Key Discussion: Kadin Tekankan Kenaikan BI Rate untuk Jaga Stabilitas Ekonomi
Key Discussion: Kadin Indonesia mengapresiasi kebijakan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan, atau BI Rate, sebagai langkah strategis dalam menjaga keseimbangan perekonomian nasional. Kadin menilai penyesuaian BI Rate ini menjadi bagian penting dari upaya menciptakan stabilitas ekonomi di tengah kondisi global yang masih tidak menentu. “Key Discussion ini menegaskan bahwa kenaikan BI Rate adalah alat efektif untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan mengurangi tekanan inflasi,” jelas Anindya Bakrie, Ketua Umum Kadin, dalam pernyataan di Jakarta, Jumat.
Peran BI dalam Kebijakan Makroekonomi
Kadin memandang BI Rate sebagai alat kunci dalam mengatur inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Anindya menambahkan, kebijakan BI selama ini berfokus pada pendekatan probisnis, yang menyeimbangkan kebutuhan sektor keuangan dan dampaknya terhadap usaha mikro. “Key Discussion mengingatkan bahwa kenaikan BI Rate bukan sekadar perubahan kebijakan, tetapi bagian dari strategi yang matang untuk menjaga keseimbangan ekonomi jangka panjang,” katanya. BI Rate yang naik menjadi 5,75 persen setelah RDG Juni 2026, menurut Anindya, berpotensi meningkatkan nilai tukar rupiah dan mengurangi risiko kenaikan harga.
“Key Discussion mengakui bahwa kebijakan BI telah menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga kestabilan ekonomi,” ujar Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam wawancara terpisah.
Dengan BI all out, pemerintah dan dunia usaha diharapkan dapat bekerja sama dalam mendorong stabilitas pasar, termasuk melalui koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Anindya juga menekankan pentingnya sinergi BI dengan daerah, agar kebijakan makroekonomi bisa diimplementasikan secara efektif di tingkat lokal.
Strategi Kadin dalam Mendukung Kebijakan BI
Kadin mengambil peran aktif dalam menjaga konsistensi kebijakan BI dengan mendukung inisiatif pembangunan ekonomi. “Key Discussion menyebutkan bahwa kenaikan BI Rate menjadi penggerak utama dalam menjaga keseimbangan antara inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” tambah Anindya. Organisasi ini menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan besar dan menengah, termasuk UMKM, bisa menjadi pilar utama dalam meningkatkan ekspor dan investasi. “Dengan program yang dirancang secara terpadu, Key Discussion memastikan sektor riil tetap stabil di tengah tekanan global,” jelasnya.
Kadin juga menyoroti efektivitas kebijakan BI dalam mencegah kenaikan harga yang berlebihan. Anindya menyebut bahwa keputusan menaikkan suku bunga Deposit Facility dan Lending Facility menjadi 4,75 persen serta 6,50 persen, bertujuan memperkuat daya beli masyarakat dan mengurangi fluktuasi nilai tukar rupiah. “Key Discussion mengatakan bahwa kenaikan BI Rate bukan langkah terburu-buru, tetapi terukur berdasarkan analisis ekonomi yang matang,” papar Anindya. Ia menegaskan bahwa BI telah menjadi mitra strategis dalam menghadapi krisis ekonomi.
Di sisi lain, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa kebijakan moneter diterapkan secara transparan dan terarah. “Key Discussion ini menegaskan bahwa BI tetap fokus pada stabilitas inflasi dan pertumbuhan ekonomi, tanpa mengorbankan kebutuhan sektor riil,” katanya dalam konferensi pers setelah RDG. Kenaikan BI Rate, menurut Perry, menjadi bagian dari rencana BI untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi. “Key Discussion menyebutkan bahwa pengaturan suku bunga acuan ini akan membantu menjaga kestabilan harga dan daya tarik investasi asing,” tambahnya.
Respons Kadin terhadap Kebijakan BI
Kadin menyambut baik kebijakan BI yang menyesuaikan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen. “Key Discussion menilai bahwa langkah ini memberikan ruang bagi ekonomi untuk tetap sehat, terutama dalam menghadapi ketidakpastian pasar internasional,” ujar Anindya. Ia menambahkan bahwa kenaikan BI Rate akan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekspor, terutama dalam mengurangi tekanan dari perubahan harga kecomaran. “Key Discussion mengingatkan bahwa stabilitas ekonomi tidak bisa tercapai tanpa kolaborasi yang kuat antara BI, pemerintah, dan dunia usaha,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, Kadin mengajak pihak-pihak terkait untuk bekerja sama dalam membangun ekosistem ekonomi yang lebih sehat. “Key Discussion memandang bahwa kenaikan BI Rate merupakan langkah konsisten dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas,” pungkas Anindya. Kadin yakin bahwa kebijakan BI akan menjadi fondasi kuat dalam memastikan perekonomian Indonesia tetap stabil, meski dihadapkan pada tantangan global yang terus berlangsung. “Key Discussion menegaskan bahwa langkah BI ini akan berdampak jangka panjang pada kinerja sektor riil dan daya saing ekspor,” tutupnya.
