Tenis

Meeting Results: Djokovic samai rekor Federer dengan kemenangan babak ketiga Wimbledon

Djokovic Samai Rekor Federer di Wimbledon Meeting Results - Di tengah perhelatan Wimbledon, Novak Djokovic mencetak sejarah baru dalam dunia tenis.

Desk Tenis
Published July 4, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Djokovic Samai Rekor Federer di Wimbledon

Meeting Results – Di tengah perhelatan Wimbledon, Novak Djokovic mencetak sejarah baru dalam dunia tenis. Pemain asal Serbia ini berhasil menyamai pencapaian Roger Federer, yang selama ini menjadi simbol dominasi di turnamen tahunan ini. Kemenangan Djokovic atas Arthur Rinderknech dalam babak ketiga, Jumat lalu, menjadi yang ke-105 dalam sektor tunggal Wimbledon, mengakhiri pertandingan dengan skor 7-5, 6-4, 1-6, 7-6(4). Hasil ini membuat Djokovic mendekati prestasi legendaris Federer, yang sebelumnya memegang rekor sebagai petenis putra dengan jumlah kemenangan tertinggi di sektor tersebut.

Momen Kemenangan yang Bukan Sekadar Angka

Setelah mengalahkan Stefanos Tsitsipas di babak kedua dengan performa yang meyakinkan, Djokovic kembali menunjukkan konsistensinya di Wimbledon. Pada pertandingan melawan Rinderknech, ia menghadapi tantangan yang lebih berat, tetapi tetap mampu mempertahankan dominasi melalui permainan yang matang. Pemain Prancis itu sempat mengungguli Djokovic dalam dua set pertama dengan menorehkan 35 winner, menciptakan atmosfer yang tegang. Namun, dalam set ketiga, permainan Djokovic mulai menurun, memberi ruang bagi Rinderknech untuk mengejar kejaran.

“Bisa mencatatkan sejarah dalam olahraga ini adalah kehormatan dan keistimewaan yang luar biasa. Terlebih lagi di sini karena Wimbledon selalu menjadi turnamen impian saya sejak kecil,” kata Djokovic usai pertandingan, seperti dilaporkan dari ATP.

Djokovic, yang berusia 39 tahun, mengungkapkan bahwa dirinya tidak terlalu fokus pada jumlah kemenangan yang sudah diukir, melainkan pada semangat untuk menang setiap hari. “Saya tidak memikirkan apakah itu kemenangan ke-105 atau ke-106. Saya hanya berusaha memenangi pertandingan yang ada di depan,” jelasnya. Meski terlihat tenang, Djokovic mengakui bahwa permainan lawan menjadi tantangan besar. “Sepanjang pertandingan, saya justru cukup kesulitan dengan servis, tetapi itu juga karena kualitas permainan Rinderknech yang luar biasa,” tambahnya.

Dalam set keempat, Rinderknech memaksa pertandingan berjalan lebih ketat. Pemain Prancis itu menunjukkan ketangguhan dengan membangun reli panjang yang mengundang apresiasi dari penonton di Centre Court, All England Club. Namun, kepercayaan diri Djokovic akhirnya memuncak di babak tie-break, di mana ia tampil dengan konsentrasi tinggi dan menutup pertandingan dengan skor 7-6(4). “Saya memainkan tie-break nyaris tanpa cela. Saya melakukan semua yang saya bisa. Saya rasa saya melakukan servis dengan sangat baik pada tie-break,” kata Djokovic, menegaskan peran kritisnya dalam momen krusial.

Kemenangan yang Mengubah Kursus Sejarah

Kemenangan ini tidak hanya menambahkan rekor kemenangan Djokovic, tetapi juga memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain paling handal dalam sejarah tenis. Federer, yang dikenal sebagai salah satu legenda, memperoleh kehormatan serupa di Wimbledon sebelumnya, dan kini Djokovic telah mengakhiri kesenjangan tersebut. Kemenangan ke-105 ini membuktikan bahwa sang juara tujuh kali masih memiliki ketajaman yang luar biasa, bahkan di tengah usia yang terus bertambah.

Djokovic memulai pertandingan dengan kepercayaan diri yang tinggi, tetapi keberhasilan Rinderknech di set pertama dan kedua memberi tekanan besar. Pemain Prancis itu menunjukkan inisiatif kuat dengan menekan Djokovic di set ketiga, menciptakan ketegangan yang nyata. Namun, keuletan dan pengalaman Djokovic akhirnya mengantarkan pada kemenangan yang mengubah sejarah. “Hari ini saya cukup tegang karena tahu laga ini akan sangat sulit. Saya senang bisa melewatinya,” ujarnya, menyoroti perjuangan yang dilalui.

Persiapan untuk Babak Berikutnya

Setelah menyamai rekor Federer, Djokovic kini menghadapi babak keempat di Wimbledon. Lawannya adalah Roman Safiullin, petenis kualifikasi yang berhasil mengalahkan Joao Fonseca dengan skor 6-3, 6-3, 6-3. Kemenangan ini menunjukkan bahwa Safiullin memiliki kualitas untuk melangkah lebih jauh, tetapi Djokovic tetap optimistis. Pemain Serbia itu memiliki catatan sempurna 3-0 atas Safiullin, dengan keunggulan yang signifikan dalam tiga pertemuan sebelumnya.

Djokovic, yang dikenal sebagai pemain yang selalu menyiapkan diri secara matang, merasa yakin akan kemenangannya di babak berikutnya. “Saya menilai Safiullin sebagai lawan yang solid, tetapi saya telah mempersiapkan diri untuk pertandingan di lapangan rumput,” katanya. Ini akan menjadi pertemuan pertama antara Djokovic dan Safiullin di Wimbledon, yang berarti bahwa kejutan bisa terjadi. Meski demikian, pengalaman dan konsistensi Djokovic menjadi keuntungan besar, terutama di babak final yang menentukan.

Dengan mengalahkan Rinderknech, Djokovic bukan hanya menambahkan kemenangan pertama di Wimbledon, tetapi juga menegaskan bahwa dia masih menjadi ancaman utama bagi para pesaing. Rekor yang dulu dipegang oleh Federer kini menjadi milik Djokovic, tetapi itu hanyalah awal dari perjalanan panjang di turnamen ini. Kemenangan ke-105 ini menjadi bukti bahwa juara tujuh kali tetap mampu bermain di level terbaiknya, bahkan di usia yang terus bertambah.

Di sisi lain, kemenangan Rinderknech meski tidak cukup untuk mencapai babak berikutnya, tetapi membuktikan bahwa ia memiliki potensi untuk bersaing di Wimbledon. Permainan agresif dan tenaga fisik yang luar biasa menjadi kunci dalam dua set pertama, tetapi kelelahan dan permainan Djokovic yang stabil pada akhirnya memutuskan hasil. “Saya senang bisa melangkah lebih jauh, meski saya belum puas,” kata Rinderknech, mengekspresikan kekecewaan namun juga harapan akan pertandingan berikutnya.

Dengan hasil ini, Djokovic kembali ke permainan yang menegangkan, sementara Federer menjadi pengamat yang menaruh perhatian khusus pada prestasi baru sang rival. Kemenangan di Wimbledon selalu dianggap sebagai penghargaan tertinggi dalam olahraga ini, dan Djokovic dengan bijak mengakui bahwa setiap kemenangan di turnamen ini memiliki makna tersendiri. “Ini adalah pertandingan yang berat, tetapi saya merasa puas karena bisa menyelesaikannya,” pungkasnya, menggambarkan sikap mental yang menjadi ciri khasnya.

Leave a Comment