Kemhan Sosialisasi Pelatihan Dasar Militer untuk Pengelola KDMP dan KNMP
New Policy – Dari Jakarta, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkapkan bahwa calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) akan mengikuti program pelatihan dasar militer (latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan serta nilai-nilai seperti disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, integritas, semangat pengabdian, dan etos kerja yang kuat kepada peserta. Pernyataan ini diungkapkan oleh Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan, saat diwawancarai ANTARA, Rabu (13/12).
Pelatihan Membangun Kepemimpinan dan Disiplin
Menurut Rico, materi yang disampaikan dalam latsarmil Komcad sangat penting untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan, disiplin, dan pemahaman tentang wawasan kebangsaan para peserta. Dengan memperoleh pelatihan tersebut, mereka diharapkan mampu menjalankan tugas secara optimal dalam melayani masyarakat melalui KDMP dan KNMP. Materi manajerial serta kompetensi spesifik juga menjadi bagian dari program ini, disusun secara bersama dengan kementerian teknis terkait.
“Melalui latsarmil Komcad, peserta dibekali ilmu dan nilai-nilai disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, integritas, semangat pengabdian, serta etos kerja yang kuat,” kata Rico.
Pelatihan dasar kemiliteran ini diharapkan menjadi fondasi bagi para pengelola KDMP dan KNMP untuk mengembangkan kemampuan leadership dan kerja kolektif. Rico menegaskan bahwa seluruh rangkaian pelatihan merupakan persyaratan wajib sebelum peserta dapat menjalankan tugas di kedua program tersebut. Dengan demikian, latsarmil Komcad tidak hanya membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi juga membangun karakter yang kuat dalam menghadapi tantangan di lapangan.
Program Berlangsung di 67 Satuan TNI
Program latsarmil Komcad untuk calon pengelola KDMP dan KNMP akan berlangsung selama 45 hari, tersebar di 67 satuan TNI yang ada di seluruh Indonesia. Durasi pelatihan dibagi menjadi dua bagian, yaitu 30 hari untuk pembelajaran disiplin dan 15 hari untuk pelatihan manajerial. Rico menjelaskan bahwa komponen disiplin mencakup pembentukan sikap, penguasaan teknik dasar militer, dan peningkatan kemampuan adaptasi di lingkungan kerja.
“Pelatihan kedisiplinan dilaksanakan selama 30 hari dan dilanjutkan dengan pelatihan manajerial selama 15 hari,” ujarnya.
Materi manajerial akan fokus pada penguasaan teknik pengelolaan koperasi, strategi pengembangan ekonomi lokal, serta pengaplikasian prinsip kebangsaan dalam kegiatan sosial. Rico menambahkan bahwa pelatihan ini disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing program, sehingga peserta dapat memahami peran mereka secara lebih mendalam. Dengan pendekatan praktis, peserta diharapkan bisa langsung menerapkan hasil pelatihan saat menjalankan tugas di lapangan.
Partisipasi Masyarakat dalam Penguatan Pertahanan
Jumlah peserta yang mengikuti program latsarmil Komcad mencapai 35.476 orang, terdiri dari 30.000 calon pengelola KDMP dan 5.476 calon pengelola KNMP. Dalam pelatihan ini, peserta akan diajak untuk mengenali peran koperasi desa dan kampung nelayan dalam mendukung ketahanan nasional. KDMP dan KNMP dianggap sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan di tingkat masyarakat, melalui pemberdayaan ekonomi dan partisipasi aktif warga.
Rico menyoroti bahwa pelatihan tersebut menjadi jembatan antara pendidikan militer dan pembangunan daerah. Dengan adanya peserta yang terlatih secara komprehensif, Kemhan berharap muncul kekuatan lokal yang mampu menjawab berbagai isu sosial dan ekonomi. Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola dalam membangun kepercayaan masyarakat dan menjaga keutuhan wilayah.
Persiapan untuk Tugas Sosial dan Militer
Kemhan menggambarkan latsarmil Komcad sebagai alat untuk menciptakan pengelola yang memiliki mental serta kemampuan yang selaras dengan visi nasional. Peserta tidak hanya belajar tentang manajemen organisasi, tetapi juga diwajibkan memahami konsep pertahanan, seperti keamanan wilayah dan kesadaran kebangsaan. Rico menekankan bahwa pelatihan ini tidak hanya menghasilkan pemimpin yang kompeten, tetapi juga warga yang siap berkontribusi dalam pengembangan pertahanan negara.
Menurut Rico, pelatihan ini dilakukan secara terpadu dengan berbagai instansi, termasuk kementerian teknis seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Kelautan. Kolaborasi ini bertujuan memastikan peserta menerima materi yang relevan dengan tugas sehari-hari di KDMP dan KNMP. Dengan demikian, mereka bisa mengintegrasikan pengetahuan militer dan manajerial dalam memimpin kegiatan koperasi.
Proses Seleksi dan Pengawasan
Rico juga menjelaskan bahwa seluruh peserta menjalani penilaian ketat sebelum diterima dalam program latsarmil Komcad. Proses ini melibatkan seleksi berdasarkan kriteria keteladanan, keinginan berkontribusi, serta kompetensi dasar. Setelah selesai, para peserta akan diberikan sertifikat yang menjadi bukti keahlian mereka dalam mengelola KDMP dan KNMP.
Menurut Rico, pelatihan dasar kemiliteran ini diharapkan menjadi pengalaman yang bermakna bagi peserta. Dengan dibekali pengetahuan praktis, mereka mampu menerapkan disiplin dan semangat pengabdian dalam berbagai situasi. Hal ini penting karena KDMP dan KNMP bertugas sebagai unit penggerak dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kesejahteraan wilayah.
Rico menegaskan bahwa program ini berjalan sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan peran swadaya masyarakat dalam pertahanan. KDMP dan KNMP dianggap sebagai bagian dari kemiliteran masyarakat (kamim) yang memiliki peran strategis. Dengan adanya pelatihan yang terstruktur, Kemhan yakin para pengelola akan lebih mampu menjalankan tugas dengan efektif.
Pelatihan sebagai Langkah Strategis
Program latsarmil Komcad tidak hanya memberikan pengalaman langsung di lapangan, tetapi juga mengajarkan bagaimana menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja yang dinamis. Rico menjelaskan bahwa peserta akan memahami pentingnya koordinasi antar anggota, penerapan disiplin, dan tanggung jawab dalam menjaga keamanan dan kesejahteraan masyarakat. Ini menjadi bagian dari upaya Kemhan dalam menciptakan pengelola yang tangguh dan berintegritas.
Dengan total peserta yang cukup besar, Kemhan berharap program ini dapat menciptakan jaringan pengelola yang kuat di seluruh Indonesia. Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga memperkuat partisipasi masyarakat dalam bidang pertahanan. Rico menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa latsarmil Komcad adalah bagian dari pembangunan pertahanan yang berbasis kekuatan rakyat.
Dari Jakarta, Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengungkapkan bahwa calon pengelola Koperasi Desa
