PHDI dan Prajaniti Hindu Berdiskusi tentang Pembangunan Rumah Ibadah dengan OIKN
Meeting Results – Jakarta – Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) bersama Prajaniti Hindu Indonesia mengadakan pertemuan dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono di kantor OIKN, Kalimantan Timur. Kegiatan ini bertujuan untuk membahas proyek pembangunan Pura IKN, sekaligus menyampaikan undangan bagi Basuki untuk menerima Prajaniti Award. Selain itu, kedua organisasi juga mengajukan permohonan lokasi yang bisa digunakan untuk pendidikan di kawasan IKN.
Persiapan Awal dan Koordinasi dengan Wakil Presiden
Pertemuan hari ini merupakan tindak lanjut dari diskusi sebelumnya yang dilakukan perwakilan PHDI dan Prajaniti dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Jakarta. Dalam audiensi tersebut, para peserta mengharapkan langkah konkret dalam mewujudkan fasilitas ibadah dan pendidikan untuk umat Hindu. Basuki Hadimuljono ditemani oleh jajaran pimpinan OIKN, termasuk Bima Adi Nursanthyasto, Aswin Grandiarti, dan IGA Krisna Murti. Sementara dari sisi PHDI, tiga elemen organisasi keumatan hadir, yakni Sabha Pandita, Sabha Walaka, dan Pengurus Harian. Prajaniti dipimpin oleh Ketua Umum KS Arsana, didampingi pengurus pusat dan daerah.
Peran PHDI dalam Perencanaan Pura IKN
Ketua Sabha Walaka PHDI, I Nengah Dana, menjelaskan bahwa PHDI telah aktif sejak awal dalam proses perencanaan pembangunan Pura IKN. Partisipasi ini mencakup berbagai aspek, seperti memberikan masukan kepada dewan juri lomba desain pura serta mengusulkan lokasi yang tepat untuk rumah ibadah. “Kami telah menjadi mitra pemerintah selama 67 tahun, dan dalam konteks ini, kami berkontribusi sejak tahap awal perencanaan Pura IKN,” ujarnya. Dana menekankan pentingnya kerja sama yang terus-menerus antara OIKN, Dirjen Bimas Hindu, dan PHDI agar pembangunan dapat berjalan harmonis.
“Dalam Kekawin Ramayana disampaikan bahwa pemerintah dan pendeta wajib saling mengisi untuk kesejahteraan masyarakat,” tambah Ida Pedanda Nabe Gede Bang Buruan Manuaba, yang juga mewakili PHDI. Ia mengapresiasi dukungan pemerintah terhadap kebutuhan umat Hindu di IKN.
Respons OIKN terhadap Permohonan dan Kolaborasi
Basuki Hadimuljono memberikan respons positif atas kunjungan PHDI dan Prajaniti. Ia mengungkapkan apresiasi terhadap partisipasi kedua organisasi dalam mendukung pembangunan IKN. “Saya sangat menghargai budaya, tradisi, dan agama. Kami akan terus berkoordinasi dengan Dirjen Bimas Hindu seperti yang disampaikan oleh Ida Pedanda,” jelas Basuki. Ia juga menyatakan siap menindaklanjuti usulan penyediaan lahan untuk fasilitas pendidikan yang diajukan dalam pertemuan tersebut.
Signifikansi Kalimantan Timur dalam Sejarah Hindu Nusantara
Menurut PHDI dan Prajaniti, pembangunan Pura IKN memiliki makna historis karena Kalimantan Timur, khususnya kawasan Kutai, dikenal sebagai wilayah dengan jejak peradaban Hindu yang panjang. Ini menjadi kesempatan untuk menjaga keberagaman budaya di IKN. Selain membahas pembangunan tempat ibadah, pertemuan ini juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara organisasi keagamaan dan pemerintah dalam mewujudkan ibu kota yang inklusif.
Basuki menyampaikan bahwa OIKN berkomitmen untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat beragama. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan semua kelompok agama, termasuk Hindu, memiliki akses yang adil. “Koordinasi antara semua pihak adalah kunci suksesnya IKN sebagai pusat kehidupan beragam,” ujarnya.
