Hukum

Latest Program: Ditjen Imigrasi sediakan kuota 50 paspor di CFD Sudirman

Ditjen Imigrasi Berikan Layanan Paspor di Acara Car Free Day Sudirman Latest Program - Jakarta, pada hari Minggu ini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi

Desk Hukum
Published May 24, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Ditjen Imigrasi Berikan Layanan Paspor di Acara Car Free Day Sudirman

Latest Program – Jakarta, pada hari Minggu ini, Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyelenggarakan layanan paspor Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat. Pada kesempatan tersebut, mereka menyiapkan kuota 50 pemohon untuk mengurus dokumen perjalanan. Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Ditjen Imigrasi, Eko Budianto, menjelaskan bahwa layanan ini telah dilakukan tiga kali dalam bulan Mei 2026. Menurutnya, angka 50 pemohon yang tercapai pada hari ini menunjukkan peningkatan dibandingkan sebelumnya, di mana dua minggu lalu jumlahnya sekitar 30 orang.

Kuota dan Distribusi Pemohon

Menurut Eko, kuota 50 pemohon ini terbagi menjadi dua kategori: 40 orang menggunakan aplikasi digital M-Paspor, sedangkan 10 pemohon lainnya memilih metode langsung (walk-in). Pembatasan jumlah ini, kata dia, disesuaikan dengan jadwal acara CFD. “Karena CFD selesai, maka layanan paspor pun harus selesai, sehingga waktu yang diberikan oleh pemerintah provinsi terbatas,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa penyesuaian kuota bertujuan agar layanan tidak mengganggu alur kegiatan utama acara tersebut.

“Kenapa dibatasi, karena ini momen CFD, ketika selesai CFD maka kami pun selesai, jadi batas waktu pemerintah provinsi memberikan waktu kepada kami,” tutur Eko.

Dalam acara ini, Ditjen Imigrasi juga menyediakan paspor polikarbonat dengan harga yang sama seperti paspor biasa, baik berlaku 5 tahun maupun 10 tahun. Eko menekankan bahwa inisiatif ini sebagai bagian dari upaya memperluas akses pelayanan imigrasi secara digital. “Layanan paspor CFD mobile merupakan implementasi program Menteri Imipas Agus Andrianto yang berfokus pada pelayanan berbasis digital untuk masyarakat,” jelasnya.

Kebutuhan Masyarakat dan Ketersediaan Layanan

Eko menambahkan bahwa layanan paspor CFD bukan hanya alternatif, tetapi juga bagian dari strategi untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang sibuk. “Di ULP, UKK, dan MPP, layanan bersifat permanen, tetapi dengan program aksi Pak Menteri, kami mencoba menjangkau masyarakat yang tidak bisa mengakses layanan tersebut setiap hari Senin-Jumat,” katanya. Ia menilai ini menjadi solusi yang efektif, terutama bagi keluarga pekerja yang kesulitan menyisihkan waktu di hari kerja.

Sebagai contoh, Fanny (40 tahun), warga Depok, datang ke lokasi CFD sejak pukul 07.30 WIB untuk mengurus paspor anaknya. “Saya sudah mendaftar melalui M-Paspor, tapi kuota habis, jadi harus datang langsung,” kata Fanny. Ia mengungkapkan bahwa layanan CFD sangat membantu karena memungkinkan keluarga mengurus paspor di hari libur atau hari yang tidak terlalu sibuk.

“Kan saya buat paspor untuk anak-anak, kan harus didampingi orang tuanya, kalau Senin sampai Jumat kami kan kerja, jadi paspor CFD ini solusi terbaik,” tambah Fanny.

Eko menjelaskan bahwa layanan CFD merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian. “Kami ingin memudahkan masyarakat, terutama yang kesulitan mengakses layanan di jam kerja, dengan menyediakan opsi mobile ini,” katanya. Selain itu, ia menyebut bahwa acara CFD juga memberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk baru seperti paspor polikarbonat yang tahan lama dan ringan.

