi dan Aliran Air
Karakteristik visual air terjun Lingkacan terlihat dari bentuk bertingkat (cascade) yang mengalir deras melintasi aliran utama Sungai Teluk Sumbang. Struktur ini diatur oleh kondisi geologis yang kuat, yaitu bentangan dari arah barat laut menuju tenggara. "Pergerakan aliran air jernih yang terus menerus dari celah batuan membantu menciptakan panorama lembah serta mencatat jejak evolusi lingkungan sekitar," ucap Rusmadi.
Langkah Strategis untuk Konservasi
Dalam rangka menjaga keasrian dan keseimbangan ekosistem, pihak Dinas Kehutanan Kaltim melakukan langkah-langkah strategis dalam pengelolaan. Upaya ini dilakukan melalui UPTD KPHP Berau Pantai, yang bertugas mengawasi kondisi kawasan. "Kami berharap setiap pengunjung merasa tanggung jawab untuk menjaga kebersihan dan mengurangi dampak negatif pada lingkungan," tutur Rusmadi.
"Para pelancong jangan hanya menjadikan lokasi ini sebagai objek fotografi, tetapi juga harus selalu meninggalkan jejak kebaikan tanpa mencemari ekosistem," ujar Rusmadi. Ia menekankan bahwa wisatawan perlu memperhatikan kebersihan dengan membuang sampah di tempat yang telah disediakan.
Kontribusi dalam Pengembangan Wisata Ekologi
Dalam konteks pengembangan wisata ekologi, Air Terjun Lingkacan menjadi contoh kecil tentang bagaimana alam bisa menjadi tempat edukasi sekaligus daya tarik bagi pengunjung. Dengan keunikan bentang alamnya, destinasi ini mendorong pengakuan internasional terhadap kekayaan geologi Kalimantan Timur. "Kita perlu mempromosikan kawasan ini sebagai bagian dari perjuangan menjaga kelestarian lingkungan serta menginspirasi generasi muda untuk lebih menghargai alam," imbuh Rusmadi.
Visi Masa Depan
Rusmadi menegaskan bahwa kawasan ini bukan hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi warisan yang berpotensi menginspirasi studi geologi serta konservasi. "Dengan memperhatikan aliran air dan struktur batuan, kita bisa melihat bagaimana proses geologis membentuk bentang alam yang luar biasa," tuturnya. Ia berharap, keberadaan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat akan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi penting di Kalimantan Timur.
Sebagai bagian dari Geopark, Air Terjun Lingkacan juga menjadi pengingat tentang hubungan antara manusia dan alam. Wisatawan yang berkunjung diharapkan bisa menikmati keindahan alam sambil menyadari peran mereka dalam menjaga kelestarian. "Bersih dan lestari adalah kunci untuk memastikan kawasan ini tetap menarik dan bermakna bagi turis serta ilmuwan," pungkas Rusmadi. Dengan kombinasi keindahan visual dan nilai geologis, Lingkacan Waterfall menjadi titik fokus dalam upaya melestarikan warisan alam yang unik.
Sebagai tambahan, kawasan ini juga berpotensi menjadi tempat penelitian ilmiah bagi para geolog. Penelitian dapat fokus pada proses sedimentasi, mineralisasi, serta dampak aliran air terhadap pembentukan bentang alam. "Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari kawasan ini, termasuk bagaimana perubahan iklim dan geologis memengaruhi lingkungan," tutur Rusmadi. Dengan demikian, keberadaan Air Terjun Lingkacan bukan hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkaya pemahaman tentang geologi dan lingkungan.
Pembangunan wisata ekowisata di Kaltim terus diperkuat dengan adanya Geopark Sangkulirang-Mangkalihat. Lingkacan Waterfall menjadi bagian penting dalam rangkaian destinasi yang diharapkan dapat menarik minat wisatawan baik lokal maupun mancanegara. "Kita perlu menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi dan perlindungan lingkungan, agar keindahan alam tidak hilang dari generasi ke generasi berikutnya," pungkas Rusmadi. Dengan komitmen yang sama, Kaltim berharap lingkungan alamnya bisa tetap terjaga dan menjadi inspirasi untuk keberlanjutan ekosistem.