Fukushimask
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Key Issue: Gubernur Bali yakini PSEL bisa tingkatkan citra pariwisata

Published July 8, 2026 · Updated July 8, 2026 · By Daniel Johnson

Proyek Energi dari Sampah di Bali: Harapan Baru untuk Pariwisata

Key Issue - Denpasar menjadi saksi sejarah bagi salah satu proyek infrastruktur lingkungan terbesar di Pulau Dewata. Gubernur Bali, Wayan Koster, menyatakan keyakinannya bahwa teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau yang dikenal dengan singkatan PSEL akan memberikan dampak positif signifikan terhadap citra pariwisata di Bali. Pembangunan fasilitas ini telah dimulai secara resmi, dan pemerintah daerah optimis bahwa solusi terhadap masalah sampah akan membawa perubahan besar bagi destinasi wisata kelas dunia tersebut.

Saat menghadiri acara groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek PSEL Bali di Denpasar pada hari Rabu, Gubernur Koster menyampaikan visi panjangnya. Menurutnya, ketika proyek ini rampung, manfaatnya tidak hanya terbatas pada perbaikan ekosistem lingkungan saja. Lebih dari itu, masyarakat akan merasakan kehidupan yang lebih sehat, dan yang paling penting, reputasi Bali sebagai destinasi wisata akan semakin meningkat di mata internasional.

Menyelesaikan Masalah Sampah untuk Pariwisata

PSEL merupakan inisiatif yang digagas oleh Danantara Indonesia dan secara resmi diluncurkan pembangunannya oleh Menko Pangan. Proyek ambisius ini dirancang untuk menyelesaikan masalah kronis sampah di Bali melalui proses pengolahan yang mengubah limbah menjadi sumber energi listrik. Selama bertahun-tahun, Bali memang menghadapi berbagai tantangan lingkungan dan infrastruktur, mulai dari kemacetan lalu lintas, ketersediaan air, hingga pasokan listrik dan tumpukan sampah.

"Pariwisata ini sangat kokoh di Bali, diterpa dengan isu macet masyarakat dunia tetap cinta Bali, pada tahun 2025, dalam satu tahun, jumlah kunjungan wisatawan asing ke Bali mencapai 7.050.000, meningkat 750.000 dari tahun 2024, dan wisatawan domestiknya mencapai 9,3 juta," ujarnya.

Meskipun menghadapi beragam isu tersebut, wisatawan tetap berdatangan ke Bali. Hal ini membuat Gubernur Koster semakin yakin bahwa menyelesaikan satu persoalan utama, yaitu sampah, akan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan secara lebih signifikan lagi ke depan.

Data Pariwisata Bali yang Mengesankan

Statistik terbaru menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan. Tahun 2025 diproyeksikan menjadi tahun yang luar biasa bagi Bali. Jumlah wisatawan asing yang datang diperkirakan mencapai 7.050.000 orang, naik sebesar 750.000 dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, wisatawan domestik juga berkontribusi besar dengan angka 9,3 juta kunjungan. Secara keseluruhan, total kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025 mencapai 16 juta orang.

Kontribusi ekonomi dari sektor pariwisata sangat besar. Para wisatawan tersebut menyumbang devisa negara sebesar Rp176 triliun, sekaligus memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal. Pariwisata Bali menyumbang lebih dari 65 persen terhadap perekonomian pulau tersebut, yang menghidupi berbagai sektor mulai dari hotel, restoran, jasa angkutan, hingga usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM.

"Karena itulah pariwisata di Bali ini harus dirawat dengan baik, dan tentu saja sampah ini harus selesai supaya citra pariwisata Bali itu bisa makin bagus ke depan, berkualitas, dan berdaya saing," ucap Gubernur Koster.

Dengan kontribusi sebesar itu, pertumbuhan ekonomi Bali pada tahun 2025 mencapai 5,82 persen, menjadikannya sebagai provinsi dengan peringkat kelima tertinggi di antara provinsi-provinsi yang memiliki sumber daya alam di Indonesia.

Komitmen Pemprov Bali dalam Pembangunan PSEL

Demi mensukseskan pembangunan PSEL pertama di Indonesia, Pemerintah Provinsi Bali memastikan akan ikut serta dalam berbagi tugas. Kontribusi Pemprov Bali mencakup penyediaan lahan seluas 6 hektare di kawasan Pedungan, Denpasar, serta melakukan pematangan lahan bersama Kota Denpasar dan Kabupaten Badung sebagai satu kesatuan aglomerasi.

Proses pematangan lahan tidak berjalan begitu saja. Gubernur Koster menjelaskan bahwa mereka menimbun area yang sebelumnya berupa rawa dengan menggunakan upacara ritual sebagai bentuk penghormatan. Proses ini dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru, dengan memohon restu kepada alam. Hasilnya, target pematangan lahan berhasil diselesaikan sebelum tanggal 30 Juni.

Dari sisi tanggung jawab Pemprov Bali, seluruh proses dipastikan berjalan lancar sehingga hari ini peluncuran pembangunan PSEL dapat dilakukan sesuai rencana. Mitra Danantara dalam proyek bernilai investasi Rp3 triliun ini menjanjikan bahwa PSEL akan rampung pada akhir tahun 2027 dan mulai beroperasi pada semester pertama tahun 2028.

Namun, Gubernur Bali memiliki harapan lebih tinggi. Ia berharap pembangunan dapat selesai dalam waktu 15 bulan atau pada Oktober 2027, sehingga fasilitas ini bisa lebih cepat beroperasi. Koster juga menyampaikan harapannya agar proyek ini selesai tepat waktu, sehingga jika beroperasi pada bulan Desember 2027, masalah sampah yang menjadi tantangan kepariwisataan Bali dapat diselesaikan secara tuntas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.