Polres Cilegon Imbau Orang Tua Perketat Pengawasan terhadap Anak
Polres Cilegon imbau orangtua pantau anak – Menyusul peningkatan kasus penyalahgunaan narkoba di Kota Cilegon, jajaran Polres setempat mengeluarkan peringatan kepada orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap perilaku anak-anak mereka. Kepolisian mencatat, dalam periode Mei hingga 18 Juni 2026, terdapat setidaknya 19 kasus narkoba yang berhasil diungkap. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode Maret hingga April 2026, di mana hanya 9 kasus yang tercatat. Meningkatnya kejadian tersebut membuat Polres Cilegon mengambil langkah lebih proaktif untuk mencegah penyebaran narkoba di kalangan remaja.
Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat
Kapolres Cilegon, AKBP Dody Suryanto, mengungkapkan bahwa kenaikan jumlah kasus narkoba terutama terjadi di sekitar area sekolah dan tempat hiburan. Menurutnya, para anak muda sering kali terpapar narkoba melalui lingkungan sosial yang kurang memantau aktivitas mereka. “Orang tua harus menjadi garda depan dalam mengantisipasi adanya penggunaan narkoba di kalangan anak-anak,” kata Dody dalam jumpa pers di ruang kerjanya. Ia menekankan bahwa keberhasilan pencegahan tergantung pada partisipasi aktif orang tua dalam mendidik dan mengawasi anak.
Dalam wawancara dengan Antaranews, Dody menjelaskan bahwa Polres Cilegon telah mengadakan beberapa kegiatan edukasi, termasuk sosialisasi di sekolah-sekolah dan pertemuan dengan komunitas lokal. “Kami menggandeng pihak sekolah dan organisasi masyarakat untuk memperkuat sistem pemantauan,” ujarnya. Selain itu, polisi juga melakukan operasi rutin di tempat-tempat rawan, seperti pusat perbelanjaan dan warung kopi, untuk menangkap pelaku penyalahgunaan narkoba. Upaya ini bertujuan untuk memberi contoh nyata kepada anak-anak dan menekan penyebaran narkoba di lingkungan sekitar mereka.
Penyebab Kenaikan Kasus Narkoba
Kenaikan kasus narkoba di Kota Cilegon dikaitkan dengan faktor-faktor seperti kurangnya pengawasan orang tua, akses mudah terhadap produk narkoba, dan pengaruh lingkungan sosial. Menurut data yang dihimpun oleh Polres Cilegon, sekitar 60 persen dari pelaku penyalahgunaan narkoba adalah remaja usia 14 hingga 18 tahun. “Mereka sering kali tergoda karena teman sebaya atau pengaruh media sosial,” tambah Dody. Ia menambahkan bahwa narkoba juga menjadi masalah dalam keluarga yang tidak memiliki komunikasi terbuka dengan anak.
Untuk mengatasi hal ini, Polres Cilegon telah menerapkan berbagai strategi, seperti pendekatan berbasis komunitas dan penggunaan teknologi pemantauan. “Kami menggunakan aplikasi pengawasan digital untuk memantau kegiatan anak-anak di luar rumah,” jelas Dody. Metode ini diharapkan dapat mempercepat penemuan kasus serta memudahkan orang tua dalam mengenali tanda-tanda anak terlibat narkoba. Selain itu, kepolisian juga mendorong orang tua untuk menciptakan lingkungan rumah yang sehat, dengan mengurangi konsumsi rokok dan minuman beralkohol di dekat anak.
Peran Orang Tua dalam Pencegahan Narkoba
Dody menegaskan bahwa peran orang tua sangat penting dalam mencegah anak-anak terpapar narkoba. “Orang tua harus menjadi contoh dalam menjaga gaya hidup sehat dan bersih,” tegasnya. Ia menyarankan orang tua untuk mengenal kebiasaan anak-anak, terutama dalam menggunakan ponsel dan berinteraksi dengan teman di luar rumah. “Bila orang tua mengabaikan peran mereka, anak-anak akan lebih mudah tergoda oleh pengaruh eksternal,” tambahnya.
Sebagai bentuk dukungan, Polres Cilegon juga menyediakan layanan konseling bagi anak yang terlibat narkoba. Konseling ini bertujuan untuk membantu anak pulih dan mengembalikan kepercayaan diri mereka. “Selain itu, kami melakukan program penguatan karakter di sekolah-sekolah, agar siswa memiliki kesadaran lebih tinggi tentang bahaya narkoba,” jelas Dody. Ia menilai bahwa kesadaran masyarakat tentang dampak narkoba perlu ditingkatkan, terutama di kalangan orang tua yang terkadang terlalu sibuk dengan pekerjaan.
Dalam upayanya untuk meminimalkan kasus narkoba, Polres Cilegon juga bekerja sama dengan lembaga-lembaga seperti Dinas Pendidikan dan Komunitas Anak Indonesia. “Kolaborasi ini memungkinkan kami untuk menyebarkan informasi lebih luas dan menjangkau lebih banyak orang tua,” tutur Dody. Ia menambahkan bahwa kesadaran ini perlu terus ditingkatkan, terutama di wilayah-wilayah yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba.
“Susmiatun Hayati/Andi Bagasela/Winanto”
Kasus narkoba yang meningkat di Kota Cilegon menunjukkan bahwa tantangan dalam pencegahan narkoba tidak hanya berada di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah tangga. Dody berharap, dengan adanya imbauan tersebut, orang tua dapat lebih waspada dan proaktif dalam mengawasi anak-anak. “Jika orang tua mampu memperketat pengawasan, kasus narkoba di kalangan remaja bisa diminimalkan secara signifikan,” harapnya. Ia juga mengajak masyarakat untuk turut serta dalam program pencegahan narkoba, karena hal ini adalah tanggung jawab bersama.
Polres Cilegon menargetkan penurunan jumlah pengguna narkoba di kalangan anak-anak dalam waktu 6 bulan ke depan. Untuk mencapai tujuan ini, pihak kepolisian akan memperbesar cakupan kegiatan edukasi dan meningkatkan penindasan terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba. “Kami akan terus berupaya agar anak-anak tidak terjerumus ke dalam kecanduan narkoba,” pungkas Dody. Ia yakin bahwa dengan kesadaran yang tinggi dan pengawasan yang ketat, Kota Cilegon dapat menjadi kota bebas narkoba pada tahun 2027.
Dalam konteks ini, Polres Cilegon juga mengimbau kepada orang tua untuk tidak hanya memantau perilaku anak di rumah, tetapi juga melibatkan mereka dalam diskusi tentang dampak jangka panjang dari narkoba. “Anak-anak perlu diberi penjelasan mengenai bahaya narkoba, seperti gangguan kesehatan, ketidakmampuan belajar, dan risiko kecelakaan,” terang Dody. Ia menekankan bahwa pendidikan dan pengawasan adalah kunci utama dalam memerangi narkoba di tengah-tengah masyarakat.
Peringatan dari Polres Cilegon ini juga ditujukan kepada para orang tua yang terkadang merasa kelelahan mengawasi anak-anak. Dody mengingatkan bahwa pengawasan yang terus-menerus bisa mencegah anak dari pengaruh negatif. “Orang tua harus selalu berada di dekat anak, baik di dalam maupun di luar rumah,” tambahnya. Dengan kehadiran orang tua yang aktif, anak-anak akan lebih mudah menghindari penyalahguna
