Wapres Gibran Raker ke NTT hingga Papua, Libatkan Lima Mahasiswa sebagai Mitra
New Policy –
Jakarta – Dalam rangka evaluasi program prioritas nasional, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak lima mahasiswa untuk ikut serta dalam kunjungan kerja ke beberapa provinsi di Indonesia. Pemilihan mahasiswa sebagai bagian dari rombongan ini bertujuan memperkaya wawasan dan partisipasi aktif dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah. “Kita akan mengunjungi Ende, Gorontalo, dan Papua,” ujar Gibran sebelum berangkat dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis.
Limak Mahasiswa dari Berbagai Perguruan Tinggi Ikut Serta
Lima mahasiswa tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Pelita Harapan, Universitas Sanata Dharma, Universitas Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman, dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI). Gibran mengapresiasi partisipasi mereka dalam menyampaikan masukan yang konstruktif serta menunjukkan semangat keberanian dalam berdiskusi. “Mereka telah menunjukkan sikap kritis dan tanggung jawab sebagai generasi muda yang peduli pada kemajuan bangsa,” tambahnya.
Kunjungan ini akan mencakup Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan, dari 18 hingga 21 Juni 2026. Rencana ini berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dengan pihak akademik dalam menciptakan kebijakan yang lebih inklusif. Selama perjalanan, Gibran dijadwalkan meninjau langsung berbagai proyek strategis di masing-masing wilayah.
Kunjungan ke NTT: Fokus pada Program Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa
Agenda pertama Gibran berangkat dari Jakarta ke NTT, tepatnya Bandar Udara Internasional El Tari di Kupang. Di sana, ia akan meninjau keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterapkan di Kabupaten Ende. Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui pemberian bantuan pangan bergizi secara rutin.
Sebagai bagian dari kunjungan, Wapres juga akan menghadiri dialog dengan warga Ende serta memantau kegiatan penguatan koperasi desa Merah Putih. Koperasi ini diharapkan menjadi tulang punggung perekonomian lokal dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengembangan daerah. “Saya percaya mahasiswa bisa menjadi jembatan antara ide-ide kreatif dan kebutuhan nyata masyarakat,” kata Gibran.
Di Gorontalo: Kebijakan Pangan dan Pertanian diuji Coba
Selanjutnya, Gibran akan melanjutkan perjalanan ke Gorontalo, kota yang dikenal sebagai pusat pertanian dan perikanan. Di sana, ia dijadwalkan membuka acara Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026. PENAS bertujuan mendorong inovasi pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kualitas produk pertanian lokal.
Beside PENAS, Wapres akan melihat langsung Bendungan Bulango Ulu, sebuah infrastruktur strategis yang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan masyarakat pada cuaca serta menjamin pasokan air untuk kebutuhan pertanian dan warga sekitar. “Bendungan ini menjadi contoh bagaimana teknologi dan perencanaan bisa mengubah kondisi daerah,” tutur Gibran.
Kunjungan ke Papua: Cakupan Wilayah dan Program Khusus
Di Papua Barat, rombongan Wapres akan mengunjungi Sentra Produksi Kakao Ransiki di Kabupaten Manokwari Selatan. Wilayah ini dikenal sebagai sentra penghasil kakao terbesar di Indonesia, dan Gibran akan memastikan program pengembangan pertanian kopi berjalan optimal.
Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan ekspor produk pertanian dan mengurangi kesenjangan ekonomi antar daerah. Selain itu, Gibran akan membuka Pesta Paduan Suara Gerejawi (PESPARAWI) Nasional XIV di Manokwari. PESPARAWI dianggap sebagai wadah untuk memperkuat budaya kreatif dan komunikasi antar agama di wilayah pegunungan.
Agenda terakhir berada di Papua Selatan, dengan fokus pada fasilitas publik yang menjadi prioritas. Di sana, Wapres akan meninjau Asmat Museum of Culture and Progress, Sekolah Lapang Sagu, RSUD Agats, dan Gereja Katedral Salib Suci. Fasilitas-fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran, kesehatan, dan keagamaan yang memberdayakan masyarakat setempat. “Kami ingin melihat bagaimana institusi publik bisa menjadi penggerak utama pembangunan,” jelas Gibran.
Pengaruh Kehadiran Mahasiswa dalam Proses Evaluasi
Partisipasi mahasiswa dalam rombongan ini memiliki dampak signifikan. Selain menjadi peninjau, mereka juga diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan masukan langsung kepada Wapres. “Mahasiswa bisa menjadi crucial dalam menyampaikan suara masyarakat yang mungkin terabaikan dalam rapat-rapat resmi,” tutur Gibran dalam wawancara sebelumnya.
Kehadiran lima mahasiswa ini diharapkan mendorong komunikasi yang lebih transparan antara pemerintah dan warga. Mereka akan terlibat dalam diskusi tentang kebutuhan lokal, tantangan pengembangan, dan solusi yang bisa diterapkan. “Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembuatan kebijakan,” tambah Gibran.
Koordinasi dengan Pihak Terkait untuk Memastikan Kebijakan Berjalan Optimal
Kunjungan Gibran ke NTT hingga Papua tidak hanya mengacu pada program prioritas pemerintah, tetapi juga untuk mengevaluasi kinerja pemerintah daerah dalam menerapkan berbagai inisiatif. “Kami ingin melihat sejauh mana sinergi antara pusat dan daerah dalam mempercepat kemajuan daerah,” katanya.
Sebagai bagian dari rangkaian kunjungan, Gibran juga akan melakukan dialog dengan tokoh masyarakat, para pemangku kepentingan, dan organisasi lokal. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kebijakan nasional tidak hanya diumumkan, tetapi juga sesuai dengan kondisi di lapangan. “Masyarakat adalah penentu keberhasilan suatu program, jadi kami butuh masukan langsung dari mereka,” tutur Wapres.
Turut mendampingi Gibran dalam kunjungan kerja ini adalah Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar dan Staf Khusus Wakil Presiden Nicolaus T.B. Harjanto. Mereka membantu mengelola agenda, memastikan koordinasi antar lembaga, serta mengawal jalannya kegiatan di lapangan.
Kunjungan Gibran ke NTT hingga Papua menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah untuk membangun daerah secara
