Video

TNI terjunkan 250 personel untuk penanggulangan bencana gempa di Sigi

TNI Terjunkan 250 Personel untuk Penanggulangan Bencana Gempa di Sigi TNI terjunkan 250 personel untuk penanggulangan - Kabupaten Sigi di Provinsi Sulawesi

Desk Video
Published June 18, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

TNI Terjunkan 250 Personel untuk Penanggulangan Bencana Gempa di Sigi

TNI terjunkan 250 personel untuk penanggulangan – Kabupaten Sigi di Provinsi Sulawesi Tengah menjadi salah satu wilayah yang terkena dampak signifikan akibat gempa bumi yang terjadi beberapa hari lalu. Mengantisipasi kebutuhan penanganan darurat, Komando Distrik Militer (Kodim) 1306/Kota Palu memutuskan untuk mengirimkan 250 anggota TNI guna mendukung upaya pemulihan dan penanggulangan bencana di daerah tersebut. Tindakan ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap kondisi darurat yang dihadapi masyarakat setelah gempa mengguncang wilayah pesisir dan dataran tinggi Sigi. Kebutuhan akan bantuan logistik, pencahayaan darurat, serta pencarian dan evakuasi korban menjadi prioritas utama dalam operasi yang dijalankan oleh pasukan TNI.

Mobilisasi Bertahap untuk Memastikan Ketersediaan

Komandan Kodim (Dandim) 1306/Kota Palu, Kolonel Inf Yudhi Hendro Prasetyo, menjelaskan bahwa penurunan personel TNI dilakukan secara bertahap. Proses ini dimulai dari malam hari sebelumnya, dengan tujuan memastikan semua unit terlibat dalam operasi sudah siap dan terorganisir sebelum kegiatan penanggulangan bencana dimulai secara penuh. Menurut informasi yang diperoleh, para prajurit yang diterjunkan meliputi tim medis, penyelamat, serta anggota yang berpengalaman dalam penanganan situasi darurat. Setiap personel diberikan tugas spesifik sesuai dengan kebutuhan daerah yang terkena dampak.

“Mobilisasi ratusan personel tersebut dimulai dari malam hari sebelumnya, sehingga kami dapat mengantisipasi kebutuhan masyarakat yang terdampak dan memastikan operasi berjalan lancar,” ujar Dandim 1306/Kota Palu, Kolonel Inf Yudhi Hendro Prasetyo, di Kamarora, Rabu (17/6/). Ia menambahkan bahwa seluruh personel yang diterjunkan telah menjalani pengecekan kesiapan sebelum melakukan penerjunan ke lokasi bencana. TNI juga bekerja sama dengan pihak berwenang setempat serta organisasi kemanusiaan untuk memaksimalkan efisiensi dalam upaya penyelamatan dan pemulihan.

Dalam beberapa jam terakhir, gempa bumi yang berkekuatan besar mengakibatkan kerusakan infrastruktur di berbagai titik di Sigi. Banyak warga mengalami kehilangan tempat tinggal, sementara jalan-jalan utama mengalami retak dan terputus. Dandim Yudhi Hendro Prasetyo menegaskan bahwa TNI terus memantau kondisi terkini dan siap memberikan bantuan tambahan jika diperlukan. “Kami juga terus berkoordinasi dengan dinas pertambangan dan tim penyelidik untuk mengetahui titik-titik yang paling rentan terhadap bahaya lanjutan seperti tanah longsor atau gedung runtuh,” jelasnya.

Koordinasi dengan Berbagai Pihak untuk Penanganan Lintas Sektor

Penanggulangan bencana ini tidak hanya melibatkan TNI, tetapi juga berbagai instansi pemerintah dan organisasi sosial. Pemkab Sigi telah memperintahkan penambahan pasokan bantuan dari pusat dan daerah, termasuk perlengkapan keamanan, makanan, dan air bersih. Selain itu, Lembaga Penyelamatan Darurat (LPPD) serta organisasi kemanusiaan seperti Palang Merah Indonesia (PMI) turut berperan dalam menyalurkan bantuan ke lokasi yang terparah. Dandim Yudhi Hendro Prasetyo menegaskan bahwa TNI akan terus berada di garda depan hingga kondisi masyarakat stabil.

Sulawesi Tengah, khususnya daerah Sigi, dikenal sebagai wilayah rawan bencana alam karena lokasinya dekat zona subduksi. Gempa yang terjadi Rabu (17/6/) menjadi salah satu dari rangkaian peristiwa bencana yang sering terjadi di wilayah tersebut. Namun, meski terbiasa dengan kondisi darurat, kekuatan TNI tetap diperlukan untuk mengatasi dampak segera dari gempa tersebut. Para personel yang diterjunkan akan beroperasi di sejumlah titik kritis, termasuk daerah yang terkena kerusakan parah di sekitar pusat gempa.

Strategi Penanggulangan untuk Maksimalkan Efektivitas

Dalam penyelamatan yang berlangsung, TNI menggunakan pendekatan yang terstruktur. Tim penyelamat dibagi menjadi beberapa kelompok, masing-masing bertugas di area yang berbeda. Selain itu, TNI juga berperan dalam pembersihan jalan-jalan yang terputus, pendistribusian bantuan, dan perlindungan warga yang mengungsi. “Kami memastikan bahwa semua langkah yang diambil selaras dengan kebutuhan masyarakat dan kondisi terkini di lapangan,” lanjut Dandim Yudhi Hendro Prasetyo.

Menurut data yang dihimpun, setidaknya 200 rumah rusak parah dan 50 rumah rusak ringan akibat gempa. Sementara itu, sejumlah bangunan sekolah, klinik, dan pusat kegiatan masyarakat juga mengalami kerusakan. Gempa tersebut menimbulkan risiko lanjutan seperti tanah longsor yang mengancam daerah terpencil di Sigi. Dandim Yudhi Hendro Prasetyo menyebutkan bahwa TNI juga mengirimkan personel khusus untuk mengatasi potensi ancaman tersebut. “Kami ingin memastikan bahwa semua jalur utama tetap terbuka, dan warga dapat mengakses bantuan dengan cepat,” tambahnya.

Pengiriman personel TNI juga dilengkapi dengan alat-alat khusus seperti truk derek, alat bantu pencarian, dan peralatan komunikasi yang dapat berfungsi di lingkungan yang sulit diakses. “Kami berusaha memastikan bahwa semua kebutuhan masyarakat akan terpenuhi, terutama di daerah yang jauh dari pusat kota,” ujar Dandim. Upaya ini merupakan bagian dari respons nasional terhadap bencana alam yang terjadi, yang diharapkan dapat mengurangi dampak sosial dan ekonomi akibat gempa tersebut.

Di sisi lain, Dandim juga meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan dari petugas setempat. “Kami mengimbau warga untuk tidak menyimpang dari jalur aman yang

Leave a Comment