Respon Positif dari Masyarakat

Pelaksanaan layanan paspor di CFD mendapat sambutan baik dari masyarakat. Dari data sementara, hingga pukul 07.30 WIB, sudah terdapat 37 pemohon yang menggunakan aplikasi M-Paspor serta lima orang yang datang secara langsung. Eko menyatakan bahwa angka ini menggambarkan minat masyarakat terhadap layanan yang lebih fleksibel. “CFD memang menjadi momen spesial, tapi kami berharap keberhasilan ini bisa terus ditingkatkan,” ujarnya.

“Saya coba datang langsung, berangkat subuh dari Depok, untungnya dapat yang walk-in,” ujar Fanny.

Kehadiran layanan imigrasi di acara CFD juga diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi bagi Kemenimipas. Eko menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan visi memperluas cakupan pelayanan keimigrasian ke berbagai wilayah. “Kami ingin masyarakat tidak hanya mengurus paspor di kantor, tetapi juga bisa mengaksesnya di tempat-tempat yang lebih strategis,” kata Eko. Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan ini juga mengurangi antrian di ULP dan UKK, terutama pada hari-hari biasa.

Sebagai bagian dari upaya mempercepat proses penerbitan paspor, Kemenimipas terus mengoptimalkan teknologi digital. Layanan M-Paspor, misalnya, telah menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen perjalanan secara mandiri. Eko menyebut bahwa layanan mobile ini adalah salah satu dari tiga program aksi utama yang dicanangkan oleh Menteri Imipas Agus Andrianto. “Salah satu targetnya adalah mengubah pola layanan imigrasi agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Manfaat dan Kebutuhan yang Terpenuhi

Kehadiran imigrasi di CFD tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi juga memberikan ruang untuk sosialisasi kebijakan terkini. Eko menjelaskan bahwa acara ini menjadi kesempatan untuk menjangkau kalangan yang mungkin belum terlalu familiar dengan prosedur digital. “Dengan layanan mobile, kami bisa memperkenalkan aplikasi M-Paspor serta membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan,” katanya.

Layanan paspor di CFD juga memberikan gambaran tentang efisiensi proses administrasi. Dalam waktu singkat, 50 pemohon dapat diselesaikan, termasuk pembuatan paspor polikarbonat yang sebelumnya hanya tersedia di kantor imigrasi. Eko mengungkapkan bahwa ini adalah bentuk inovasi yang bisa menjadi contoh untuk pelaksanaan layanan di tempat lain. “Kami berharap layanan ini bisa berjalan rutin, sehingga masyarakat lebih nyaman dan cepat mendapatkan dokumen yang dibutuhkan,” jelasnya.

Ditjen Imigrasi menekankan bahwa acara CFD menjadi jembatan antara layanan publik dan kebutuhan masyarakat. Dengan menyelenggarakan pelayanan di titik-titik strategis, mereka ingin memastikan bahwa layanan tidak hanya terpusat di kantor tetapi bisa mencapai tempat-tempat yang lebih aksesibel. “Masyarakat tidak perlu repot-repot pergi ke kantor imigrasi, cukup datang ke CFD dan langsung mengurus paspor,” kata Eko. Ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk memperluas layanan digital ke berbagai kegiatan publik.

Adapun bagi masyarakat yang tidak bisa mengikuti acara CFD, mereka tetap bisa menggunakan layanan permanen di ULP, UKK, atau MPP. Namun, layanan mobile ini menawarkan kelebihan dalam hal fleksibilitas dan kecepatan. Eko menyatakan bahwa keterlibatan pihak imigrasi di acara CFD juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebijakan terkini, termasuk pembuatan paspor polikarbonat yang lebih ramah lingkungan.

Sebagai penutup, Eko mengharapkan keberhasilan acara CFD ini bisa menjadi bahan pertimbangan untuk menyelenggarakan layanan serupa di lokasi lain. “Kami ingin layanan keimigrasian lebih terjangkau dan tidak hanya terbatas pada jam kerja,” ujarnya

Leave a Comment