Internasional

Topics Covered: Susunan pemain Belgia vs Iran, Lukaku dipastikan starter lawan Iran

ran: Lukaku Pasti Bermain di Starting XI Topics Covered - Di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, pertandingan grup G Piala Dunia 2026 antara Belgia dan Iran

Desk Internasional
Published June 22, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments
Table of Contents
  1. Susunan Pemain Belgia vs Iran: Lukaku Pasti Bermain di Starting XI
  2. Analisis Pertandingan: Keseimbangan dan Strategi

Susunan Pemain Belgia vs Iran: Lukaku Pasti Bermain di Starting XI

Topics Covered – Di Stadion Los Angeles, Amerika Serikat, pertandingan grup G Piala Dunia 2026 antara Belgia dan Iran akan menjadi momen penting bagi kedua tim. Pelatih Belgia, Rudi Garcia, telah mengumumkan susunan pemain yang akan diturunkan, dengan menempatkan Romelu Lukaku sebagai penyerang utama. Pemain berusia 32 tahun ini dipastikan tampil sejak menit pertama, membawa harapan besar bagi timnas Belgia yang mengandalkan kekuatan serangan di lini depan.

Dalam formasi 4-2-3-1, Lukaku akan menjadi ujung tombak utama. Kehadirannya diperkuat oleh penyerang lain seperti Alexis Saelemaekers dan Leandro Trossard, yang akan mendukung pergerakan di sayap. Kevin De Bruyne, sebagai gelandang tengah andalan, dipercayakan untuk mengatur serangan serta mengontrol ritme permainan. Kehilangan Jeremy Doku akibat cedera menjadi alasan utama untuk mengganti posisi sayap dengan Trossard, sementara Saelemaekers juga mendapatkan kesempatan untuk tampil di menit awal guna meningkatkan daya serang.

Sektor tengah Belgium akan diisi oleh pasangan Nicolas Raskin dan Youri Tielemans, yang dikenal memiliki kemampuan mengoper bola dan membangun serangan dari dalam. Kombinasi ini diharapkan mampu menciptakan ruang serta mengurangi tekanan dari lini belakang Iran. Di sektor pertahanan, Nathan Ngoy dan Brandon Mechele menjadi bek tengah utama, dibantu oleh bek sayap Thomas Meunier dan Maxim De Cuyper. Thibaut Courtois kembali diberikan tugas sebagai kiper, mengingat pengalamannya dalam menghadapi situasi serangan cepat.

Konfigurasi Tim Iran: Fokus pada Pertahanan dan Serangan Balik

Tim Iran, di bawah arahan pelatih Amir Ghalenoei, memilih formasi 4-3-3 yang mengutamakan struktur pertahanan dan efisiensi serangan balik. Susunan ini dirancang untuk mengimbangi kekuatan serangan Belgia, terutama dengan kehadiran Lukaku di depan. Lini belakang Iran akan diperkuat oleh Saleh Hardani, Hossein Kanani, Ali Nemati, Shoja Khalilzadeh, dan Ehsan Hajsafi, yang akan berusaha membangun blok pertahanan rapat.

Di tengah, Ramin Rezaeian, Saman Ghoddos, Saeid Ezatolahi, dan Mohammad Mohebi akan menjadi pilar utama. Mereka diberikan tugas ganda: membangun permainan dari belakang sekaligus memastikan kecepatan transisi saat bertahan. Sementara itu, Mehdi Taremi menjadi penyerang tunggal yang diharapkan mengambil peran sentral dalam menyerang. Dengan skema serangan balik cepat, Taremi diperkirakan bisa memanfaatkan kesempatan yang terbuka di lini depan.

Menurut laman FIFA, berikut susunan pemain kedua tim dalam pertandingan tersebut:

Belgia (4-2-3-1): Thibaut Courtois; Thomas Meunier, Nathan Ngoy, Brandon Mechele, Maxim De Cuyper; Nicolas Raskin, Youri Tielemans; Alexis Saelemaekers, Kevin De Bruyne, Leandro Trossard; Romelu Lukaku.

