Pembahasan Penting: Trump sebut program nuklir Iran jadi ganjalan dalam perundingan
Trump Sebut Program Nuklir Iran Jadi Ganjalan dalam Perundingan
Di Washington, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa program nuklir Iran tetap menjadi hambatan dalam perundingan yang berlangsung di Islamabad akhir pekan lalu. Meskipun kedua delegasi telah sepakat mengenai beberapa titik untuk mengakhiri perang dagang, Trump yakin pada akhirnya Teheran akan menyetujui syarat yang diajukan Washington untuk menghentikan pengembangan senjata nuklirnya.
“Saya percaya mereka akan menyetujui syarat itu. Saya hampir pasti. Bahkan saya yakin. Jika tidak, tidak akan ada kesepakatan. Iran tidak akan memiliki senjata nuklir,” ujarnya pada Senin (13/4).
Trump memuji Wakil Presiden AS JD Vance yang memimpin tim negosiasi, termasuk Utusan Khusus Presiden AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff dan menantunya, Jared Kushner. Ia menegaskan bahwa para delegasi melakukan pekerjaan dengan sangat baik, sementara Iran secara aktif menawarkan solusi untuk meredakan konflik.
Perundingan di Islamabad, yang dianggap sebagai pertemuan paling bersejarah sejak AS dan Iran memutuskan hubungan diplomatik pada 1979, gagal mencapai kesepakatan yang mengakhiri ketegangan di kawasan Timur Tengah. Setelah itu, Trump memerintahkan Angkatan Laut AS untuk memblokade Selat Hormuz mulai Senin pukul 14:00 GMT (21:00 WIB).
Menurut Trump, tindakan blokade bertujuan mempercepat kembali aliran minyak global dan memberi tekanan pada Iran agar kembali ke meja perundingan. Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menganggap langkah AS sebagai bentuk balas dendam terhadap ekonomi dunia.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