Kegiatan Penutupan dan Tinjauan Kawasan Istana Kepresidenan
Pertemuan berakhir dengan penyerahan cenderamata berupa buku “Lawar Leadership” kepada Basuki Hadimuljono. Buku ini menggambarkan peran organisasi keagamaan dalam membangun masyarakat yang harmonis. Setelah acara, rombongan PHDI dan Prajaniti melakukan kunjungan ke kawasan Istana Kepresidenan di IKN. Aktivitas ini memberikan gambaran tentang kemajuan infrastruktur yang sedang dibangun serta suasana kota yang semakin berkembang.
Di sisi lain, Kepala OIKN menegaskan bahwa pembangunan IKN tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga pada keadilan dan keterwakilan semua kelompok agama. “Kami berharap Pura IKN menjadi simbol keberagaman dan keharmonisan di Indonesia,” ucap Basuki. Ia menyebut bahwa OIKN akan terus memperkuat hubungan dengan organisasi keagamaan, termasuk PHDI dan Prajaniti, untuk memastikan semua kebutuhan terpenuhi.
PHDI dan Prajaniti juga berharap proyek Pura IKN dapat menjadi contoh keberhasilan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Kepala OIKN berjanji untuk mempercepat proses penempatan lahan dan memastikan keberlanjutan komunikasi. “Kami akan mendengarkan semua masukan dan mengintegrasikannya ke dalam perencanaan,” jelasnya. Kehadiran PHDI dan Prajaniti di IKN menunjukkan peran aktif mereka dalam memastikan keberagaman budaya tetap dijaga.
Kemitraan untuk Pembangunan yang Berkelanjutan
Para peserta audiensi sepakat bahwa keberhasilan pembangunan IKN bergantung pada kerja sama yang solid. PHDI dan Prajaniti berkomitmen untuk berperan dalam mengawasi proses penempatan rumah ibadah dan fasilitas pendidikan. Dana mengungkapkan bahwa PHDI akan terus memberikan masukan dalam setiap tahap pembangunan, termasuk keterlibatan dalam pemilihan desain pura. “Kami ingin Pura IKN tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat budaya dan pendidikan untuk umat Hindu,” tuturnya.
Sebagai bagian dari upaya inklusif, OIKN berencana menyediakan ruang publik yang mencerminkan keberagaman. Basuki Hadimuljono menekankan bahwa IKN akan menjadi contoh kota modern yang menghargai semua budaya dan agama. “Kami ingin membangun kota yang harmonis dan mewakili seluruh elemen masyarakat,” katanya. Harapan ini juga disampaikan oleh KS Arsana, yang menegaskan bahwa PHDI dan Prajaniti akan tetap menjadi mitra strategis dalam proses pembangunan.
Kegiatan ini memperkuat keyakinan bahwa pembangunan IKN tidak akan terlepas dari peran organisasi keagamaan. PHDI dan Prajaniti berharap, melalui kerja sama yang baik, semua kelompok agama dapat merasakan manfaat dari keberadaan IKN. “Pembangunan Pura IKN adalah langkah penting untuk menjaga identitas dan keberlanjutan agama Hindu di tengah perkembangan kota yang cepat,” kata Ida Pedanda. Ia berharap Pura IKN tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga simbol kebudayaan yang berdiri kokoh.
Di samping itu, Kepala OIKN menyatakan bahwa keberadaan Pura IKN akan membantu meningkatkan kualitas hidup umat Hindu di Kalimantan Timur. “Kami berkomitmen untuk memberikan ruang yang layak bagi semua agama, termasuk Hindu,” ujarnya. Dengan adanya Pura IKN, kehidupan umat Hindu di wilayah tersebut diharapkan semakin stabil dan berkembang. Pertemuan ini menunjukkan bahwa OIKN dan PHDI memiliki visi yang sama dalam mewujudkan IKN sebagai kota yang mencerminkan ke