Iran (4-3-3): Alireza Beiranvand; Saleh Hardani, Hossein Kanaanizadegan, Ali Nemati, Shoja Khalilzadeh, Ehsan Hajsafi; Ramin Rezaeian, Saman Ghoddos, Saeid Ezatolahi, Mohammad Mohebi; Mehdi Taremi.

Formasi ini menunjukkan strategi yang berbeda antara kedua tim. Belgia mengutamakan kecepatan dan kreativitas, sementara Iran lebih fokus pada ketangkasan bertahan dan efisiensi serangan balik. Dengan kehadiran pemain berpengalaman seperti De Bruyne dan Courtois, Belgia dianggap lebih dominan dalam menguasai bola.

Analisis Pertandingan: Keseimbangan dan Strategi

Pertandingan ini akan menjadi ujian bagi kedua tim dalam membangun strategi sesuai dengan karakteristik masing-masing. Garcia, yang terkenal dengan gaya permainan terbuka, mungkin akan menekankan kecepatan serta umpan pendek untuk menggerus pertahanan Iran. Sementara Ghalenoei, yang pernah mengarungi Timnas Iran di babak kualifikasi, berharap memanfaatkan kelebihan lini belakang untuk mengurangi tekanan dari serangan Belgia.

Di sisi lain, ketidakhadiran Jeremy Doku menjadi tantangan bagi Belgia. Meski demikian, Trossard dianggap mampu menggantikan peran tersebut dengan kreativitas dan stamina yang baik. Selain itu, Saelemaekers, yang sering dimainkan di posisi sayap, akan menjadi bagian integral dari skema 4-2-3-1. Kombinasi antara De Bruyne dan Tielemans di tengah diperkirakan bisa menciptakan keuntungan bagi timnas Belgia, terutama dalam menembus pertahanan Iran yang terkenal solid.

Iran, yang mengandalkan kecepatan dan ketepatan umpan, perlu memastikan bahwa lini belakang mereka bisa bertahan dalam situasi 1 lawan 1. Kehadiran Hardani dan Kanani, yang berpengalaman dalam pertahanan, akan menjadi titik penopang. Namun, keberhasilan serangan mereka tergantung pada kemampuan para gelandang tengah seperti Ghoddos dan Ezatolahi dalam mengoper bola ke bek sayap.

Untuk mengejar kesetaraan, Iran mungkin akan memfokuskan permainan di sektor sayap dengan memanfaatkan kecepatan Taremi. Namun, kekuatan serangan Belgia di depan akan menjadi ancaman utama. Dengan kehadiran Lukaku, yang dikenal memiliki teknik dan kekuatan fisik, timnas Belgia diharapkan bisa menghasilkan gol melalui tekanan terus-menerus di lini depan. Pemain-pemain sayap seperti Meunier dan De Cuyper juga akan menjadi peran penting dalam membuka ruang di sektor pertahanan lawan.

Sejumlah analisis menunjukkan bahwa pertandingan ini akan sangat menentukan dalam membangun skor di grup G. Belgia memiliki keunggulan dalam hal pengalaman dan kecepatan, sedangkan Iran berusaha memanfaatkan kelebihan kecepatan dan ketepatan umpan untuk mengalahkan lawan mereka. Susunan pemain ini mencerminkan keputusan pelatih yang mungkin akan berdampak signifikan pada hasil pertandingan.

Kedua tim juga perlu mengantisipasi kelebihan lawan. Belgia mungkin akan menekankan kontrol bola dan umpan pendek, sementara Iran perlu mengalihkan tekanan dari belakang. Apakah keberhasilan tersebut bisa terwujud, tergantung pada adaptasi para pemain di lapangan. Pertandingan ini menjadi bukti penting bagaimana strategi dan pemilihan pemain bisa membentuk permainan yang berbeda di setiap pertandingan.

Leave a Comment