Video

Waspada gempa susulan – RSUD Torabelo Sigi tangani pasien di tenda

RSUD Torabelo Terpaksa Gunakan Tenda Darurat Pasca Gempa Sulawesi Tengah Waspada gempa susulan - Satu minggu setelah gempa bumi berkekuatan 6,7 pada skala

Desk Video
Published June 24, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

RSUD Torabelo Terpaksa Gunakan Tenda Darurat Pasca Gempa Sulawesi Tengah

Waspada gempa susulan – Satu minggu setelah gempa bumi berkekuatan 6,7 pada skala magnitudo menggoyang wilayah Sulawesi Tengah, RSUD Torabelo di Kabupaten Sigi masih menjalankan layanan medis menggunakan tenda darurat hingga Selasa (23/6) lalu. Meski beberapa area di sekitar kota mulai pulih, fasilitas kesehatan di rumah sakit tersebut belum bisa kembali beroperasi normal. Pasien yang sebelumnya dirawat di bangunan utama kini dialihkan ke tenda sementara, dengan staf medis berusaha mempertahankan standar pelayanan meski dalam kondisi yang lebih sederhana.

Kondisi Fasilitas Medis Pasca Bencana

Menurut informasi yang diterima, gempa tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada struktur bangunan rumah sakit. Gedung perawatan utama mengalami retak di beberapa bagian, bahkan terjadi kebocoran air di atap. Kondisi ini memaksa pihak rumah sakit mengambil langkah darurat dengan membangun tenda darurat di area terbuka. Meski tindakan ini sempat memicu kekhawatiran, tim medis tetap berupaya memastikan pasien menerima perawatan yang memadai.

Gempa susulan yang terus mengancam menjadi alasan utama mengapa pihak rumah sakit belum memulai rehabilitasi. Para tenaga medis mengungkapkan bahwa hingga kini, mereka tetap waspada terhadap kemungkinan gempa besar kembali mengguncang daerah tersebut. “Ancaman gempa susulan masih terasa jelas, jadi kita harus menunda pemulihan fasilitas hingga risiko tersebut berkurang,” kata seorang staf medis yang tidak ingin disebutkan namanya.

Pasien di Tenda Darurat: Tantangan dan Kebutuhan

Dalam situasi darurat ini, para pasien yang terkena dampak gempa membutuhkan perawatan intensif, baik untuk cedera ringan maupun serius. Tenda darurat yang dibangun di depan rumah sakit berfungsi sebagai tempat transit sebelum pasien dipindahkan ke fasilitas lain yang lebih aman. Namun, kondisi tenda yang sementara membuat pengalaman pasien menjadi lebih rumit, terutama dalam hal kebersihan dan kenyamanan.

Kondisi medis di tenda dijelaskan oleh dr. Rizal, salah satu dokter di RSUD Torabelo, sebagai “cukup menantang tetapi masih bisa diatasi.” Ia menambahkan bahwa pihaknya berusaha memaksimalkan alat dan sumber daya yang ada, meskipun terbatas. “Kami fokus pada tindakan pencegahan kejang, perawatan luka, dan observasi pasien yang mungkin mengalami gejala trauma,” jelas dr. Rizal. Ia juga menyebutkan bahwa ruang perawatan di tenda diatur secara ketat agar tidak terjadi kepadatan yang berlebihan.

Dampak dari gempa juga melibatkan komunitas sekitar. Banyak warga yang mengalami trauma dan kederungan, sehingga memerlukan pendampingan dari tenaga kesehatan. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah pasien yang datang ke RSUD Torabelo terus berubah, tergantung pada intensitas gempa susulan dan tingkat keparahan kondisi warga. Pemulihan perlahan dimulai, tetapi masih butuh waktu lama untuk memastikan semua fasilitas bisa kembali berjalan seperti semula.

Langkah Pemulihan dan Dukungan Eksternal

Untuk mendukung operasional rumah sakit, pemerintah setempat serta organisasi bantuan telah memberikan bantuan logistik. Selain tenda, beberapa peralatan medis dasar seperti alat ukur tekanan darah, infus, dan alat bantu pernapasan juga disiapkan. Namun, kondisi tentatif membuat pihak rumah sakit tetap memantau kondisi pasien secara terus-menerus.

Pemimpin rumah sakit, Dr. Lestari, mengatakan bahwa mereka sedang berupaya keras untuk mengembalikan operasional normal. “Kita sedang memperbaiki bangunan utama, tetapi harus tetap waspada. Jika ada gempa besar, kami akan segera menempatkan pasien di tempat yang lebih aman,” ujarnya. Ia juga menyebutkan bahwa dalam beberapa minggu ke depan, pihak rumah sakit akan mengevaluasi kemungkinan menggunakan tenda darurat sementara hingga semua fasilitas diperbaiki.

Sementara itu, warga setempat mengungkapkan kebutuhan akan bantuan lebih lanjut. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa mereka masih waspada akan gempa susulan, terutama karena alam memang tak menjamin kapan bencana akan kembali terjadi. “Kita harap bisa segera pulih, tetapi untuk saat ini, tenda adalah solusi terbaik yang bisa kita lakukan,” kata salah satu warga, Ibu Rina, yang kini berada di tenda untuk menemani anaknya yang terluka.

Keselamatan dan Keberlanjutan Layanan

Gempa susulan tidak hanya mengganggu layanan medis, tetapi juga memengaruhi kehidupan sehari-hari warga Sigi. Jalan-jalan utama terkadang ditutup akibat retakan di jembatan atau perahu bermotor yang tergelincir. Dalam konteks ini, RSUD Torabelo menjadi salah satu titik utama penanganan korban gempa. Dengan tenaga medis yang tak mengenal lelah, rumah sakit tersebut tetap berupaya memberikan layanan kesehatan maksimal meski dalam kondisi yang kurang ideal.

Selain itu, para pasien di tenda darurat juga mengalami keterbatasan dalam hal penggunaan alat bantu. Misalnya, pasien yang membutuhkan alat bantu pernapasan harus menunggu jadwal perawatan yang disesuaikan dengan kondisi pihak rumah sakit. “Kami telah mengatur jadwal, tapi pasien harus bersabar,” katanya. Ia juga menekankan bahwa RSUD Torabelo berupaya menjaga kebersihan tenda dan menjaga pasien dari paparan cuaca yang ekstrem.

Kebutuhan akan fasilitas medis yang lebih baik terus didorong oleh para profesional di bidang kesehatan. Sementara itu, kementerian kesehatan dan lembaga bantuan lainnya sedang melakukan koordinasi untuk mengirimkan tambahan alat dan bahan baku. Upaya ini bertujuan agar RSUD Torabelo bisa segera kembali menjadi pusat perawatan utama, sekaligus memberikan rasa aman bagi warga yang masih membutuhkan layanan medis.

Di sisi lain, komunitas lokal juga berperan aktif dalam mendukung operasional rumah sakit. Banyak warga menyumbangkan perlengkapan pribadi, seperti

Leave a Comment